Perjuangan Merawat Harkat Kehidupan – Menulis Kehidupan 270

Foto : Mohamed Hassan/Pixabay

Setiap pribadi manusia terlahir dari misteri, hidup dalam misteri dan mati pun dalam misteri. Tidak semua tuntas dipahami kenyataan kehidupan ini.

Pengalam tentang kehidupan di tengah sesama dan alam lingkungan semesta penuh tanya untuk dijawabi dan diberi makna. Sebuah proses perjuangan sepanjang kehidupan dalam sejarah manusia. Maka renungan perjuangan itu saya tuliskan dalam sajak:

Terus Mengisi Jiwa Raga

Seorang motivator bercerita:
Balon kosong terkena api
langsung meledak hancur
Tetapi
balon yang diisi air
ketika dibakar nyala api
ternyata bertahan tak meledak
karena ditopang isinya
Dan
ini menjadi sebuah pesan
bagaimana mengisi jiwa raga
agar bertahan hadapi problema
dan bisa mengatasinya
Mengisi hidup tiap pribadi

Raga perlu diisi
dengan kalori dan nutrizi
agar sehat dan kuat
untuk tumbuh kembang
dan memiliki daya energi
trampil melakukan berbagai hal
dalam kehidupan
Perasaan juga perlu diisi
dengan aneka kalori gizi
agar menyehatkan emosi pribadi
dengan kedewasaan diri
dalam menghadapi tantangan
dalam diri dan sesama

Pikiran perlu diisi
dengan ilmu  pengetahuan
dengan aneka kebijaksanaan
dengan ajaran nilai keimanan
dengan daya nalar bermutu
agar bisa merawat tubuh
agar bisa mengendalikan emosi
agar bisa mengisi hati
agar memandu jiwa sanubari
agar bisa memilah memilih
agar bisa membuat keputusan
dalam totalitas kehidupan pribadi
di tengah sesama manusia
di dalam alam lingkungan

Mengisi jiwa raga
adalah proses sepanjang masa
adalah keharusan pribadi manusia
Ketika mencintai kehidupan
Ketika menyadari harkat martabat
Ketika mau alami bahagia
Ketika mau memiliki makna
Ketika menemukan jati diri
Ketika mensyukuri asal usul
Ketika mendambakan tujuan ilahi
Ketika mau menjadi berkat
selama diberi nafas Ilahi
di tengah alam semesta ini

Mengisi jiwa raga
Ternyata
bukan hanya soal materi
bukan hanya soal harta
bukan juga soal posisi
bukan jabatan dan kuasa
Melainkan
soal kesadaran pribadi hakiki
akan jati diri pribadi
dalam relasi sejati alami
dengan diri sendiri
dengan sesama saudara insani
dengan alam semesta
dengan Sang Hanya Ilahi
Yang melebur dalam segalanya
Yang menjadi asal segalanya
Yang menyelenggarakan semuanya
Yang jadi tujuan seluruhnya
Isi jiwa raga pribadi
Isi alam semesta ini

Merenungkan Pembunuh dan Korbannya – Menulis Kehidupan 265