Inilah Firaun Berpengaruh di Zaman Mesir Kuno

Inilah Firaun Berpengaruh di Zaman Mesir Kuno

Barisan firaun ini ditampilkan, sekedar memebri tambahan informasi, betapa berbeda karakter setiap firaun. Lebih khsusus lagi para firaun ini memiliki peninggalan yang dikenang sampai sekarang.(Credit Wallhere)

Firaun bukan nama orang. Firaun adalah jabatan tertinggi di sebuah pemerintahan, sejajara dengan raja, kaisar atau presiden. Setiap fir’aun memiliki sifat tersendiri; baik dan buruk. Tidak bisa menyebut firaun jahat sebab banyak firaun yanga baik pula. Ini beberapa firaun yang ternama. 

FIRAUN DJOSER

Djoser merupakan seorang Firaun Mesir Kuno dari Dinasti ke-3. Putra raja Khasekhemwy dan ratu Nimaathap. Catatan sejarah menyebut, dia ini memerintah sekitar 2696 – 2649 SM dan menjadi salah satu yang paling terkenal. Saat berkuasa, Djoser mengawasi pembangunan piramida yang terkenal di Saqqara. Kelak piramida ini menjadi tonggak sejarah dalam arsitektur Mesir Kuno. 

FIRAUN KHUFU

Khufu merupakan Firaun Mesir Kuno dari Dinasti Keempat. Khufu berasal dari Kerajaan Lama dan memerintah sekitar 2589 – 2566 SM. Jika konotasi firaun adalah jahat, bisa dilihat tindak-tanduk firaun satu bernama Khufu ini. Selain jahat, juga kejam. Salah satu warisan atau peninggalan terbesarnya adalah Piramida Agung Giza yang menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Struktur monumental merupakan bukti kecanggihan arsitektur Mesir yang luar biasa. Selain itu, piramida ini juga digunakan sebagai tempat peristirahatan terakhirnya setelah mati.

FIRAUN HATSHEPSUT

Hatshepsut adalah firaun perempuan. Ia berhasil menjadi salah satu wanita yang mengambil peran sebagai Firaun. Hatshepsut adalah istri dari Thutmose II. Saat suaminya meninggal, anak mereka yang seharusnya menjadi pewaris baru berusia dua tahun. Hal ini membuat sang ibu mengambil peran Firaun dan menjalankan pemerintahan. Dalam kepemimpinannya, Hatshepsut berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Ia firaun yang baik. Salah satu hasilnya adalah membangun ulang rute perdagangan penting serta menjadi pengawas periode perdamaian yang cukup panjang. 

FIRAUN THUTMOSE III

Thutmose III merupakan anak Hatshepsut. Dia mengambil alih kekuasaan saat ibunya meninggal pada tahun 1458 SM. Dia mulai memerintah hingga 1425 SM. Dalam tugasnya sebagai Firaun, dia mendapat reputasi sebagai seorang jenius militer. Terkadang, bahkan Egyptologist menyebutnya sebagai Napoleon dari Mesir. Thutmose III tidak pernah kalah dalam pertempuran dan eksploitasi militernya menjadikan dirinya banyak mendapat hormat dari rakyatnya. Ini firaun yang baik dan terhormat. 

FIRAUN AKHENATEN

Putra Amenhotep III ini semula bernama Amenhotep IV. Namun, dia mengubah namanya menjadi Akhenaten sesuai keyakinan monoteistik radikalnya. Arti nama barunya ini adalah ‘ Dia yang melayani Aten (Dewa Matahari) ’. Keyakinan agama Akhenaten ini membuatnya memindahkan ibukota mesir dari Thebes ke Amarna dan menamakannya Akhetaten atau Horizon of Aten. Istrinya, Nefertiti, turut memainkan peran penting dalam revolusi agama suaminya. Selain menjadi istri Firaun Kuno, Nefertiti juga terkenal berkat patung batu kapurnya. Ini adalah salah satu karya seni Mesir kuno dan dapat ditemukan di Museum Neues.

FIRAUN RAMSES II

Pemerintahan Ramses II pada 1279 – 1213 SM sering disebut sebagai yang terbesar dari Dinasti ke-19 atau masuk era Kerajaan Baru. Ayah 96 anak ini memiliki reputasi yang cukup memukau dalam sejarah Mesir. Salah satunya adalah membangun kekuatan militer yang kuat. Selain itu, banyak juga warisan arsitektur dari pemerintahannya yang menjadi bukti kekuasaannya.

CLEOPATRA II

Penguasa aktif terakhir kerajaan Ptolemaic Mesir, Cleopatra memimpin hari-hari terakhir kekaisaran Mesir. Namun, ketenarannya tetap hidup melalui cerita-cerita rakyat. Dia berkuasa sekitar 51 – 30 SM setelah menggulingkan suaminya. Dia dikenal sebagai politikus dan diplomat yang cerdik serta membawa kerajaan ke arah perdamaian. Namun, kekuasaannya harus berakhir di tangan Romawi. Kekalahan inilah yang membuatnya bunuh diri dengan meminum racun yang mematikan. 

Sumber SindoNews, Wikipedia, Raja-Raja Mesir Kuno Foto: Google

Uang Kripto Penting Untuk Masa Kini dan Masa Depan

Kripto Artis Meraup Triliunan Tanpa Pengamanan

Jejak Digital Seorang Penulis

SEIDE

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.