Ketika ‘Kuntilanak’ Jualan Papeda Hik..Kik.. Kik.. Kik

Seide-id -Hik.. kik.. kik..kik..kik.. Suara hantu Kuntilanak cekikikan di siang bolong dan kadang malam hari.

Dengan wajah putih menyeramkan, baju putih yang melambai-lambai, Kuntilanak ini bersepeda keliling kampung di Pekalongan, Jawa -Tengah.

Hik..kik..kik..kik..kikk..

Tapi anak-anak kecil bukannya lari kalang-kabut bersembunyi mendengar cekikikannya, ealah.. mereka malah lari mendekat dan merubungi Kuntilanak ini.

Rupanya kehadiran Kuntilanak bersepeda ini sudah di tunggu-tunggu oleh anak-anak dan para ibu.

Sang Kuntilanak pun segera turun dari sepeda, mengambil wajan dan menaruh olahan Papeda.

Sambil mengolah Papeda ia cekikikan, meladeni para pembeli yang antri.

  • Papeda makanan berupa bubur sagu. Kuliner khas dari Maluku, Papua, dan beberapa daerah di Sulawesi ini telah merambah ke daerah lain.

Dagangan Kuntilanak ini pun laris manis.
Dan dengan wajah dan penampilannya yang menyeramkan, ia jadi ajang selfie . Heboh.

Video Kuntilanak pada tujuh bulan lalu, kembali beredar dan jadi perbincangan mereka yang baru kali ini mendengar cekikikannya.

Pemikiran Cerdas

Adalah Lia Afidah, gadis dengan gagasan cerdas yang tidak mau terpuruk dengan situasi yang ada.

Sejak pandemi, siang malam ia jadi Kuntilanak untuk menjajakan dagangannya.

Boleh dibilang, ini salah satu strategi bisnis. Dan ternyata ampuh menarik pelanggannya

Penampilan Lia dengan dandanan yang menyeramkan, jadi brand imej untuk dagangan Papeda-nya.

Dengar saja apa alasannya ia berdandan seperti Kuntilanak?

“Ya.. Biar biar berbeda dari yang lainnya saja,” jawab Lia polos.

Jawabannya memang sederhana. Tapi itu pemikiran cerdas.

Tanpa Lia sadari, ia sudah menjalankan salah satu rumusan yang ada dalam strategi bisnis.

Sedang komentar para pembeli?

“Menarik. Kreatif..,” kata pembeli.

Bagaimana dengan anak-anak. Apakah mereka takut?

“Pada suka dengan kostum yang seperti ini. Kalau selain yang kostum ini, jarang beli, ” ungkap ibu pelanggan.

Lia mungkin sosok yang tidak dikenal selain di kampungnya

Tapi ia adalah Kuntilanak cerdas yang tidak mau terpuruk dengan situasi pandemi.

Hik..kik..kik..kik…
(ricke senduk)

About Ricke Senduk

Jurnalis, Penulis, tinggal di Jakarta Selatan