Generasi Z(ombie) dan Kemiskinan di NTT

TAMPAKNYA hal itu belum sepenuhnya disadari pejabat pembuat policy program-program keluarga berencana yang bertujuan menekan angka kelahiran. Padahal lampu merah telah lama berkedip mengisyaratkan angka-angka kematian akibat kemelaratan bisa jadi petanda NTT dalam kondisi tidak baik-baik saja. Artinya angka pertumbuhan usia lansia yang memiliki tingkat harapan hidup labih panjang tidak sekedar dipahami sebagai sesuatu angka statistic menyongsong era aging population, tetapi lebih dari itu.

Mencari terobosan ekonomi dari proyek lintasan sirkuit Mandalika.

Angka harapan hidup lebih panjang, bisa saja ditafsirkan tingkat kehidupan masyarakat lebih terjamin dari sisi kecukupan gizi keluarga hingga memperpanjang rentang dapat menarik nafas lebih lama; akan tetapi sebaliknya bisa diartikan menambah panjang perseteruan memperebutkan kehidupan semakin sengit dengan generasi muda lainnya. Akibatnya, persaingan mempertahankan hidup di NTT agar tidak terjerembab menjadi miskin bisa jadi akan semakin kentara tahun depan.  Tidaklah keliru bila NTT terkategori sebagai wilayah termiskin di Indonesia.

Apalagi bila ditelisik hasil SP2020, tercatat jumlah penduduk laki-laki di NTT sebanyak 2.663.771 orang, atau 50,02 persen dari penduduk NTT. Sementara penduduk perempuannya 2.661.795 juta orang atau 49,98 persen dari penduduk NTT. Lantas apa tindakan pemerintah provinsi untuk mengatasi hal seperti itu. Tidak ada kata lain, kecuali gubernur dan perangkat di daerah berupaya menarik investor yang bersedia menanam modal di NTT. Pendekatan persuasive dan memerlukan lobi-lobi jangka Panjang yang musti segera dilakukan. Apalagi dalam waktu dekat track balapan motor GP, meski tidak berada dalam jangkauan terdekat, di Mandalika, toh tidak ada salahnya bila gubernur NTT mencari terobosan agar imbas ekonomi balapan motor GP dapat merembet ke Nusa Tenggara Timur. **#

Avatar photo

About Dahono Prasetyo

Pekerja Seni, Lulusan Akademi Seni Drama dan Film (1996), Penulis Skenario dan Kolumnis di beberapa media, tinggal di Depok