Seide.id – Tanaman ini Kumis Kucing yang memiliki nama Latin “Orthosiphon aristatus / Orthosiphon stamineus Benth” berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia.
Kumis Kucing dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants / java tea (Inggris), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koceng (Madura).
Depkes RI menyebut jika daun Kumis Kucing memiliki senyawa yang khas dan identik atau bisa kita sebut dengan senyawa marker, senyawa ini dijadikan sebagai senyawa penanda tanaman Kumis Kucing dikarenakan sangat sedikit tanaman lain yang memiliki senyawa tersebut.
Senyawa marker yang dimiliki daun kumis kucing yaitu flavonoid sinensetin.
Kandungan sinensetin dari ekstrak kental daun kumis kucing tidak kurang dari 1,10%.
Daun Kumis Kucing basah maupun kering digunakan sebagai bahan obat-obatan.
Di Indonesia daun yang kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di India untuk mengobati rematik.
Masyarakat menggunakan Kumis Kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk, encok, masuk angin dan sembelit.
Oleh: Khoirunnis Salamah



