*Ditunggu Jodoh*

Berjodoh itu tidak melulu hubungan antara laki-laki dan perempuan. Bisa juga soal rumah yang bakal jadi hak milik. Rumah itu seperti sedang menunggu kita. Untuk dibeli, dimiliki, dan tempati.

Hal itu sungguh terjadi dan saya alami 5 tahun yang lalu. Tepatnya Pebruari 2017.

Kejadian ini berawal dari keinginan saya, seusai pensiun ingin menetap di kampung halaman, kota A. Saya ingin mempunyai rumah yang tidak jauh dari gereja.

Saya lalu tertarik pada sebuah rumah kuno peninggalan Belanda. Kebetulan lokasinya di seberang gereja. Rumah itu tampak adem, karena ditumbuhi banyak pepohonan. Dan… seakan menggapai saya agar didatangi untuk dibeli!

Dari tetangga, saya memperoleh info, rumah itu kosong dan dijual lewat agen perumahan, bahkan sudah lama diiklankan.

Saya mencoba untuk memperoleh nomor telepon yang empunya rumah. Alasannya, berhubungan dengan pemilik tentu harganya jauh lebih murah dibandingkan lewat agensi. Tapi sayang, tidak ada tetangga yang punya nomornya. Karena pemiliknya telah pindah ke Mertoyudan.

Keinginan yang kuat membuat saya makin bertekun dalam doa sambil membayangkan memiliki rumah itu.

Tiga bulan kemudian doa saya terjawab. Kakak saya bertemu dengan teman pemilik rumah, dan memberi nomor telepon mbak Ag.

Transaksi jual beli berlangsung tidak bertele-tele, cepat, bahkan fantastis. Dalam tempo seminggu terjadi deal harga. Sehingga saya harus mudik kembali ke kota A.

Bukan suatu peristiwa kebetulan atau ndilalah, jika rumah kuno itu akhirnya saya beli. Melainkan, hal itu terjadi sebagai ketetapan Allah, dan sesuai rencana-Nya.

Dalam perbincangan dengan mbak Ag, ternyata di lemari almarhum ayahnya itu tersimpan majalah H yang memuat profil saya.

“Semua ini sudah diatur oleh-Nya, mbak,” kata saya agak tergagap, karena menahan haru.

Mbak Ag mengangguk meng-iya-kan.

Saya dan istri beradu pandang. Lonceng gereja berdentang tanda tengah hari. Kami pun tidak bisa menolak, ketika ditawari pecel semanggi oleh mbak Ag.
(Mas Redjo)

About Mas Redjo

Penulis, Kuli Motivasi, Pelayan Semua Orang, Pebisnis, tinggal di Tangerang