Foto : Cristoph_mschrd /Pixabay
BAGAI SEPASANG KEPAK MERPATI
Bagai sepasang kepak merpati
yang hendak terbang jauh
melintasi awan di langit biru
Begitulah perdamaian kukhabarkan
Untuk seluruh saudaraku
Di seantero penjuru negeri ini
Damai itu indah, rukun itu berkah
/ 8 September 2022
SEPI KEKINIAN
Menyusuri rasa sepi tinggal kita
mendiami sepetak kamar
dengan seonggok daging yang rapuh
dengan lelah dan penat seharian
Untuk apa kaukejar dunia
dengan berdarah-darah sampai kau lupa
bahwa dunia ini hanya menawarkan
keindahan sementara
Matahari terbit di timur
dan tenggelam di ufuk barat
Jika malam tiba
Bintang-bintang bertabur cahaya
Dan gelombang laut hanya tenang
sebentar kemudian bergelombang lagi
Menantikan saat pasang dan surut pergi
Kita mesti tahu menghidupi
rutinitas agar tidak jenuh berjalan
bersama waktu
Di sana-sini banyak kekurangan menganga
minta ditambal dan disulam
/ 8 September 2022
BEBAS MERDEKA
Jika pikiran, hati, dan perkataan
Telah menjadi satu tinggal pupuklah
Jangan ada yang membohongi
Satu dengan lainnya
Beban berat sungguhlah menjadi ringan
Tatkala engkau mampu menjadi bijak
dan melepaskannya
Lupakan segala yang telah terjadi
Maka kebebasan dan kemerdekaan
Telah menjadi milikmu
/ Ngawi, 8 September 2022
ANAK-ANAK PUISI
Terbitkanlah puisimu dari hati tersenyum
Dari cinta kasih yang terus meluap
Melukis wajah dari butiran debu
Agar jiwa selalu ingat tentang keabadian
Sebuah sejarah terpahat oleh waktu
Sesekali pikir melayang menjelang tidur
Adakah sandungan bagi puisi
Bagi jiwa-jiwa yang sunyi sendiri
Semoga kerinduan kesucian terpenuhi
Menyanyikan lagu-lagu cinta
Dalam resapan kasih Illahi
Jiwa dan cinta yang bersayap
Mengepak tinggi menuju bintang-bintang
/ Ngawi, 7 September 2022 PUISI-PUISI LEMBUT Y.P.B.Wiratmoko






