Foto : Adrian Malec/Pixabay
Di dunia ini, tidak sedikit sang manusia yang pernah berniat dan nekad mau “membunuh diri.”
Ada yang memang sudah sungguh-sungguh berniat dan juga sudah terlaksana.
Ada juga yang sudah berniat, tapi tidak dapat dilaksanakan, dan ada juga yang sudah sungguh berniat, namun selalu gagal.
Bunuh diri.
Banyak komentar dan tidak sedikit juga yang mengutuki atau bahkan mencerca, “nyawamu itu, pemberian Tuhan lo, hidup, pun mati sang manusia, itu urusan Tuhan, lo.”
Kisah “niat bunuh diri” berikut ini, mungkin tergolong langka dan menarik untuk dicermati.
Adalah “William Cowper,” empat kali berniat untuk “bunuh diri,” namun juga, empat kali pula ia gagal.
Benarkah itu? Ya, benar!
Inilah kisah unik itu.
William Cowper berada dalam kondisi kacau, keputusasaan yang sungguh mencekam dirinya.
Dia mengalami stres berat. Baginya, memang tidak ada cara dan jalan lain, selain dia sungguh mau mengakhiri hidupnya sendiri.
Kenekadan pertama, dia akan bunuh diri dengan cara, “meminum racun.” Namun, nyata, dia gagal mengakhiri hidupnya.
Kesempatan kedua, disewanya sebuah kereta untuk mengantarkannya ke sungai Thames untuk melemparkan dirinya ke sungai yang suhunya sungguh dingin itu.
Namun, menurut kesaksiannya, bahwa saat dia hendak melompat ke sungai, secara sangat ajaib, namun ada yang terasa menahannya.
Dan kali ini pun dia gagal lagi untuk mengakhiri nyawanya.
Kesempatan ketiga, dia menerjunkan dirinya ke sebilah pisau tajam.
Apa yang terjadi, ternyata justru pisau tajam itu yang akhirnya patah.
Kesempatan keempat, dia akhirnya sungguh, “menggantung diri,” namun sebelum menemui ajalnya, dia segera diselamatkan orang sebelum menghembuskan nafas terakhir.
Beberapa saat kelak, iseng-iseng dia membaca alkitab, yang berpesan, bahwa hidup pun mati sang manusia, itu urusan Tuhan.
Dan upaya bunuh diri itu adalah tindakan berdosa.
Willian Cowper pun akhirnya mulai sadar, bahwa Tuhan sendirilah yang meredakan amukan badai dasyat di dalam dirinya.
Setelah lama dia kembali kepada Tuhan, suatu saat, dia pun menuliskan kata-kata berikut ini di dalam hati serta kesadarannya.
“Sungguh, Tuhan telah bergerak dengan cara misterius untuk menghadirkan keajaiban-keajaiban.”
“Dia telah menanamkan jejak kaki-Nya di kedalaman laut serta menunggang badai.”
“Di sumber air yang tak terukur dalamnya akan kemampuan yang tak pernah gagal.”
“Dia telah menyimpan aneka rancangan-Nya yang sangat gemilang.”
“Dia melaksanakan kehendak-Nya yang penuh kuasa.”
Saudara, Tuhan sendirilah yang akan meredahkan badai dasyat di dalan hatimu, karena DIA memiliki rancangan terhadap hidupmu. DIAlah sang damai sejati itu.
Mari, segera akhiri tindakan untuk bunuh diri, karena tindakan itu pasti bukan kehendak Tuhan.
Malang, 23 Oktober 2022



