Tindakan Bijak yang Tercermin Melalui Pepatah Jawa (Bagian 57)

Foto : Michal Jarmoluk/Pixabay

Pengantar Singkat: Kata-kata mutiara dan nasihat bijak Jawa kuno dari para leluhur Jawa, adalah juga salah satu dari Falsafah hidup bangsa Indonesia yang begitu indah dan penuh dengan makna kehidupan yang mendalam. Semoga dapat menginspirasi Anda dalam menjalani kehidupan Anda sebagai manusia yang sedang selalu berusaha menuju ke arah yang lebih baik.

  1. OTHAK-ATHIK DIDUDUT ANGEL

‘Othak-athik didudut angel’ biasa dikatakan pada pekerjaan yang kelihatannya mudah ternyata tidak.

Dengan pepatah ini, orang Jawa berharap bahwa pekerjaan sekecil apapun harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh, dengan baik, jangan pernah meremehkannya.

Sikap profesional di setiap bidang sangat dan harus dilakukan dengan serius tidak boleh sembarangan, asal jadi, asal selesai, tetapi hasilnya mengecewakan.

‘Aja njampangi’ atau jangan meremehkan, menyepelekan suatu pekerjaan apapun agar hasilnya maksimal sesuai harapan dan tidak mengecewakan. Siapa yang setia pada hal-hal kecil dan sederhana, kepadanya akan dipercayakan juga hal-hal yang lebih besar.

  1. DITAMPIK SARANA ARIS (Ditolak Secara Halus)

Setiap orang berhak menolak apapun sekiranya hal tersebut belum dibutuhkan sekali.

Orang menyarankan melalui pepatah ‘ditampik sarana alus’ ditolak secara halus, tujuannya agar tidak menyakiti hati orang yang menaruh keinginan kepada kita.

Seorang bujang menyatakan cintanya kepada seorang gadis, tetapi ia menolaknya dengan berkata “Sebaiknya kita berteman saja. Cinta tidak harus memiliki bukan?

Seseorang datang untuk menawarkan diri dalam tim kerja sebuah bangunan gedung. Sementara pimpinan tim berkata, “Maaf untuk sementara ini kami belum merekrut pekerja baru.”

/ Mangkujayan, 29 Oktober 2022

About Y.P.B. Wiratmoko

Lahir di Ngawi, 5 April 1962. Purna PNS ( Guru< Dalang wayang Kulit, Seniman, Penyair, Komponis, penulis serta penulis cerita rakyat, artikel dan buku. Telah menulis 200 judul buku lintas bidang, termasuk sastra dan filsafat. Sekarang tinggal di dusun kecil pinggir hutan jati, RT 021, RW 03, Dusun Jatirejo, Desa Patalan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur