Denny Siregar: Apa Hubungannya Ahok Diseret-seret Dalam Kasus Brigadir J

Seide.id – Pengamat media Denny Siregar menyarankan agar pengacara Kamarudin Simanjuntak bersikap profesional. Bukannya malah meniupkan gosip baru, menyeret- nyeret orang lain yang sama sekali tidak ada hubungannya ke dalam kasus pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat

“Coba pikir.. Apa hubungannya Ahok dengan kasus Brigadir J..?” ujarnya Kamis (28/7/2022)

Seperti diketahui, mantan Gubernur Basuki Tjahaja PurnamaAhok, terkejut ketika namanya dan persoalan rumah tangganya diseret-seret.

Diseretnya nama Ahok oleh pengacara Kamarudin Simanjutak dalam kasus pembunuhan Brigadir J mengejutkan masyarakat, jadi pembicaraan dan viral.

Merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya, Ahok lewat kuasa hukumnya, Ahmad Ramzy, berniat melakukan somasi.

Sebelummya, musisi Iwan Fals pun terkejut mendengar nama pengacara Komarudin.

Dalam akun twitternya @iwanfals, musisi ini menulis tentang tuduhan yang dilontarkan dan diduga mencemarkan nama baik istrinya dan dirinya, dan viral.

“Lho ini pengacara yang nuduh istri saya palsukan surat-surat Ormas Oi nih, dibilangnya juga bahwa Oi itu organisasi berbahaya…hmm..,” tulis Iwan Fals (24/7).

Pro bono , suka rela

Dalam tayangan di Cokro TV, Denny Siregar menuturkan, ia memahami jika seorang pengacara berharap namanya populer yang selanjutnya mendapat banyak klien dan harganya semakin mahal.

“Banyak kasus-kasus besar atau kasus nasional, biasanya pengacaranya pakai sistim pro bono – bekerja suka rela tanpa dibayar,” ujarnya.

Pegiat media sosial ini menjelaskan, para pengacara pro bono sudah dibayar oleh sorotan kamera untuk menaikkan popularitas mereka .

“Apalagi kalau kasus melibatkan artis atau tokoh publik. Itu seperti promo gratis karena kasusnya saja sudah menyedot perhatian banyak orang, ” jelasnya.

Di mata Denny Siregar, ini bukan sesuatu yang salah karena merupakan bagian dari trik marketing.

“Kalau di dalam usaha tidak punya trik marketing, ya akhirnya cuman biasa-biasa saja jualannya, ” kata Denny.

Seperti kasus Brigadir J, “Kasus ini mendadak jadi kasus nasional dan tentu siapa pun pengacara akan senang kalau mendapatkan kasus ini .”

Diakui, ia saja senang mengamati kasus ini yang semakin hari semakin menarik.

“Apalagi polisi seperti terdesak, tidak bisa memberikan jawaban atas tuduhan-tuduhan yang terus dilancarkan oleh pengacara korban, ” paparnya.

“Setiap hari ada aja perkembangan. Mulai CCTV, luka sayatan dan beberapa yang dianggap keanehan.,” ujarnya.

Melebar ke mana-mana

Tapi sebagai seorang pengamat media, ia merasakan, pengacara Brigadir J ini kog jadi terlalu berlebihan.

“Bukannya fokus pada fakta-fakta kasus ini, si pengacara, Kamarudin Simanjuntak malah melebar ke mana-mana. Merasa mendapat dukungan publik, dia terus mengipas dan mencari celah baru supaya kasus ini terus dibicarakan,” tandasnya.

“Dan salah satu kipasannya adalah ketika dia mendadak mengomentari pelukan Kapaloda Metro dengan Ferdy Sambo dan menjulukinya, teletabies,” imbuhnya.

Denny Siregar melihat, Kamarudin sudah ke luar dari tracknya.

“Buat saya, ini sudah mulai mengarah ke penggiringan opini bukan lagi fokus pada kasus yang sedang dihadapi, “tuturnya.

“Maaf, buat saya ini menunjukkan ketidakprofesionalan si pengacara dalam mengawal kasusnya, ” ungkapnya.

Ia pun bertanya, untuk apa urusan pelukan segala dibawa-bawa dalam kasus ini. Apakah pelukan seorang Kapolda itu bagian dari bukti baru dalam kasus?

“Kan tidak. Hanya dugaan-dugaan pengacara saja yang dia lontarkan ke publik supaya kasus ini jadi makin panas dan terus dibicarakan orang, “jelasnya.

Dengan menjadi terus dibicarakan, ” Si pengacara pasti menikmati itu karena sorotan lampu kamera wartawan makin kencang mengarah ke arahnya.” ungkapnya.

Terkejut

Diseretnya nama Ahok dalam kasus pembunuhan ini membuat Ahok sangat tekejut. Begitu juga masyarakat.

Merasa difirnah dan dicemarkan nama baiknya, maka persoalan ini pun dipercayakan BTP pada kuasa hukumnya, Achmad Ramzy.

Pihak BTP bersimpati pada kasus yang terjadi, tapi menyeret-nyeret keluarrga BTP sebagai contoh dalam kasus pembunuhan Brigadir J , adalah sesuatu hal lain.
(ricke senduk)

SELANJUTNYA : Tidak Heran Ahok Tersingung

About Ricke Senduk

Jurnalis, Penulis, tinggal di Jakarta Selatan