Setelah Taliban menguasai Afghanistan, para anggota parlemen perempuan di negara itu harus mengamankan diri seperti ribuan warga lainnya. Tapi mereka lari ke mana?
Seide.id – BBC menemukan fakta bahwa 60 dari 69 anggota parlemen perempuan Afganistan sekarang berada di berbagai negara.
Walau berada jauh dari negara mereka, banyak di antara anggota parlemen perempuan itu ingin terus memperjuangkan hak-hak perempuan Afghanistan.
Mashid (bukan nama sebenarnya) bersembunyi tak lama setelah Taliban mengambil alih pemerintahan. Mashid terus berpindah tempat sejak saat itu. Dia tidak pernah tidur di sebuah rumah yang sama dalam dua malam berturut-turut.
BBC mengetahui bahwa sembilan dari total 69 anggota parlemen perempuan Afganistan tetap berada di negara itu, meski tinggal dalam persembunyian.
Tidak seperti Mashid, mayoritas dari anggota parlemen perempuan itu berhasil mendapatkan kursi dalam penerbangan evakuasi.
Sebanyak 46 anggota parlemen itu sekarang berada di Eropa. Kebanyakan tinggal di Yunani, Albania, dan Turki.
Sisanya mengungsi di belasan negara, dari Australia hingga Qatar. Serina (juga bukan nama sebenarnya) diterbangkan ke Jerman bersama suaminya dan bayinya yang berusia tiga bulan.
Sebelum meninggalkan Afghanistan, dia mengidap TBC. Sekarang dia menjalani perawatan antibiotik. Dia tinggal di kamp pencari suaka.
Serani berkata, dia tidak pernah membayangkan harus meninggalkan negaranya. Dia merasa tersesat di benua yang belum pernah dia kunjungi, di negara yang tidak dia pahami bahasanya.
“Saya telah melalui hari-hari yang pahit dan saya masih dalam situasi yang buruk. Namun setiap kali saya diingatkan akan masalah yang dialami setiap warga Afghanistan sekarang, saya melupakan rasa sakit saya,” katanya. – BBC/dms






