Kuliner Nusantara, Sayur Asem Ambu Cikalancing

Nasi Putiih, Goreng Tahu-Tempe dan Teri, plus Sayur Asem Ambu Cikalancing yang bikin lidah kian bergoyang. – Foto Heryus Saputro Samhudi.


Oleh HERYUS SAPUTRO SAMHUDI

AMBU itu sebutan lain untuk ibu dalam tradisi masyarakat Sunda, baik di Jawa Barat ataupun di Banten. Ambu di atas adalah ibu kandung Yunus, seorang dari beberapa menantu-keponakan saya, yang tinggal di Kampung Cikalancing, Desa Cinangneng, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Karena itu, untuk membedakan dengan ambu-ambu lainnya, saya memanggilnya Ambu Cikalancing.

Sayur Asem olahan Ambu Cikalancing adalah genre Sayur Asem khas Bogor pada umumnya, dengan bahan-bahan antara lain terdiri dari 3 buah labu siam sedang yang dikupas kulitnya dan dipotong-potong sesuai selera, 2 buah jagung manis dan 6 buah kacang panjang yang potong-potong, buah dan daun melinjo secukupnya, serta kacang tanah yang sudah direbus empuk sebelumnya.

Namanya juga Sayur Asem, maka sebagai bagian dari bumbu dalam olahan hidangan berkuah ini, tak lupa Ambu Cikalancing juga menyiapkan asam jawa. Namun berbeda dengan Sayur Asem di Betawi yang umumnya menggunakan buah asam jawa muda, Ambu Cikalancing cukup menggunakan 3 sdm air asam jawa, ditambah 2 lembar daun salam serta 2 cm rimpang lengkuas yang digeprek.

Air asam awa dan lainnya itu dioseng dengan bumbu halus yang terdiri dari 5 siung, 2 siung bawang putih, 3 buah cabai merah, dua butir kemiri sangrai, yang ke dalam penggorengan atau wajan lantas dituang 2liter air matang. Bila sudah mendidih, semua bahan sayuran boleh dicemplungkan ke dalamnya, Jangan lupa, sambil terus diaduk-aduk, bubuhi garam dan gula merah secukupnya, plus 1 sdt terasi.

Ikut berbuka puasa di rumah Ambu Cikalancing, usai takjil dan Shalat Magrib, sungguh merupakan kebahagian tersendiri. Menikmati hidangan kampung, Nasi Putih, Goreng Teri, Tahu-Tempe dan Ayam, serta Sayur Asem yang nyaris semua bahan-bahannya dipetik langsung dari tanaman di halaman sendiri, dan kuahnya butek. kehitaman tersebab bumbukemiri dan terasi di dalamnya. Hmmm…!

25/04/2022 PK 16:57 WIB.

About Heryus Saputro

Penjelajah Indonesia, jurnalis anggota PWI Jakarta, penyair dan penulis buku dan masalah-masalah sosial budaya, pariwisata dan lingkungan hidup Wartawan Femina 1985 - 2010. Menerima 16 peeghargaan menulis, termasuk 4 hadiah jurnalistik PWI Jaya - ADINEGORO. Sudah menilis sendiri 9 buah buku.