Drew Barrymore

Seide.id -Berapa banyak figur publik -yang boleh dibilang sejak lahir ceprot sudah menjadi milik publik – yang waras dan baik-baik saja sampai usia remaja, pemuda, lalu dewasa dan tua? Tak banyak. Sebagai figur publik, menurutku Drew Barrymore adalah salah-seorang figur publik yang berhasil ‘lolos’ dari kejamnya dunia showbiz.

Hampir semua figur publik, yang berkarir sejak kecil pasti mengalami guncangan hebat dalam perjalanan hidupnya (biasanya di usia remaja). Baik sebagai artis, mau pun sebagai manusia pada umumnya. Ada yang lolos. Banyak yang tidak. Ada yang kuat, menghilang atau segera tersadar dan segera beralih profesi.

Dari beberapa yang kita ketahui saja, ada lumayan banyak yang ‘tak lolos’ menjadi ‘manusia normal’. Tentu banyak juga yang mentalnya cukup kuat dan sangat kuat, sehingga lolos dan survive menjadi manusia normal.

Misalnya Michael Jackson yang dijuluki ‘King of Pop”. Jacko merintis karir (tepatnya ‘dicetak’ atau ‘dirintisi’ karir oleh ayahnya) sejak anak-anak.

Seperti hampir semua figur publik, Michael boleh dibilang ‘tak punya kehidupan’ untuk dirinya sendiri secara normal sebagai anak-anak. Jacko, sudah menjadi figur publik terkenal di dunia sejak belia. Sejak kecil ayahnya sudah membuat jadwal ketat. Rekaman demi rekaman. Tur demi tur. Pemotretan-demi pemotretan, promo-demi promo. Sehingga, memasuki usia remaja, Jacko ‘tak punya kehidupan’ normal di luar musik, musik dan musik.

Kita tentu sudah mengetahui tentang betapa aneh bin ajaibnya Jacko bereaksi sangat protektif berlebihan terhadap dunia dan kehidupan normal di sekitarnya. Seperti: hidup steril secara ekstrem. Tidur di semacam incubator karena takut kepada kuman(?). Mengoperasi wajah, sampai-sampai hidungnya tinggal sedikit. Memutihkan kulit dan beberapa hal aneh lain tentang dirinya. Tentang hidupnya.

Lalu ada Macaulay Culkin. Filmnya yang berjudul “Home Alone” begitu meledak di seluruh dunia. Sampai dibuat beberapa sekuel. Wajahnya yang begitu menggemaskan membuat ibu-ibu di seluruh dunia pada awal ’90 itu jika melahirkan, langsung memberi nama anaknya: Kevin.

Ada ungkapan setengah bergurau: “Home Alone” adalah ‘film Natal’. Film yang pasti diputar di televisi pada hari-hari menyambut, pada hari H dan beberapa hari setelah Natal. Bahkan jika ada stasiun televisi ‘tak sengaja’ menayangkan film itu, maka ada pertanyaan: “Hlooo,…ini bulan apa sih? Sudah hampir Natal, ya?!”

Ayah Macaulay Culkin yang sadar tentang ‘tambang emas’ itu (tentu tak demikian halnya dengan Macaulay), konon memanfaatkannya secara maksimal, sedemikian rupa. Sehingga Macaulay tak lagi bisa hidup normal sebagai anak-anak.

Masa remajanya aneh. Dia konon terlalu cepat dewasa (meski wajahnya tetap imut dan menggemaskan). Dia sudah kecanduan alkohol pada usia sangat muda. Menikah, di usia sangat muda. Hidupnya kacau di usia remaja. Dia sekarang sedang berjuang sekuat tenaga untuk memasuki usia dewasa dengan waras. Mari kita do’akan. Semoga bakat seni perannya tak sia-sia.

Drew. Sebuah nama nan indah. Drew bisa berarti banyak sekali. Mulai dari: mengambil, menggambar, mendapat, memindahkan, menyeret, menutup, sampai…membuang isi perut(?). Tapi aku lebih suka bahwa Drew berarti: meraih. Tapi bukan grab, grab itu terkesan: menjambret..

Ilustrasi: Drew – Aries Tanjung. Akrilik di artpaper, 30x22cm…

Drew Barrymore ‘kecemplung’ sebagai pemeran saat usianya sangat belia, lewat film Althered State. Lalu Steven Spielberg memberinya peran yang tak pelak, membuat kita semua mengaguminya sebagai anak kecil cerdas, lewat peran cukup penting dalam film ET (Extra Terrestrial). Lalu, peran-peran lain, tak terbendung, ketika dia belum lagi remaja.

Memasuki dunia yang konon sangat membuat siapa pun, terlebih figur publik menjadi gamang, yaitu dunia remaja, hidup Drew kacau. Seperti Macaulay, Drew juga terlalu cepat matang di usia remajanya. Dia menjadi pecandu alkohol di usia yang bahkan ‘belum seharusnya’ menenggak minuman keras itu. Dia, lalu menjadi pemberontak terhadap apa saja. Istilah yang paling populer adalah: “Me againts the World.” Aku melawan seluruh dunia! Wuiiih..

Ketika usianya remaja, boleh dibilang tak ada film yang diperankannya. Atau jika ada pun, tak layak untuk sekadar dibicarakan.

Setelah berjuang untuk bisa kembali memenej (aku lebih suka mengartikannya: menata daripada mengatur) hidupnya, pelan-pelan dia (seperti namanya) kembali diraihnya, dipulihkannya. Dia kembali meraih peran. Meraih simpati. Dia berhasil melewati masa-masa kelam itu.

Memasuki usia dewasa, film-filmnya kembali menjadi “kotak kantor”…(box-office, hehe).

Sekuel Charlies Angels sepertinya adalah tonggak kembalinya ‘kewarasan’ Drew.

Peran-perannya beragam. Mulai dari film-film laga, drama dan yang sedang tren adalah istilah “Romantic Comedy”.

Namamu memang cocok, Drew,…Raih! Meski kehidupan pribadinya tak biasa di mata “orang normal” Karena dia sering gagal membina hubungan pribadi dengan seseorang. Drew, konon beberapa kali membatalkan pertunangannya. Diabmengaku, “Jangan-jangan aku bisexual. Karena aku sangat nyaman bersahabat dengan perempuan”

Meski pernikahannya beberapa kali kandas, Drew memiliki 2 orang anak. Meski belum meraih Oscar, tapi Drew beberapa kali meraih penghargaan lain termasuk Emmy Award dan, ..nah ini yang unik. Dia meraih penghargaan “Lifetime Achievement Award”.
Hla. .,’kan usianya belum tua seperti umumnya orang yang meraih penggargaan itu. Yak, karena Drew memulai karirnya, mendedikasikan hidupnya untuk dunia seni peran dari usia sangat belia.

Ngomong-ngomong soal Life Achievement Award, aktor kita Rano Karno, sepertinya layak meraih gelar itu, ..atau sudah?

Sekarang Drew sedang “menjalin relationship” dengan seseorang. Perempuan?, …laki-laki?…

Hehehe,…mau tauk ajeee.

Selamat Ulang Tahun, Drew…

(Aries Tanjung)

Vincent