Ahsan + Hendra

Seide.id -Seorang pemain bulutangkis (Cina kalau tak salah), dibully oleh netizen, gara-gara dia mengunggah sesuatu di medsos, justru karena menyebut dirinya tak terkalahkan.

Dia menyebut dirinya tak terkalahkan di turnamen Internasional dalam setahun terakhir. Hlo, tak terkalahkan kok malah dibully?!

Begini. Dalam suatu pertandingan, ketika sudah memasuki set ke-3, set penentuan, sang atlet merasa bahwa dia tak mungkin memenangkan pertandingan. Akhirnya, dia memutuskan untuk berpura-pura cedera. Lalu, pertandingan dinyatakan, apa yang disebut “retired” oleh wasit. Meski mirip, tapi retired bukan WO.

Retired adalah pertandingan dihentikan oleh wasit. Sementara WO (singkatan dari Walk-Over), sejak awal atlet memang tak bisa bertanding. Penyebabnya bermacam-macam. Bisa karena tak hadir, karena cedera atau penyebab lain. Secara ‘de jure’ sang atlet baik dalam kasus retired atau WO, akan dinyatakan kalah. Lawan akan dimenangkan oleh wasit. Tapi secara ‘de facto’, sang atlet tidak (merasa) kalah. Dan memang tidak kalah.

Nah,…sang atlet yg tak jujur karena berpura-pura cedera itu, ketika diwawancara oleh wartawan berkata bahwa dalam tahun itu,… dia tak terkalahkan. Mungkin karena ‘ben diarani’ (idiom Jawa yang secara harafiah berarti kira-kira: biar disebut, tapi dalam arti negatif) itulah.., ia lalu memposting wawancara itu di media sosial pribadinya. Dan dia dibully oleh netizen.

Tapi, dalam final di salah-satu turnamen tertua dan paling bergengsi yang bernama “All England” itu.., pasangan gandra putra kita, justru seperti melakukan hal sebaliknya. Ahsan yang melakukannya. Itu, …membanggakan dan mengharukan, Ahsan!

Pencinta turnamen All England sudah sangat mengenal para pemain dan dunia bulutangkis Indonesia sejak dulu. Rudy Hartono, adalah juara All England 8 kali. 7 kali berturut-turut, lalu diselingi oleh pemain dari negara lain (Denmark?) .Lalu untuk meraih juara 8 kali, di final Rudy berhadapan dengan Lim Swie King. Rudy menang. Ada rumor disekitar kemenangan Rudy. Konon Lim Swie King (yang sedang hebat-hebatnya, sampai-sampai “King smash”-nya dipelajari), ‘diminta dengan sangat untuk mengalah’, supaya Rudy bisa menjadi juara All England 8 kali. Mengalahkan Erland Cops, dari Denmark. Meski Erland juara 7 kali tapi tak berturut-turut.

Penonton Inggris, sudah terlanjur menjuluki Indonesia sebagai ‘gudang’ pemain bulu tangkis. Selain tunggal putra dan putri, dulu Indonesia juga ‘memiliki’: Christian + Ade Chandra dan Tjuntjun (terimakasih koreksinya Bi) + Johan Wahyudi yg melegenda.

Sekarang, nampaknya ‘tradisi’ kehebatan bulutangkis Indonesia di partai ganda putra, terbukti lagi. Paling sedikit ada 6 ganda putra kita yang diperhitungkan dunia saat ini. 1. Ahsan + Hendra (pasangan tertua dan masih diperhitungkan karena masih berprestasi), 2. Kevin + Markus. Pasangan yg dijuluki “The Minion” ini, belakangan prestasinya turun-naik karena cedera Markus belum sepenuhnya pulih. 3. Fajar + Ryan yang terus mengukir prestasi. 4. Leo + Daniel. 5. Pramudya + J Rambitan. Dan 6. Bagas + Fikri yang malah pernah menjadi juara All England.

Prestasi pasangan Ahsan + Hendra sudah tak perlu ‘dijembreng’ lagi. Panjang sekali daftar juara yang diraih pasangan ini sejak muda. Sekarang, pasangan yang dijuluki “The Daddies” karena masing-masing sudah memiliki anak-anak yang sudah cukup besar ini, bisa dibilang adalah para atlet bulutangkis profesional tertua (Ahsan berusia 35 tahun, Hendra 38 hampir 39 tahun) yang masih berprestasi dan disegani oleh kawan dan lawan.

Beberapa waktu lalu, dalam sebuah turnamen, pasangan Malaysia yang mengalahkannya, sampai-sampai memeluk dan mencium tangan Ahsan + Hendra dengan hormat dan takzim.

Kemarin, ketika Ahsan terduduk karena kaki kirinya cedera setelah melakukan suatu gerakan mundur, wasit sudah menawarkan (dan menyatakan) retired. Tapi Ahsan bangkit, terseok-seok, melanjutkan pertandingan, hanya supaya Fajar + Ryan betul-betul mengalahkannya.

Set ke-2 (set pertama Fajar + Ryan unggul 21-17. Fajar serve, skor 20-14, ..Ahsan mengembalikan bola dengan lemah, satel kok tersangkut di net. Fajar + Ryan juara All England! Suatu ketulusan yang mengharukan. Suatu sikap jujur nan setara dengan juara!

Terimakasih Ahsan, terimakasih Hendra. Semoga cedera kaki kiri Ahsan tak terlalu serius. Semoga segera pulih, dan kalian tetap bisa bertanding sebagai pasangan tertua!

Kami bangga..

(Aries Tanjung)

I’ie Sumirat