Jangan Menangis Afghanistan

Jangan Menangis Afghanistan

Mulai kemarin, Taliban melarang para perempuan kuliah, bekerja dan berkeliaran sendirian. Taliban sekarang adalah Taliban yang dulu yang selalu membuat warganya ketakutan dan hidup dalam kengerian.

Mereka yang sejak awal mendukung dan memuja Taliban, pasti malu dan kecewa. Apalagi beberapa kelompok perempouan Indonesua yang berniat pergi ke negara para Afghan (  Pashtun) itu. Afghanistan kembali ke masa sebelum Amerika meninggalkan negeri itu. Afghanistan telah kembali ke masa terburuknya. 

Mulai hari ini, Taliban melarang semua perempuan  Afghanistan kuliah di perguruan tinggi. Padahal awal Oktober kemarin, Taliban mempersilakan para gadis-gadis Afghanistan mendaftar ke berbagai perguruan tinggi yang tersedia 

Namun keputusan kemarin bahwa perempuan tidak boleh kuliah , tidak boleh keluar rumah, membuktikan Taliban tidak berubah. Taliban sekarang ini adalah Taliban yang pada tahun 1990 melakukan berbagai larangn bagi perempouan untuk melakukamn berbagai aktivitas layaknya kaum pria. Taliban sekarang ini adalah Taliban dulu yang melarang perempuan bekerja, ke luar rumah, melakukan kegiatan sosial dan perempuan yang bekerja. Taliban sekarang ini, jelas sama dengan Taliban yang dulu juga.

Waktu Taliban mengambil alih Afghanistan tahun 2021 dan mengusir tentara Amerka, banyak orang Indonesia bersosrak-sorai, pesta pora menyambut kedudukan Afghanistan di bawah Taliban. Mereka menganggap Taliban sebagai simbol perlawanan dan kemenangan terhadap Barat, khususnya Amerika. 

Mereka- baik di Indonesia maupun dimana saja- yang dijanjikan bahwa Taliban sudah berubah, lebih manusiawi dan lebih modern-, pasti salah dan kecewa. Taliban tetap Taliban yang melanggengkan kekuasaan dalam bungkus agama melalui berbagai larangan terhadap nasib perempuan yang ingin merdeka sebagaimana perempuan Islam lainnya. Taliban yang sama yang selalu menggencet warganya yang tidak taat dan melanggaran larangan agama. 

Taliban sekarang yang saat mengambil alih Afghanistan dan  berjanji telah berubah, adalah kelompok yang selalu bicara omong kosong dan penuh pipu daya. Mereka tetap kelompok Islam garis keras yang membuat Islam modern malu atas perbuatan mereka sendiri, 

Maka, sungguh berbahagia warga Afghanista yang sempat melarikan diri dari negerinya sendiri untuk mencari negara yang lebih bebas, merdeka dan manusiawi, dan lebih terbuka pada manusia lain. 

Tulisan ini, sekaligus memperingatkan , jika benar ada sekelompok perempuan yang akan pergi ke Afghanistan untuk mencari negara yang sangat islami, sebaiknya mengurungkan niatnya, sebab Taliban tetap Taliban yang kolot dan sangar. Itupun jika bisa diingatkan. Sebab sering, orang yang sudah “ mabuk” agama,  tidak menggunakan akal pikiran cerdasnya. 

Barangkali, jika nanti ada kabar tentang Afghanistan, tentulah jerit tangis warga Afghanistan yang terjebak  dalam kekuasaan para tentara lelaki yang menganggap peperangan gaya hidup mereka.  

TULISAN LAIN

Taliban Membunuhi Mantan Aparat Keamanan Afghanistan

Ribuan Pengungsi Terakhir Afghanistan di AS Telah Meninggalkan Kamp Penampungan

Taliban Menghancurkan Patung Hazara Pejuang Afghanistan Yang Anti Taliban

Avatar photo

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.