Seide.id -Tanpa ampun si jago merah melahap sekelilingnya. Depo BBM Plumpang Jakarta Utara, kebakaran pada Jumat pukul 20.11 (3 Maret 2023) malam
Dalam sekejab, api menjalar melahap kawasan sekelilng yang padat dengan hunian warga. 17 warga meninggal. 50 orang luka bakar. 1.000 orang kehilangan tempat tinggal. Suatu insiden memilukan.
Adakah yang menyangka ini akan terjadi?
Meski juga paham bahwa bermukim di daerah tersebut sangat berbahaya, namun adakah juga yang mau perduli dan berteriak pada warga, “Jangan tinggal di situ.. Berbahaya..Ledakan bisa terjadi sewaktu-waktu..”
Ada.. Ahok, Basuki Tjahaja Purnama, BTP.
Pada 2012, semasa BTP masih menjabat sebagai Wakil dan Jokowi sebagai Gubernur DKI-Jakarta, BTP sudah bicara tentang kekuatirannya akan terjadinya kebakaran dan antisipasinya.
Pasangan ini memang ingin menyediakan hunian yang layak, aman, bagi warga yang tidak mampu. Merelokasi warga Plumpang ke tempat yang layak dan aman adalah salah satu program yang ingin direalisasikan oleh Pemprov DKI dengan menggandeng Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan Pertamina.
Seperti diketahui, Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang dinilai sebagai terminal BBM terpenting di Indonesia. Hal ini karena Plumpang mensuplai ke sekitar 20 persen kebutuhan BBM harian di Indonesia, atau ke sekitar 25 persen dari total kebutuhan SPBU Pertamina.
Bisa dibayangkan betapa dasyatnya jika hal buruk terjadi. Mengerikan..
Rp 600 miliar pun dicanangkan untuk membeli lahan. Pemprov akan membeli lahan di belakang depo untuk mengeluarkan warga dari area yang sangat berbahaya tersebut.
Selanjutnya, sepeninggal warga, Pertamina akan membangun pengaman di area tersebut.
“Tanah Pertamina yang di Plumpang, belakang depo. Sudah ngomong sama Pertamina, intinya akan bikin zona pengaman (jika tiba-tiba depo terbakar-red)” tutur Ahok di sela-sela melayat mantan Gubernur DKI Wiyogo Atmodarminto di rumah duka, JI Banyumas, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/10/2012)
Selain merealisasikan dengan Menpera Djan Faridz dan Dirut Pertamina Karen Agustiawan, Ahok juga akan meminta PD Pasar Jaya menyumbangkan aset tanahnya.
“Ganti dirut kalo nggak mau kasih,” ancam Ahok.
Perencanaan Rusun
Pada 2013, Wagub telah melakukan rapat dengan tim dari Pertamina. Keinginan rancangan Ahok untuk rumah susunp warga dibahas. Tapi biaya pembangunan bukan tanggungan Pemprov.
Pada rancangan tersebut, Ahok sudah memikirkan penanggulangan biaya. Ia ingin lantai bawah disewakan untuk pertokoan.
“Supaya ada dana untuk pemeliharaan.. Nanti ada koperasi yang akan kelola,” ujarnya.
Suatu hunian lengkap dengan fasilitas sampai pada sekolah dan puskemas, sudah dirancang. Sejumlah 500 rusun akan dibangun pada tahap awal.
Namun upaya Ahok untuk merelokasi yang adalah untuk mengeluarkan warga dari bahaya kebakaran dan ledakan, mendapat perlawanan keras dari warga Plumpang.
Sama seperti ketika Ahok ingin merelokasi warga sekitar waduk Pluit, muncul perlawanan dari warga.
Padahal Ahok berkeras karena melihat bahaya besar bisa terjadi sewaktu-waktu. Jika tanggul itu jebol, “Bisa ribuan orang mati, apalagi malam hari.” ungkapnya.
Ngototnya Ahok, membuahkan hasil, meski ada juga yang mencaci. Tapi sepertinya ia tidak perduli dicaci, dibanding membiarkan warga masuk dalam bencana. Waduk itu dibuat tahun 1960.
Kontrak politik Plumpang
Upaya Ahok untuk menyelamatkan warga Plumpang yang mendapat perlawanan keras dari warga, menjadi alat politik yang digunakan Anies untuk meraih suara warga, menuju DKI 1.
Pasalnya, pada kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan melakukan kontrak politik. Menjanjikan akan memberi sertifikat. Tuntutan warga agar Anies melegalkan kepemilikan tanah karena mereka telah menetap selama lebih dari 20 tahun, akan dipenuhi.
Dari meminta sampai memohon
Kala itu, Ahok yang masih menjabat Gubernur sudah mewanti-wanti dan memohon agar Anies tidak menjanjikan Tanah Merah yang menjadi sengketa.
Dalam upaya untuk menyelamatkan warga, Ahok pun bersedia memberikan data-datanya meski Anies adalah lawan politiknya.
Ahok juga meminta Anies untuk datang ke Balai Kota, ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Rasa kasihan, membuat ia mengabaikan bahwa dirinya adalah Gubernur dan Anies adalah orang yang tengah mengincar kursinya
“Pak Anies, tim suksesnya itu datanglah ke Balai Kota minta ke Bappeda semua. Semua open data, semua ada. Kasihan kalau sampai ngomong sesuatu janji sesuatu yang tidak mengerti masalah,” ujar Ahok
Tampaknya Ahok tidak perduli ia sudah ngotot meminta sampai memohon, tetapi diabaikan.
Sama seperti ia tidak perduli ketika lawan politiknya menyebutnya, “Menggusur itu tidak manusiawi.”
“Saya tidak tidak menggusur.. Saya merelokasi. Saya memindahkan warga ke tempat yang layak. Lebih tidak manusiawi lagi kalau saya membiarkan warga hidup di tempat yang tidak layak dan tidak aman,” ujarnya.
Tanah Merah Plumpang
Terhitung sejak 2017, telah tujuh tahun Ahok tidak lagi memimpin Jakarta. Daerah pemukiman Tanah Merah Plumpang sudah sangat padat. Hidup empet-empetan bak sardencis.
Sementara, saat ini beredar surat kontrak politik Anies dan ucapannya. Permintaan warga, jika Anies jadi Gubernur jangan ada lagi upaya untuk menggusur warga, tidak ditolak oleh Anies.
Secara telak, Anies Baswedan telah ‘mengalahkan‘ Basuki Tjahaja Purnama yang berkeras merelokasi warga. Bahkan telah meminta sampai memohon kepada Anies, “Pak Anies… datanglah ke Balai Kota..,” demi menyelamatkan warga Plumpang.
Kalah karena Anies telah memenuhi janji politiknya dengan memenuhi permintaan warga agar tidak merelokasi mereka dari lahan berbahaya dekat depo BBM.
Di Tanah Merah yang telah memerah dan memakan korban jiwa, pernah ada upaya kerja keras dan permintaan memohon bak mengemis, jangan ijinkan warga tinggal di situ..
demi keselamatan warga…
(ricke senduk)
Detik-Detik Kebakaran di Depo Pertamina Plumpang Jakarta






