Seide.id- Suatu hari, saya ernah bilang begini pada teman, Didik Nur Yusuf, fotografer majalah Angkasa. “Enak banget lo ya bisa ikut merasakan naik pesawat baru tiap kali ada uji coba gratis.”
“Sori, Dhan. Selama jadi fotografer majalah Angkasa, gue gak pernah mau naik pesawat baru. Cukuplah gue ngambil gambar dari luar aja. Jujur. Gue takut.” Katanya sambil tersenyum dengan deretan giginya yang putih rapi.
Takut? Padahal setahu saya, dia sudah biasa terbang, bahkan sudah pernah menjadi pilot pendamping pesawat tempur F16.
Tapi entah kenapa, ketika pesawat Sukhoi RRJ 95B-97004 Superjet 100 milik Rusia melakukan demo penerbangan (road show) sebagai pesawat angkut sipil, dia ikut. Dan sialnya, pesawat itu jatuh menabrak Gunung Salak. Teman saya Didik dan Doddy (fotografer dan penulis) tewas bersama 42 penumpang lainnya.
Kemarin, istri saya dengan antusias ngasih tahu bahwa Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung akan menjalani uji coba non komersial. Sebelum beroperasi resmi penumpang bisa naik gratis selama 3 bulan (Agustus – Oktober). “Daftar yuk.” Rayunya.
Entah bagaimana, saya langsung ingat teman saya Didik. Didik si pemberani yang pernah nyobain naik pesawat tempur, ternyata juga penakut untuk mencoba pesawat baru. “Biar aja orang lain dulu.” Katanya.
Maka saya tolaklah ajakan istri main ke Bandung naik KA Cepat, “Enggaklah. Gak minat biar gratisan juga.”
Intinya, saya sejak dulu memang tidak punya nyali seperti orang lain untuk naik apa pun yang menurut keyakinan saya belum sepenuhnya aman. Jangan kan gratis, dibayar pun saya ogah.
Bukan karena kereta api cepat ini buatan China lho. Buatan Jepang atau Perancis sekali pun, saya tetap tidak minat. Kecuali yang sudah ada di negerinya sana.
Singkatnya, saya tidak pernah tertarik sama uji coba apa saja yang walau gratisan, tapi bersifat uji nyali, dan nyawa taruhannya.
Kalau sudah resmi berbayar, saya mau deh. Perkara nanti mengalami nasib tragis kayak pesawat sipil buatan Sukhoi, yang terkenal dengan kehebatannya membuat pesawat tempur, apa boleh buat. Itu namanya takdir.
Dan takdir juga kalau yang boleh mendaftar tiket gratis ternyata hanya akan diprioritaskan untuk warga di sekitar jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung, atau di sepanjang rel saja.
Yah baguslah.
Ramadhan Syukur






