Antoni Gaudi

Seide.id – Ada ungkapan: “Jika mengunjungi Spanyol, anda harus ke-Barcelona. Jika ke-Barcelona, anda harus melihat karya-karya arkitektur Gaudi“.

Pablo Picasso, dianggap pelukis hebat Spanyol. Picasso, ‘hanya’ salah-satu saja dari banyak pelukis hebat Spanyol.

Tapi di dunia arkitektur Spanyol, Gaudi adalah satu-satunya.

Gaudi, lahir pada tahun 1852 di sebuat kota yang masih terus menjadi perdebatan. Apakah di Reus atau di kota Roidorms, provinsi Catalunya, karena 2 kota itu bertetangga. Ayahnya seorang pembuat tungku dan alat-alat rumah tangga terbuat dari tanah liat atau tanah lempung. Sangat boleh jadi, bakat dan kegemaranya kepada seni tiga dimensi dan artistik mengalir deras dalam darahnya dari ayahnya.

Ilistrasi: Gaudi aku orat-oret beberapa menit lalu, dengan media pensil di artpaper bekas kalender, berukuran sekitar 40x30cm . Gambar lainnya adalah foto-foto arkitektur karya Gaudi…

Tapi, bakat besarnya dalam merancang bangunan unik, indah, artistik dan menakjubkan, ternyata tak berbanding lurus dengan kehidupan sosialnya. Sebagai remaja dia adalah pribadi yang sangat tertutup, pelamun dan penyendiri. Atau justru karena pelamun dan penyendiri seperti tak hirau dengan sekitar itulah dia tumbuh menjadi seorang jenius. Atau karena seorang jeniuskah dia, maka seperti “tak peduli” dengan sekitar?

Sebetulnya, di saat-saat orang sekitar menilai begitu, dia diam-diam mengagumi seorang wanita. Tapi, ketika cintanya bertepuk sebelah tangan, …kehidupan sosial dan asmara akhirnya seperti dijauhinya. Dia konon “secara formal” tetap melajang seumur hidupnya. Tapi di luar kehidupan asmara “secara formal” itu, dia konon menjalin hubungan dengan banyak wanita.

Gaudi, jarang membuat gambar oret-oretan rancangan atau sketsa gambar tentang bengunan yang akan dibuatnya. Dia malah langsung membuat maket tiga dimensi secara utuh sambil terus berimajinasi. Sangat terlihat dari bentuk-bentuk bangunannya, bahwa dia seperti “sedang berdialog secara terus-menerus” dengan alam sekitar ketika membangun gedung-gedung. Maket itu tentu akan sangat mempermudah para tukang yang akan membuat bangunannya. Maket tiga dimensinya itu pun, konon sudah nampak unik, indah dan menakjubkan.

Gaudi, begitu terpesona dan sangat terinspirasi dan menghormati alam di sekitarnya. Maka tak heran jika bentuk bangunan-bangunan yang dirancangnya selalu berbentuk unik mengikuti alam. Jendela-jendela, dan pintu-pintu dengan kusen yg meliuk-liuk menyerupai mulut goa. Dinding-dinding bangunan yang ditempeli pecahan-pecahan keramik berwarna-warni sehingga ketika terkena sinar matahari, dinding-dinding itu memantulkan warna-warni ajaib. Bangunan kaksana gunung atau tebing-tebing seperti sedang tertiup angin. Pilar-pilar berbentuk meliuk-liuk laksana batang pohon. Tiang-tiang berbentuk cabang-cabang pepohonan. Bentuk kubah-kubah dan atap seperti lukisan dalam dongeng, dan seterusnya. Semua serba indah.

Melihat bentuk bangunan yang dibuatnya, bahkan orang awam tentang srkitektur sekali pun,… pasti akan larut. Ikut hanyur terseret imajinasi ajaib dan menakjubkan.

Melihat karya-karya Gaudi, Warga Spanyol pernah (berseloroh atau bersungguh-sungguh) menjulukinya sebagai arkitektur ajaib, atau bahkan karya-karyanya disebut-sebut: “Rancangan dan gagasannya seperti dibantu oleh malaikat”. Gaudi tentu saja menolak gelar-gelar berlebihan yang ditujukan kepadanya itu.

Tapi tak urung penghargaan secara formal dari dunia juga diarahkan kepadanya. Konon Unesco salah-satu lembaga PBB menetapkan beberapa karya rancangan Gaudi sebagai ‘karya warisan dunia’.

Karya Antoni Gaudi

Sebuah karya megah bertajuk “La Sagrada di Familia” yang secara menduga-duga aku terjemahkan kurang-lebih menjadi: “Graha bagi suatu keluarga” yang dirancangnya, belum selesai ketika Gaudi keburu dipanggil semesta di usia 82. Ketika dilanjutkan oleh insinyur-insinyur sekarang, …karya megah itu, hingga hari ini belum juga selesai dibangun. Mungkin, …takut salah dan tak sesuai dengan bayangan sang seniman jenius…

Jika Antoni Gaudi masih hidup maka usianya sekarang 171 tahun.

(Aries Tanjung)

Perkasa