Jangan Padamkan Api Harapan

Hidup ini makin indah, ketika kita miliki harapan. Ibarat menyalakan api obor untuk terangi jalan agar kita sampai ke kota Tujuan dengan selamat.

Tanpa miliki api harapan itu, hidup adalah kegelapan. Kita tidak tahu harus berbuat apa dan mau pergi ke mana.

Sama halnya yang dilakukan oleh orang malas, pemimpi yang dibuai
angan-angan, dan siapapun yang dininabobokan dalam kenyamanan.

Orang yang miliki harapan adalah mereka yang berani ke luar dari dirinya sendiri untuk menghadapi realita, kenyataan hidup yang sesungguhnya.

Mereka tidak minta dilayani, tapi hidup untuk melayani dan memberi dengan murah hati.

Mereka tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain, atau kemampuan sendiri. Tapi sepenuhnya bergantung pada kemurahan hati Allah.

Mereka yang mempunyai harapan itu selalu optimistis menatap masa depan. Jiwanya adalah semangat juang pantang nyerah. Dengan mengandalkan Allah untuk jadi pemenang kehidupan.

Mereka juga sadar diri, bahwa urip iki urup. Tanpa terus menerus untuk perbarui diri, hidup jadi kehilangan arti dan tidak bermakna.

Hidup yang bermakna adalah hidup yang berguna bagi sesama. Ibarat nyala api harapan untuk menerangi jalan hidup sesama.

Nyala api harapan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab agar tidak meredup dan padam diterjang badai egoistis. Api harapan itu yang dijaga dengan iman dan belas kasih Allah.

Sesungguhnya, ketika hidup untuk melayani sesama itulah sejatinya hidup yang sungguh bermakna.

Memberi dengan murah hati, tidak membuat nyala api harapan kita meredup, lalu padam. Sebaliknya makin benderang, karena terang itu berasal dari kasih Allah. Hingga saatnya tiba bagi kita untuk kembali kepada-Nya. Api harapan itu akan membawa kita kepada sumbernya: Allah Yang Maha Cinta.

Teruslah berbuat baik dan nyalakan api cinta di hati agar hidup kita jadi terang untuk mengusir kegelapan. (Mas Redjo)

Pribadi Jujur itu Hatinya Subur dan Hidupnya Makmur

About Mas Redjo

Penulis, Kuli Motivasi, Pelayan Semua Orang, Pebisnis, tinggal di Tangerang