Mata adalah Jendela Cinta

Foto : Nong V / Unsplash

Katakan dengan bunga, tapi ungkapkan cinta itu lewat tatapan mata. Karena mata adalah jendela jiwa yang menyimpan sejuta makna.

Dulu, saat dimarahi orangtua, kita diam dan menunduk. Kita takut menatap wajah, menyanggah, apalagi untuk membela diri. Kita bak pesakitan yang tengah diadili untuk dihukum.

Kita tidak menyadari dan pahami, bahwa tujuan orangtua marah itu agar kita tidak mengulang-ulang kesalahan yang sama. Kita diajak berhati-hati untuk berpikir dulu sebelum bertindak agar kita tidak menyesal belakangan.

Berbeda dengan zaman now. Perubahan zaman membuat anak-anak lebih berani dan kritis untuk menyampaikan pendapat. Interaksi dan komunikasi yang baik makin mendekatkan dan mengakrabkan hubungan antara orangtua dan anak. Sekaligus guna menghasilkan hal yang baik dan positif.

Berbicara face to face itu jauh lebih efektif dan bermanfaat, ketimbang kita bicara lewat telepon atau chatting.

Dengan bertatap muka, kita dapat fokus untuk berbicara langsung dan
menghindari kesalahpahaman dari maksud yang disampaikan lawan bicara. Lewat ekspresi wajah pula, kita dapat merasakan gejolak hati seorang dan meresponnya secara langsung.

Selain itu, berbicara langsung itu tidak memudahkan kita terpedaya oleh kata-kata manis dan bujuk rayu lewat chatting, karena kita melihat gerak tubuh dan sorot mata seorang, sehingga kita dapat melihat kepribadiannya.

Lewat mata, ya, lewat pancaran mata itu kita melihat kedalaman jiwa seorang yang kita cintai untuk bersikap jujur dan murah hati…

Astaga… (Maaf) Ternyata Kita adalah Pembohong!

Berserah Pasrah Itu Mudah Menjalaninya Sulit

Ketika Usia Tidak Bisa Diajak Kompromi

Avatar photo

About Mas Redjo

Penulis, Kuli Motivasi, Pelayan Semua Orang, Pebisnis, tinggal di Tangerang