Belajar dari Seoul, Satu Kartu untuk Semua Moda Transportasi yang Terintegrasi

Korea-MRT03

Lewat institusi bisnis Tmoney, mereka membantu warga agar bisa melakukan pembayaran dengan satu kartu yang bisa dipakai untuk menaiki subway (kereta bawah tanah), kereta cepat untuk ke bandara (KTX), bus, taksi, juga menyewa sepeda yang tersedia di berbagai sudut kota. Bahkan juga untuk belanja makanan dan minuman.

CUKUPKAH kenyamanan, kecepatan, ketepatan, dan keselamatan untuk menarikminat masyarakat agar maumemakaitransportasiumum? Kalau berkaca pada pengalaman kota Seoul atau Korea Selatan, sepertinyasemuaitutidakcukup. Karena itulah, sejak 2003 pemerintahkota Seoul terus mengembangkan sistem pembayaran untuk memudahkan pengguna angkutan umum sehingga jumlah penumpang angkutan umum akan terus bertambah.

Oleh SYAH SABUR

DIREKTUR UTAMA MRT Jakarta, William P. Sabandar menyatakan, Korea Selatan menjadi salah satu negara yang berhasil mengintegrasikan tarif berbagai transportasi hanya dengan menggunakan satu kartu dan aplikasi. Hal ini sedang berproses di Jakarta.

“Kami belajar bagaimana pengalaman Seoul yang hanya memakai satu kartuuntuk beragam transportasi umum. Dengan satu kartu, warga bisa naik metro, subway, bus, bahkan taksi dan berbelanja. Kemudahannya luar biasa,” ucap William di Seoul, Korea Selatan, beberapa waktu lalu.

William yakin, tiketterintegrasi ini memberikan kemudahan kepada masyarakat sehingga mampumenaikkan jumlah penumpang angkutan umum.

Dalam presentasinya, Global Marketing Team Manager Tmoney Korea, Tania Son memaparkan,jumlah transaksi untuk transportasi publik dengan menggunakan kartu maupun aplikasi Tmoney mencapai 40 juta transaksi dengan nilai USD 17 juta. Kemudian, pembayaran dengan menggunakan kartu Tmoney mencapai 6,6 juta transaksi dalam satuhari.

Bermula di tahun 2004

Sistem Tmoney inipertama kali diluncurkan pada 2004. Tania menambahkan, huruf T memilikiberagammakna, yakni travel, touch, traffic, and technology. Selain praktis, calon penumpang juga mendapatkan keuntungan lain nyadari penggunaan Tmoney ini seperti mendapat diskontiket hingga 100 won. Misalnya harga tiket normalnya 600 won, bisa dibeli 500 won dengan menggunakan Tmoney.

Untuk lebih menarik warga, Tmoney juga menyediakan bergam kartu, baik kartus tandar maupun kartu customize. Gambar yang akanditampilkan di kartu terserah konsumen. Bisa foto artis, beragamaction figure, tokohkartun, bahkan foto sendiri.

Dalam perkembangannya, Tmoney aktif melakukan ekspansi keberbagai negara, dengan cara transfer teknologi sekaligus mengirim SDM yang ahli di bidang Tmoney. Mereka juga menawarkan jasa konsultasi di bidang Operation and Management (O&M), tergantung kebutuhan tiap negara.

Sistem satu tiket di Jakarta

Direktur Utama JakLingko (sistem pembayaran terintegrasi antar moda di Jakarta), Muhamad Kamaludin mengemukakan, Jakarta sudah menerapkan Central Clearing House for Transport yang dapat memproses tiket multimoda, baik dalam bentuk kartu chip based maupunaplikasi JakLingko.

“Kami Bersama DPRD juga sedang menyiapkan sistem yang dapat melakukan perhitungan tarif terintegrasi. Kami juga sedangmenyiapkan sistem account based ticketing,” ujar Kamaluddin.

William P. Syahbandar, Direktur Utama MRT (kiri) dan Mohammad Komarudin, Direktur Utama Jaklingko. foto ist.

Namun, diamengakui, berbedadengan T money di Korea, sistem tiket di Jakarta belum bisadigunakan untuk belanja. Namun, platform JakLingko secara teknis dapat dikembangkan ke pembayaran lain. Karena itulah, JakLingko bekerjasama dengan T money, yang sudah berpengalaman lebih dari 18 tahun dalam tiket transportasi terintegrasi.

