Foto : Annca/Pixabay
Waktu itu ada dan tiada, nyata dan maya, fakta dan misteri. Waktu itu pengalaman paradoks, seperti manusia mengalami dirinya, sesama, alam semesta dan Sang Hyang Waktu.
Menurut saya, WAKTU itu sebagai fakta partial setiap individu dan sekaligus realitas Holistik, yang disadari dan dimaknai setiap orang, lalu diapresiasi bersama dalam sejarah eksistensi manusia, kemudian diasumsikan bersama, dan dibuat sejumlah alat bantu untuk menjadi kesepakatan pengalaman bersama.
Misalnya, ungkapan masa lalu, masa kini, masa yang akan datang. Pagi, siang, soreh, malam. Sehari 24 jam, satu jam 60 menit, satu menit 60 detik. Lalu ada pembagian area wilayah waktu, ada arloji, jam dinding, dll.
Waktu itu Matahari, ada dan misteri. Ada pada dirinya, lalu ilmuwan menegaskan bahwa yang berputar adalah semua planet mengelilingi matahari – heliosentrik. Sejumlah hal tentang matahari diungkapkan secara ilmiah, namun bagian terbanyak tetap misteri.
Lalu,
Manusia yang menghuni bumi, ada sejarah peradaban, pengalaman hidup dan tradisi adat budaya. Manusia ada dan menjadi, bergerak dalam bumi yang bergerak juga. Pengalaman menegaskan ada fakta paradoks, hidup manusia dan alam lingkungan itu nyata sekaligus misteri.
Kemudian, dengan bahasanya, manusia bicara soal waktu dalam pengalaman individual maupun komunal. Setiap bahasa digunakan untuk merumuskan pengalaman, dan bahasa itu terbatas untuk merangkul seluruh pengalaman manusia. Termasuk pengalaman tentang waktu.
Maka, Waktu itu adalah rumusan bahasa tentang pengalaman ada dan menjadi, berubah dan berkembang, bergerak dalam gerakan bumi, alam lingkungan dan jagat raya. Waktu adalah gerakan dan perubahan. Gerakan perubahan manusia dalam gerakan alam semesta.
Waktu juga adalah udara yang dihirup, bumi yang dipijak, dan alam lingkungan semesta jagat raya yg dialami manusia. Waktu itu pikiran dan kesadaran manusia dalam relasi dengan dirinya di tengah sesama, alam lingkungan dan pengalamannya berinteraksi untuk ada dan menjadi. Waktu adalah pengalaman kesadaran manusia ntuk memberi makna dan nilai serta manfaat bagi kehadirannya di bumi.
Waktu adalah saya, engkau, dia, mereka, kita semua dan yg bukan kita manusia, yang diketahui dan yang tidak diketahui. Semua yang dialami dan tidak mampu dijelaskan, serta semua yang belum dialami dan dijangkau kesadaran manusia.
Maka, Waktu itu nyata sekaligus tetap misteri, Waktu itu Sang Pemilik segala realitas, Waktu itu Sang Maha Waktu dan kesadaran mengalami serta mensyukurinya.
Belajar Memaknai Waktu Istimewa 22022022 – Menulis Kehidupan 77





