Farel, Dangdut Koplo dan Istana Negara

Farel, Dangdut Koplo dan Istana Negara

Farel Prayoga, penyanyi jalanan yang diangkat ke panggung Istana Negara. ( Foto” Banyuwangi Network)

Nama Farel Prayoga, tiba-tiba banyak dibicarakan. Cepat viral. Maklum, ia memiliki panggung nasional: tampil di Istana Negara, di tengah Upacara Detik Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus. Ia menyanyi di tengah undangan terhormat yang dihadiri banyak tokoh, pejabat serta Duta Besar dan Perwakilan Luar Negeri. 

Seluruh perhatian dunia menuju ke Istana Negara. Di situlah Farel tampil menyanyikan lagu yang diledek sebagai  dangdut koplo berjudul Aja Dibandingke ( Denny Caknan). 

Menyanyi Lagu Dewasa

Banyak yang suka, banyak pula yang nyinyir. Acara sakral kok pakai dandutan pengamen. Anak kecil kok nyanyi lagu orang dewasa. Norak. Tak hanya tokoh masyarakat, tapi juga ustadz, menyayangkan Farel nyanyi lagu dewasa dan merangsang para pejabat turun dari kursi ikut berjoget. 

Sebelum ungkapan lebih norak lain dicetuskan, mari mencoba memahmi dari sisi Farel.

Dia ini anak jalanan. Pengamen jalanan ini dilakukan bocah cilik agar ia memperoleh bekal ke sekolah. Orangtuanya tak mampu. Sejak kecil, Farel dibesarkan dengan lagu-lagu populer. Lagu yang laku saat dinyanyikam di depan warung atau perempatan lampu merah agar memperoleh receh atau lembar rupiah lainnya. 

Orangtuanya miskin. Bahkan, ketika Farel diundang ke Istana, kedua orangtuanya tidak ikut karena minder meneghadapi orang kota. Para pejabat dan pesohor. Para orang kaya. 

Cara Tuhan Berkehendak

Waktu tampil di Istana Negara di depan Presiden dan pejabat Negara, kedua orangtua Farel nonton di televisi tetangga dan YouTube ponsel milik teman. TV orangtua Farel sudah lama rusak. Belum bisa memeprbaiki. 

Orangtua Farel tak pernah mengajari anaknya harus menyanyi apa. Tak mungkin Farel menyanyikan lagu anak-anak seperti Balonku, Hela Rotane, Pelangi Pelangi atau Bebek Adus Kali. Di sekolah tak petmah diajari. Apalagi  di jalanan. Ia menirukan apa yang sedang populer di jalanan dan kampung-kampung. 

Farel yang kali ini nyanyi di depan Istana, ini karena perhatian seorang presiden seperti Joko Widodo, yang ingin menaikkan harkat anak jalanan, orang miskin ke langit harapan. Ini malah bisa jadi cara Tuhan mengangkat orang pinggiran ke awan impian manusia; popularitas, kesuksesan dan kesejahteraan.

Banyak orang tenar mendadak, tiba-tiba karena memperoleh leverage atau daya ungkit popularitas. Daya ungkit Farel adalah menyanyi di Istana Negara saat Upacara Perayaan Hari Kemerdekaan ke 77 Republik Indonesia. Banyak orang populer karena juga faktor keberuntungan, keinginan dan harapan tinggi. 

Faktor Keberuntungan

Bukan hanya Farel saja yang menyanyikan lagu Aja Dibandingke. Bukan hanya Farel, anak kecil yang mengamen demi sekolah dan hidup keluarganya. Banyak anak kecil memyanyikan lagu dangdut koplo. Bukan hanya Farel yang mengamen di jalanan demi bisa sekolah. 

Hanya, Farel memiliki keberuntungan karena sikapnya yang jelas sejak awal: ingin menyanyi, mencari uang buat keluarga, dan ingin populer. Hal ini ditunjukkan sejak 2018-2019, ia pernah ikut olah vokal di sebuah studio di Surabaya,meski Farel dari Banyuwangi. Itu menunjukkan ia memiliki cita-cita dan impian. 

Semua ini adalah bahan menarik dari faktor keberuntungan. Dan kali ini jatuh pada Farel. Lain kali, mungkin yang lain. Tak bisa dibanding-bandingkan karena setiap anak, setiap orang memiliki keberuntungannya sendiri. 

Wong ko ngene kok dibanding-bandingke (banding-banding)

Saing-saingke, yo mesti kalah

( Orang seperti begini kok dibanding-bandingkan/ Mau saing-saingan ya pasti kalah). 

TULISAN LAIN:

SpaceX Punya Satu Engineer Wanita Dari Indonesia

Mempertaruhkan Wibawa Universitas Gajah Mada

Ini Yang Harus Anda Lakukan Jika Terjadi Crypto Crash

Penyebab Kripto Tumbang oleh The Fed atau Mt Gox Membagi Bitcoin

Avatar photo

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.