Ethereum Tenggelam Pasca Penggabungan yang Sukses

Ethereum Tenggelam Pasca Penggabungan yang Sukses

Meski sukses mendaratkan ethereum 2.0 ke dalam jaringan lama, Eth justru turun pasca penggabungan. Ada dua indikasi mengapa ini terjadi: The Fed sedang menaikkan suku bunga untuk menjaga inflasi. Kedua, pedagang melakukan aksi beli jual dengan cepat dalam momentum hype ini untuk memperoleh keuntungan singkat. ( foto: Valutahandel)

Hig Risk High Profit tampaknya memang menjadi bukti risiko pada aset kripto. Meski telah melakukan penggabungan ( The Merge), Ethereum justru tenggelam. Nilai Eth turun 18,5% hanya dalam 3 hari, justru setelah penggabungan. Dalam tulisan di Seide, Ethereum memang tidak serta merta naik begitu melakukan penggabungan.

Salah satu yang membuat Eth naik adalah nanti ketika sudah proses pindah dari POW ke POS yang memakai setidaknya 3 hingga 6 bulan. Tetapi Ethereum turun di saat berhasil melakukan berbagai misi melalui The Merge, sungguh tak bisa diduga.

Beberapa bulan sejak diumumkan The Merge atau Penggabungan Ethereum dari sistem Proof Of Work ( POW) menjadi Proof Of Stake ( POS), Ethereum memperoleh hal-hal positif. Kecepatan transaksi, beaya fee yang kecil serta penggunaan energi yang sangat irit, adalah hal-hal terbaik bagi Ethereum 2.0. Namun pasar menyambut dengan buruk, dengan turunnya harga Eth. 

Pun begitu, Kamis pagi kemarin merupakan sejarah penggabungan Ethereum yang luar biasa. Perlu proses Eth menjadi perkasa dalam beberapa bulan ke depan. Ethereum ini telah menjelma menjadi blockchain sempurna. Berhasil mengantarkan era bukti kepemilikan Ethereum dan selamanya mengubah cara ETH dibuat dan bagaimana transaksi di jaringan Ethereum divalidasi.  Ethereum sekarang telah meniadakan proses penambangan kripto yang super hemat  energi di jaringannya. Sebagai ganti penambangan, Ethereum kini  memperkenalkan “staking”—yang memberi insentif kepada pemegang ETH untuk menjaminkan aset mereka ke jaringan dengan imbalan hasil pasif.

Pasar Menyambut Dingin

Di luar keberhasilan luar biasa penggabungan Ethereum yang ditunggu banyak orang, – yang berharap Eth memberi nafas segar bagi dunia cryotocurrency- Ethereum tampaknya harus sabar diperlakukan pasar yang menyambut dengan dingin. 

Eth yang turun di level 5,8%, merupakan penurunan terendah kemarin sore. Cryptocurrency terbesar ke dua berdasar kapitalisasi pasar dunia, mencapai angka terendah sejak Juni lalu. Padahal, sejak Juli kemarin, Ethereum telah menunjukkan keperkasaannya dengan terbang tinggi mencapai US$ 1,784 pada weekend ketika semua orang membutuhkan liburan panjang dengan aset kriptonya.

Mengapa Ethereum yang begitu perkasa bisa turun ? Analisa  penulis Sander Lutz dari DeCrypt ini mungkin bisa menjadi  acuan. 

Pada hari Selasa lalu, Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis angka Indeks Harga Konsumen (CPI) terbaru, yang menunjukkan persistensi inflasi tinggi yang membandel hingga Agustus.  Data itu—yang kemungkinan membuat The Fed sekali lagi menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi—segera memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham, dan penurunan nilai mata uang kripto, termasuk Bitcoin dan Ethereum. 

Lagi-lagi memang The Fed yang terus mempertahankan agar tidak terjadi inflasi yang nyata, menaikkan suku bunga, sehingga instrumen keuangan lainnya, tenggelam. Termasuk kripto. 

Banyak investor yang “mencuri” moment penggabungan dengan membeli Eth dalam jumlah besr harus menanggung kecewe dengan kenyataan Eth justru turun. 

Kenaikan aset kripto memang semakin sulit ditebak saat ini. Ethereum yang melakukan penggabungan terbaiknya justru turun, sementara sebulan sebelum Ethereum 2.0 menjadi kenyataan, justru naik meninggalkan yang lain. Pasti ada penggerak mengapa Eth turun di saat penggabungan. Setidaknya Eth statis dan menunggu proses untuk naik. 

Rumor Para Pedagang

Menurut Glassnode, jawabab mengapa Eth justru turun, konon alasan Eth berjangka dan opsi mundur telah mengindikasikan bahwa menjelang acara penggabungan, para pedagang bersiap-siap memberi rumor dan menjual berita berlebihan dari penggabungan itu sendiri. 

Salah satu taktik yang dipakai para pedagang atau yang terjadi secara umum di pasar keuangan, mengacu pada tindakan membeli aset saat hype, mendorong harganya ke atas dalam mengantisipasi peristiwa besar, sehingga meningkatkan nilainya. Pada saat yang tepat pula, para pedagang menjualnya sesegera mungkin setelah peristiwa itu terjadi, untuk menghindari kerugian. Itu kemungkinann yang terjadi dan selalu begitu. 

Terori mana yang masuk akal, kenyataan bahwa Ethereum telah berhasil melakukan penggabungan dan kini sudah menjadi blockchain dan jaringan terheibat di kelasnya. Dibutuhkan waktu bagi Ethereum untuk menunjukkan keperkasaannya dengan memberi nilai ynag lebih pantas yang sejajar dengan Bitcoin. Waktnya kapan, rasanya tidak akan lama….

BACAAN LAIN

Peristiwa Penggabungan Ethereum 2.0 Pada 15 September 2022

Aset Kripto Mulai Bergerak Bullish, Ethereum Memimpin Kenaikan Menggembirakan

Apa Untungnya Pemerintah Indonesia Mendirikan Bursa Kripto

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.