Jakaba, Solusi Pertanian Tanpa Pupuk Kimia

Jakaba, Solusi Pertanian Tanpa Pupuk Kimia

Jakaba, terbuat dari bahan sederhana seperti cucian beras, dedak, akar tanaman puteri malu, tauge, gula, kapur gamping dan terasi yang menghasilkan tanaman tambah subur, usia panjang dan anti penyakit fusaarium ( Layu Daun) yang sering membuat petani rugi. ( Foto: Shoppee)

Jika banyak petani yang mengeluh mahalnya harga pupuk tanaman, mungkin saatnya sekarang bisa tersenyum. Tanpa pupuk mahal yang biasanya menghabiskan 30% beaya penanaman, sekarang petani bisa lebih irit dan menghasilkam untung lebih, dan organik. Dengan Jakaba, semua tanaman dapat memproduksi lebih banyak dan lebih cepat, selain menghilangkan penyakit. 

Jakaba adalah jamur yang ditemukan oleh petani asal Situbondo bernama Aba Junaidi Sahid. Saat itu, Aba sedang memprsiapkan PGPR untuk tanamannya. PGPR adalah Plant Growth Promoting Rhizobakteri. Yakni  sejenis bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman. Bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman. Bagi tanaman apa saja, keberadaan mikroorganisme ini akan sangat menguntungkan. Baik pada tanah maupun pada tanah. 

Tak Sengaja 

Saat Aba sedang melakukan percobaan dengan air serei wangi, ia ingat bahwa saat itu sedang musim hajatan. Para ibu di dapur menanak nasi. Banyak air cucian beras akan dibuang dan Aba meminta agar ditaruh di ember khusus. Namun sebagian air cucian beras sudah dibuang dan mengenai tanaman. Sebagian lupa ditaruh hingga berminggu-minggu. Saat emebr tempat aiar cucian dibuka, ada jamur di atasnya. Anehnya, tanaman yang kena air leri atau cucian beras itu malah tumbuh subur. Tanaman yang tadinya layu juga menjadi subur. 

Berkat kejelian seorang petani tradisional, Aba Junaidi yang memang telah lama menjadi penyuluh pertanian, melakukan beberapa percobaan, hingga akhirnya munculnya pupuk cair ajaib yang diberi nama Jakaba ( Jamur Keberuntungan Abadi). Nama itu ia kemukakan saat ditanya Walikota Situbondo pada waktu diadakan syuting untuk konten pertanian oleh Dinas Kominfo yang membahas pupuk. 

Pupuk Abadi 

Karena dari cairan itu muncul jamur dan tidak setiap orang bisa menghasilkan jamur. Dan jika memeprolehnya, maka sampai kapanpun akan menjadi pupuk abadi. Maka ia singkat menjadi Jakaba. 

Terbukti, dengan pupuk cair Jakaba ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk hayati atau pupuk organik yang dapat diaplikasikan pada semua jenis tanaman pertanian.

Jakaba, menurut petani yang pengalaman mengaplikasikan, kaya akan mikroorganisme dan unsur hara makro mikro. Unsur ini bermanfaat dalam membuat tanaman menjadi subur dan mempernaiki ahan pertanian. 

Kisah Aba saat membuat Jakaba mengatakan bahwa Jakaba yang terbuat dari air cucian beras yang didiamkan selama 2 minggu, tak selalu berhasil. Konon tergantung individu.

Alasan yang kurang masuk akal tersebut membuat beberapa petani mulai merekayasa Jakaba dengan berbagai proses. 

Percobaan Akademis

Salah satu Penyuluh Pertanian Lapangan Rizal Anshar S.ST,MM yang seorang akademis kemudian melakukan penelitian tentang Jakaba dan melahirkan proses Jakaba Super yang jika dibuat, pasti jadi. Tidak seperti Aba Junaidi yang Jakabanya bisa mucul untung-untungan. Ia bahkan membuktikan melalui pengujian mikroskopik dimana terlihat mikroba dalam jumlah ratusan juta bahkan miliaran, yang bermanfaat bagi tanaman dan kesuburana tanah lingkungan. 

Berikut cara membuat Jakaba Super Pasti Jadi :

1). Buat  PGPR terlebih dahulu dengan merendam 1-2 kilogram akar bambu dengan 10-15 liter air hujan atau air yang telah direbus selama 2 hari.

2). Siapkan tauge atau kecambah yang telah direndam selama 2 hari dengan menggunakan air hujan. Setelah dua hari, blender halus tauge beserta air rendaman.

3). Siapkan dedak ( bekatul) halus sebanyak 2 kilogram, 1-2 bungkus trasi kecil, 200 gram gula pasir, 2-3 sendok makan kapur sirih dan air hujan sebanyak 15 liter sebagai pengencer.

4). Setelah semua bahan diatas terkumpul, rebus ( atau goreng menggunakan wajan) dedak bersama terasi, gula, dan kapur sirih hingga mendidih rata, lalu diamkan sejenak hingga dingin.

5). Setelah dingin, masukkan adonan dedak yang telah dimasak tersebut ke dalam rendaman akar bambu, lalu masukkan juga blenderan tauge.

6). Aduk hingga merata, lalu tutup dengan menggunakan kain dan ikat rapat-rapat menggunakan karet. Jangan sampai ada binatang atau kotoran masuk. Perlunya kain adalah agar ada udara melalui pori-pori kain sehingga mikroba bisa hidup dan Jakaba bisa berkembang biak. 

7). Simpan wadah di tempat yang sejuk, gelap dan hindari dari terkena sinar matahari langsung, dan jangan digoyang.

8). Tunggu 21 hingga 30 hari. Jakaba muda akan mulai muncul pada hari ke 21 setelah pemeraman. Namun untuk memperoleh Jakaba Super, biarkan hingga 37 hari-40 hari. Kelak akan muncul Jakaba Super dan pasti jadi. 

Pada hari ke 37, Jakaba Super siap diaplikasikan. Masukkan air rendaman Jakaba dan bagi dalam beberapa tempat dicampur dengan air biasa dengan komposisi 10 mili air Jakaba dicampur dengan air biasa 1 liter ( 1;100) Sekarang, pupuk cair Jakaba Super siap diaplikasikan ke tanaman apa saja. 

Menghilangkan Penyakit Fusarium

Untuk terus bisa menghasilkan pupuk cair, anda hanya perlu menampung air cucian beras sebanyak 10 liter pada Jaka Super, simpan selama 7 hari, maka pupuk cair organik siap dipakai untuk tanaman apa saja.

Selain membuat subur, air Jakaba juga menghilangkan penyakit yang biasanya menggerogoti tanaman, yakni fusarium atau layu daun. Jakaba kaya akan unsur nitrogen dan phospot yang sangat dibutuhkan tanaman pada masa vegetatif. Tanaman yang kerdil juga akan tumbuh besar saat disiram dengan pupuk cair Jakaba ini.

Kini saatnya petani tersenyum tanpa terbebani oleh berbagai pupuk yang menyedot anggaran bercocok tanam, selama ini.  

BACA JUGA

Pertanian Masa Depan: Otomatisasi Pertanian

Ekosistem Pertanian

Investasi Cabai : Pedas Rasanya Nikmat Hasilnya

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.