Kiat Warung Indonesia di London, Bertahan di Masa Pandemi

Saat BBC News Indonesia berkunjung, ada dua pelanggan yang sempat kami tanyakan apa yang mereka suka.

“Saya pernah ke Bali tiga tahun lalu. Rasa masakan di sini sama dengan yang pernah saya rasakan, enak sekali,” kata seorang perempuan muda yang datang bersama ibunya.

Sementara seorang pemuda yang minta sambal banyak ke Pino dan mengaku sebagai pelanggan tetapnya mengatakan, “Saya biasa pesan Nasi Padang dengan rendang… juga sayur nangka. Warung ini tempat masakan terenak yang pernah saya coba.”

Zukni Legowo kedatangan tamu Indonesia

Dalam dua tahun terakhir ini, kata Pino, pengamatan soal pelanggannya adalah “60% orang Indonesia, selebihnya orang lokal. Jadi untuk orang Indonesia sendiri yang lebih banyak mereka pesan adalah Nasi Padang, bakso, gado-gado, mie ayam. Dan yang orang lokal banyak pesan rendang daging dan sate ayam.”

Pino mengatakan salah satu tantangan terbesar adalah tingginya biaya, baik untuk operasional ataupun sewa.

“Untuk satu tahun rental itu sebesar antara £60.000-£100.000 (Rp1,16 miliar-Rp1,93 miliar). Plus semua keperluan di dapur seperti kompor, peralatan masak, dan segala macam.”

Zukni mengatakan mengerjakan sebagian besar sendiri untuk menekan harga.

Biaya tinggi juga merupakan tantangan bagi Zukni, pemilik Triple Hot Spicy. Ia mengatakan mengakalinya dengan mengerjakan sebagian besar sendiri dan dibantu sang istri.

“Mulai dari belanja, masak, bersih-bersih, sampai melayani di kafe ini, semua harus saya kerjakan sendiri. Istri membantu memasak dan menyiapkan di rumah,” ceritanya.

Zukni Legowo dan Pinondang Sinaga dengan warung khasnya yang menyajikan kuliner Indonesia

Makanan yang telah dimasak di rumah ini, dipanaskan kembali di tempatnya berjualan.

Nasi Padang dan mi bakso juga menjadi andalan Zukni, selain es cendol dan jajanan pasar. Ada satu rak di kafenya yang berisi berbagai panganan kering Indonesia.

Zukni mengatakan sudah cukup lama membuat bakso dan menjualnya secara daring serta di berbagai bazar acara masyarakat Indonesia. Pekerjaan sebelumnya adalah supir mengantar tamu-tamu dari Indonesia.

Namun, pandemi Covid membulatkan tekadnya untuk menekuni usaha kuliner ini.

Ia menyebut prosedur ketat seperti izin usaha dan urusan pajak merupakan salah satu hal yang perlu dia lalui, sebelum dapat membuka warung ini. Dan untuk mengetatkan dana, semua dia kerjakan sendiri.

“Semua itu serba berbelit-belit dan susah ya tapi selama kami ikuti, perbaiki, lengkapi semuanya, akhirnya saya bisa buka.”

Triple Hot spicy juga sempat tutup karena lockdown. namun dalam lebih tujuh bulan terakhir, kembali ramai. Mayoritas yang datang adalah orang Indonesia, kata Zukni.

“Perkembangan turis Indonesia dan mahasiswa yang mulai berdatangan ke kota London, ini menjadi penyemangat saya untuk ke depannya.”

Usaha Zukni dengan Triple Hot Spicy belum masuk satu tahun namun ia mengatakan sudah memiliki rencana.

“Paling engga saya ingin membuka beberapa cabang di kota-kota lain dan bisa membuat produk-produk yang bisa dipasarkan di ritel-ritel besar di Inggris,” kata Zukni lagi.

Pino juga punya rencana ekspansi. Dia berencana membuka restoran di Soho, juga kawasan ramai di pusat kota London.

“Saya cinta makanan Indonesia, saya orang Indonesia, saya mau membawa nama Indonesia ke kancah global. Saya mau makanan Indonesia bersaing dengan negara-negara tetangga Indonesia yang lainnya,” kata Pino.

Zukni (kiri) dan Pino, membuka warung sebelum pandemi dan menjual berbagai panganan Indonesia termasuk sate, bakso. BBCnews/dms.

SEIDE

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.