Lelah Itu Tanda, Kita Tidak Sempurna

Foto : Gerd Altmann/Pixabay

Penulis : Jliteng

Lelah. Ketika lelah menerpa hidup kita, bukan hanya raga yang merasa, pikiran dan hati turut menyangga.

Lelah itu saya rasakan sepanjang pekan ini. Seiring upaya mencari jawab, kuselesaikan tugas-tugas yang tidak bisa ditunda dan melakukan hal penting yang bisa kulakukan kendati sejenak menundanya.

Lelah adalah tanda alamiah, bahwa kita ini manusia tidak sempurna yang sering bertumpu hanya pada kekuatan manusia (merasa memiliki lebih: lebih kaya, paham, benar, perhatian, bisa diandalkan, lebih berdaya pikat, lebih berdaya tahan, lebih melayani, lebih dekat dengan Tuhan)… pasti akan terdampak pada lelah itu, lelah untuk bisa bertahan pada kekuatan sendiri.

Zakeus, yang selama ini bertahan pada kehebatan manusiawinya, menjaga kekayaan dan popularitas sebagai ahli keuangan, yang selalu dicari sebagai pakar keuangan, akhirnya dia tidak mampu bertahan. Dia merasa lelah untuk itu.

Ketika lelah, Zakeus mengambil jalan ke luar yang benar. Dia merasa yakin, tumpuan lama yang dimiliki, harta dan ketenaran, tidak mampu membebaskan rasa lelah yang dialami. Inilah tips yang diberikan Zakeus kepada kita, ketika lelah menguasai diri kita:

L – Lari dan temuilah Tuhan
E – Endapkan harga dirimu
L – Letakkan beban pada-Nya
A – Andalkan Dia semata
H – Hidupmu pasti tentram

Hidup ini bukan kompetisi, tapi kolaborasi (bersaudara) meniti hidup abadi.

Lelah Karena Bekerja Itu Biasa, Bekerja Sambil Berkreasi Itu Hepi

SEIDE

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.