Jablay Ideologis dan Jablay KTV

Dua perempuan belia yang sama sama menyebarkan virus dan membahayakan publik dan merepotkan negara

Oleh DIMAS SUPRIYANTO

Ketika para pelarian dari Indonesia di Suriah yang tergabung dengan ISIS menyesali nasib karena tertipu dan ingin kembali ke tanah air, ke bumi Pancasila, seorang perempuan muda belia yang jelas sekali nanggung kecerdasannnya menghebohkan media sosial karena mengaitkan kemampuan Pancasila menangani pandemi Covid 19 dan menuduh dana penanganan pandemi dikorupsi elite.

“Kalau memang Pancasila itu unggul dan bisa jadi solusi problem bangsa bangsa, Pancasila tak perlu dilindungi. Orang orang akan sukarela ikut Pancasila. Dan buktikan saja Pancasila itu unggul minimal dalam mengatasi Corona lah, ” katanya.

Bagi remaja seumurnya ini retorika yang logis dan cerdas. Memukau. Remaja seumurnya dan mereka yang kecerdasannya nanggung dan sok pintar – jelas mudah termakan. Dan itu membahayakan masa depan bangsa.

Dia tidak menawarkan solusi. Pembicaraannya fokus menggembosi Pancasila: ideologi warisan bapak pendiri bangsa yang telah mempersatukan suku bangsa dari Sabang sampai Merauke.

Jawaban untuk pernyataanya mudah. Tidak ada satu pun ideologi yang kebal terhadap pandemi Covid 19 . Warga Negara Sosialis – Komunis – Kapitalis – Islamis, semua terpapar virus Corona.

Negeri China diberitakan kini sudah cukup aman dan bisa mengendalikam virus. Dan China negeri Komunis. Apa dia menggagas agar Indonesia jadi Komunis. Rasanya sih tidak.

Jika merujuk pada penampilannya – dengan dandanan sebagai muslimah – dia akan menawarkan Islam dan khilafah. Apakah negara Islam – Arab Saudi dan negara teluk juga Turki yang dipuja kaum kadrun – bebas dari Covid 19? Nyatanya tidak. Kabah pun sempat ditutup. Pakistan Afganistan dan Iran semua terkena Covid.

Lalu apa maksudnya apa dengan pernyatan Pancasila tak bisa menangani pandemi?

Nampaknya dia sedang tes ombak. Mungkin juga dia diumpan oleh para ideolog di belakang layar. Jablay ideolois. Mungkin juga sebenarnya dia cuma korban indoktrinasi yang lagi kesurupan. Lalu meracau di media sosial.

Tapi jelas dari uraian dan paparannya dia sudah keracunan berat oleh ideologi anti Pancasila dan membahayakan. Jadi memang harus dikandangkan dan diisolasi.

Perempuan perempuan ISIS. Terpukau janji manis romantisme negeri Islam dan berkhir jadi budak seks.

Kita sedih lihat anak anak Indonesia berwajah Indonesia potongan Indonesia lebih Arab dibanding Arab lebih Islam dari islam – seperti ISIS.

Tinggal satu dua langkah lagi untuknya membunuh orang dan membahayakan publik. Jika dibiarkan dia juga akan berteriak pemerintah “thougud”, kafir. Lalu bergabung dengan Perbakin, belajar nembak dan mendatangi Mabes Polri atau pos polisi seperti para pendahulunya. Jadi “Lone Wolf”.

Saya sungguh khawatir bila dia dibiarkan. Syukurlah akhirnya memang ditangkap. Seperti paparan virus Covid 19, bukan soal keberaniannya, mengritik pemerintah, negara dan Pancasila melainkan seberapa luas paparan ideologi radikal yang dia sebarkan dan telah meracuni anak anak kita.

Gadis gadis seumurnya yang sadar keIndonesiaannya – tak terkontamunasi ideologi radikal – seharusnya sedang berlatih menari Saman, Tari Piring, Serampang 12, Jaipong, Gambyong atau tari Pendet. Bukan menganalisis ideologi yang tak sepenuhnya dia kuasai tapi dengan percaya diri – meracau dia media sosial. Menyebarkan virus ideologi anti Pancasila.

SINGAPURA negeri mini jiran kita juga baru dihebohkan oleh munculnya virus. Virus yang dibawa perempuan pecun, jablay, wanita penghibur dari Vietnam.

Lokasi karaoke yang diduga menjadi lokasi penyebaran baru Covid 19 di Singapura. foto TST

Singapura belum lama dengan percaya diri menganggap virus Corona sama dengan virus flu. Nampaknya semua warganya sudah divaksin. Dan kasus menurun drastis. Lalu membuka diri kepada turis.

Maka datanglah jablay Vietnam mengadu untung di Karaoke TV (KTV) menemani laki laki hidung belakang. Dengan segala macam keintiman yang kita tidak tahu persisnya, jablay itu ternyata menbawa virus. Dia positiv Covid. Maka gegerlah dinas kesehatan setempat.

Dalam pengakuannya setidaknya dia berinteraksi dengan 97 laki laki di berbagai KTV. Karena dia pindah pindah. Jafo kupu kupu, dari satu KTV ke KTV lain. Satu orang membawa virus menggegerkan satu negara.

Ada persamaan jablay Vietnam di Singapura dengan jablay anti Pancasila yang ditangkap di sini. Sama sama menebarkan virus yang membahayakan banyak orang. Bikin repot aparat negara. ***

Avatar photo

About Supriyanto Martosuwito

Menjadi jurnalis di media perkotaan, sejak 1984, reporter hingga 1992, Redpel majalah/tabloid Film hingga 2002, Pemred majalah wanita Prodo, Pemred portal IndonesiaSelebriti.com. Sejak 2004, kembali ke Pos Kota grup, hingga 2020. Kini mengelola Seide.id.