Belajar Merenungkan Bangkit dan Menang Anak Generasi Milenial, Menulis Kehidupan -124

Karena mempunyai anak dan nanti cucu, sambil berdoa dan berjuang mendukung masa depan kehidupan mereka, sering ada cemas akan tantangan abad Milenial yang dasyat menghadang dengan semua kecanggihan sarana digital zaman now.

Taburan harapan dan kecemasan itu, ketika duduk berteduh di rumpun pisang, dan bertepatan dengan Hari buku Sedunia, maka kutuangkan dalam sajak: Senja di Rumpun Pisang

Sepoi angin berhembus
antar mentari ke ujung senja
Lewati rumpun hijau pisang
Tempatku berteduh menjelajahi gadget
temui aneka sahabat
Berkelana di dunia maya
jelajahi gelombang samudera informasi

Rumpun pisang berkisah
tentang tandan yang lebat
tentang buah yang matang
tentang daunnya hijau
tentang aneka manfaat bagi manusia
dari akar, batang, daun, bunga dan buahnya
Untuk konsumsi dan macam-macam keperluan lainnya
Pisang yang hijau sepanjang musim
Pisang yang tumbuh berumpun
Pisang mengajarkan harmoni
Pisang mencontohkan berkat manfaat

Dari layar gadget ada banyak hal menarik
Tentang demo kepada pemerintah
Tentang perang di Ukraina
Tentang persiapan mudik lebaran
Tentang harga di pasar yang naik
Tentang urusan politik
Tentang aneka hoaks
Tentang hari buku sedunia

Pikiranku tertarik soal buku
Buku pelajaran anak sekolah
yang diperjuangkan orangtua demi anak
sekaligus harus cari uang beli pulsa data karena banyak tugas anak harus berurusan dengan internet
Buku bagi manusia di dunia
ada banyak bangsa yang sudah punya budaya membaca dan menulis
Sedangkan di tanah air mulai giat menggalakkan literasi
Dari tradisi lisan menuju baca tulis di zaman digital milenial
Saya ikut bergabung dalam delapan edisi
Menulis puisi dan kisah
dalam wadah inisiatif inovatif
Aksi Swadaya Menulis dari Rumah
oleh berbagai penulis lintas profesi, budaya, wilayah dan umur
Buku itu gudang ilmu
Membaca menjadi jendela dunia
Menulis sebagai pembuat sejarah

Kulihat anak-anak
di teras rumahku
sedang asyik bermain game online dari gadget
Beberapa anak muda di bawah pohon sedang duduk bersama berteduh tetapi tidak saling peduli karena teling tersumbat headset dari gadget masing-masing
Bagaimana dengan buku ?
Apakah diminati generasi Milenial?

Cahaya senja warna-warni
di sambut gelora gelombang samudera
hari segera berlalu
malam sebentar datang
Sepoi angin terus berhembus membelai hijau daun pisang
kuberteduh rasakan sejuk
sambil terus berkelana dengan jemari di padang belantara gadget
Kutulis sepenggal bait doaku:

“Ya Sang Pemilik kehidupan
Ke dalam kuasa keagungan misteri-Mu
Kuserahkan hidup dan masa depan anak cucuku
Kami semua milikMu
terjadilah menurut RencanaMu”

Simply da Flores
Harmony Institute