Foto : Brigitte Werner/Pixabay
Peduli dan solider dengan sesama, sering tidak mudah. Misalnya, sadar dan mengakui jasa orangtua, keluarga dan sesama dalam kelangsungan hidup setiap hari.
Lebih dari itu, mau peduli akan banyak pihak yang bekerja dan beramal kasih dalam diam. Sering diabaikan, karena diremehkan bahkan dianggap bukan apa-apa, karena tidak memberikan kebanggaan sosial.
Sebagai upaya sadar dan terimakasih, saya menuliskan refleksi itu dalam sajak:
Kepada Para Penjasa yang Terlupakan
Pahlawan yang dikenal
biasanya mereka yang gugur di medan perang
demi bangsa dan negara tercinta
Dalam dirgahayu HUT-77 NKRI
Kami nyatakan dengan tulus dan bangga
“Hormat padamu para pahlawan
Terimakasih padamu para pahlawan
Semoga damai dalam keabadian”
Pahlawan kehidupan
adalah kedua orangtua tercinta
Yang terpilih Sang Pencipta
tanpa meminta usul kita
mereka mengandung dan melahirkan
jiwa raga setiap anak manusia
hadir di muka bumi ini
Aku, engkau, kita semua
Dalam gebyar perayaan HUT-77
angka istimewa penuh makna
“Mari heningkan cipta
terimakasih kepadamu ibu bapa
Atas semua kasih sayangmu
Semoga diberkati Sang Pencipta”
Pahlawan tanpa Tanda Jasa
disebutan bagi.para guru
yang mengajarkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan
yang membuat kita bisa baca tulis berhitung
yang ajarkan budi pekerti
yang menuntun kebijaksanaan dan iman
Sambil tundukkan kepala, kami haturkan
“Terimalah hormat dan bangga kami
Sambutlah terimakasih kami muridmu
Semoga diberkahi jasa pengabdianmu
dan berkibarlah sukacitamu”
Pada HUT-77 NKRI
Di bawah kibar merah putih
Dengan mata Garuda Pancasila
Kami melihat yang tidak dilihat
Kami temukan yang diabaikan
Kami saksikan yang luar biasa
Meskipun hadirmu sering diabaikan
dianggap biasa biasa saja
Bahkan tak ada apa-apanya
Lalu,…
kami nyatakan dan proklamasikan kalian semua
Sebagai Para Pahlawan Kemanusiaan yang Terlupakan
Kepadamu Para Pahlawan Kemanusiaan
Yang berbakti dalam diam
Yang tekun sahaya berkarya
Yang ikhlas berkerja melayani
Yang sering diremehkan jasamu
Yang jarang dihargai pengorbananMu
Yang memberi dan membagi jiwa raga
Yang menghasilkan tanpa suara
Yang menjejaki kampung udik, jalanan, lorong sempit,
Yang bersahabat dengan lahan gersang, gelap gulita, hujan panas, miskin lara nestapa…..
Demi berkarya berbhakti melayani dan berbagi sesama
Hari ini, saat HUT 77 NKRI
dengan jiwa raga Merah Putih
dengan mata Garuda Pancasila
Izinkan kami menyapamu
Para Pahlawan Kemanusiaan yang Terlupakan
Sambutlah terimakasih kami
Terimalah salam hormat kami
Inilah bangga dan pengakuan kami
Untuk belajar melihat,
yang tidak terlihat
Untuk belajar mengakui, yang diabaikan
Untuk peduli solider kepadamu,
atas karya amal bhakti tulus sahajamu
kepada sesama saudara di sekitar kami
Selamat berbahagia
Semoga Sang Maha Melihat
selalu memberkati karya bhaktimu
Bangga dan Bersyukur atas Tanah Air Indonesia – Menulis Kehidupan 280