Mendorong warga memakai angkutan umum

Kepala Departemen Standarisasi Intelligent Transport System (ITS) Indonesia, Syafri Yuzal menambahkan, integrasi sistem transportasi di Jakarta merupakan salah satu strategi yang diterapkan Pemerintah Provinsi DKI untuk mendorong masyarakat agar menggunakantransportasipublik. Mulai dariintegrasi manajemen angkutan umum, integrasi infrastruktur halte dan stasiun, sertaintegrasilayananjadwal, tiket dan tarifterintegrasitransportasimultimoda.

Yuzalmenjelaskan, yang paling baru adalah integra sisistem tiket dan pembayaran transportasi multi moda yang dikelola oleh PT JakLingko Indonesia. Secara garis besar, adatiga keunggulan utama yang akan dilakukan oleh Jaklingko.

Pertama, dengan mengusung konsep Mobility as a Service, aplikasi Jaklingko dilengkapi dengan fitur journey planning untuk merencanakan perjalanan dari lokasi asal sampai lokasi tujuan dengan pilihan moda transportasi first mile-middle mile-last mile dengan filter paket tercepat maupun paket terhemat.

“Setelah memilih paket perjalanan, calon penumpang dapat membeliti ketmulti moda dengan beragam metode pembayaran. Penumpang juga akan mendapatkan tiket berbasis QR code yang dapat divalidasi pada ticket validator yang tersedia di masing-masing moda transportasi,” ungkap Yuzal.

Nantinya, Jaklingko akan melengkapi seluruh pilihan moda transportasi publik seperti BRT, LRT, MRT, KRL, taksi, bus umum, dan transportasiberbasisaplikasi.

Satu kartu untuk semua moda transportasi di Seoul, Korea Selatan. Menghemat biaya dan terintegrasi.

Yuzal melanjutkan, JakLingko menyediakan format standar kartu transportasi multimoda yang memungkinkan calon penumpang pengguna kartu uang elektronik memanfaatkan kartunya untuk menikmatitarif terintegrasi Jaklingko. “JakLingkotidak menerbitkan kartu uang elektronik yang baru, melainkan menerbitkan format standar kartu transportasimultimoda,” kata Yuzal.

Insentif untuk guru

Ke depan, masih kata Yuzal, JakLingko mengintegrasikan informasi rute dan jadwal keberangkatan transportasi publik multimoda. Selain itu, JakLingko mengelolatar ifterintegrasi multi moda untuk moda BRT, LRT, dan MRT di wilayah Jakarta dengantarif Rp 10.000 selama waktu perjalanan 180 menit.

Dengan perhitungan sepertiitu, makatarif Rp22.500 untuk satu moda transportasi, bisa jadi Rp10.000 jika warga memakaitiga moda. Tentu saja ini penghematan uang yang tidak sedikit bagi masyarakat. Apalagi, kata Yuzal, 20% hingga 30% gaji pekerja dihabiskan untuk ongko sangkutan.

Bahkan, pihaknya juga berencana memberikan insentif untuk guru. “Ini merupakana presias iki tauntuk kalangan pendidik yang berjasa besardalam membangun SDM,” jelasYuzal.

Jika semua rencana ini sudah terwujud, maka kita akan mendekati Korea Selatan dalam hal penggunaan tiket terintegrasi. Yang lebih penting lagi, sistemsatutiketiniakanmembuatpembayarantarifangkutanumumjadi sangat praktis dan lebihmurah.

“Kita berharap makin banyak pengguna kendaraan pribadi yang akan beralih keangkutan umumuntuk mengurangi kemacetan secara signifikan. Hal ini bukan saja menguntungkan secara bisnis melainkan bisa mengurangi polusi udara karenajumlah kendaraan pribadi di jalan makin berkurang,” jelas William. ***

Avatar photo

About Syah Sabur

Penulis, Editor, Penulis Terbaik Halaman 1 Suara Pembaruan (1997), Penulis Terbaik Lomba Kritik Film Jakart media Syndication (1995), Penulis berbagai Buku dan Biografi