Kuliner Nusantara, Tumis Jantung Pisang Teri Jengki

Tampilan tumis Jantung Pisang Teri Jengki – Foto Restiawati Niskala.


Oleh HERYUS SAPUTRO SAMHUDI

“Sayur limbah, tapi lezat, Thank’s for Ibu,” puji almarhum Bapak di tahun 1963, usai dahar siang sepulang kantor (jam kantor masa itu pukul 07:00 s/d 14:00 WIB), seraya mengacungkan 2 jempol ke almarhumah Ibu. Yang dipuji Bapak adalah jantung pisang batu yang disengget Ibu dari ujung tandan buah di pohon yang masih tegak di belakang rumah, lantas diracik jadi Tumis Jantung Pisang Teri Jengki.

Pohon pisang, yang buah masaknya (menurut para ahli) dimanfaatkan pertama kali sebagai obat oleh Nabi Musa alaihisalam (karena itu berjenis pohon pisang lantas diabadikan dalam Bahasa Latin sebagai Musa sp.) memang merupakan tumbuhan berguna, dari akar hingga pelepah daun. Bahkan di Lombok, pelepah batang bagian dalamnya diolah jadi Sayur Ares (tunggu tanggal mainnya!) yang amat populer.

Demikian juga jantung atau bonggol bunga yang tersisa dan bergelantung di ujung tandan buah, sejak dulu dijual orang di pasar sebagai bagian dari sayur-mayur Indonesia. Apapun jenis pisang, jantungnya bisa dijadikan bahan sayur. Namun yang umum digunakan adalah sisa jantung pisang batu, yang ukurannya relatif masih besar walau buahnya sudah bersisir-sisir di tandan.

Irisan sebutir jantung pisang yang direbus dengan garam secukupnya. Bisa juga jantung pisang direbus lebih dulu, baru diiris-iris – Foto Restiawati Niskala

Seperti kata Bapak saya, jantung pisang batu yang diolah Ibu menjadi Tumis Jantung Pisang Teri Jengki. sebenarnya memang merupakan limbah, sisa bonggol bunga yang relatif tak begitu baik bila toh dibiarkan tetap bergembang menjadi buah. Petani biasa membuang sisa bonggol bunga itu, untuk memberi kesempatan pada buah yang sudah ada membesar sempurna dan buah siap dipanen.

Dengan kata lain, nyaris tak ada jantung pisang sebagai bahan sayuran, yang dipetik orang sebelum muncul sisir-sisir buahnya di tandan. Kearifan tradisional membawa limbah kebun pisang itu masuk dapur. Dibuang kelopak atau seludang-seludang luarnya yang keras, menyisakan bonggol muda yang masih kuncup menutupi sisir-sisir bunga. Itulah yang dirajang dan direbus untuk kelak disayur.

Jantung pisang batu, ‘limbah’ bergizi dan bermanfaat – Foto Restiawati Niskala.

Kata banyak teman yang kompeten di bidang ilmu gizi bagi kesehatan. mengonsumsi jantung pisang bermanfaat bagi tubuh, karena mengandung fitokimia yang dapat berperan sebagai antioksidan. Situs klikdokter juga menyebut, di tiap 100gram jantung pisang terkandung 51 Kcal Kalori, 1,6 gr protein, 0,6 gr lemak, 9.9 gr karbohidrat, 57 gr serat serta kandungan gizi lainnya.

Jantung pisang bisa diolah menjadi ragam jenis masakan. Terserah mau diapakan. Sila dijadikan sayur santan bumbu kunyit, dilodeh, diurap, dipecak, dan lain sebagainya. Bahkan di sudut Kota Jogjakarta, saya temukan gudeg spesial dari bahan jantung pisang. Sementara sore tadi menjelang waktu berbuka puasa, Resti (seperti Ibu saya dulu) mengolahnya jadi Tumis Jantung Pisang Teri Jengki.

Siapkan 0,6 ons teri jengki, cuci, goreng kering. Rebus sebutir jantung pisang. Iris-iris, juga bumbu (5 siung bawang merah, 3 siung bawang putih), tumis bareng (3 lembar daun salam, seruas lengkuas, sebatang serai) hingga wangi, imbuhi irisan cabe rawit dan cabe merah. Masukkan jantung pisang, teri jengki, kaldu jamu, gula, dan garam. Aduk rata. Koreksi rasa Biarkan bumbu meresap. Sajikan. ***

26/04/2022 PK 02:48 WIB.

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.