Memaknai Kata ‘Berduaan’ pada Adegan Putri Sambo dan Brigadir Yosua

Brigadir Joshua - Putri Chandrawathi

TERNYATA Putri bukan hanya mencoba membohongi polisi melainkan juga kuasa hukumnya, Patra M. Zen. Belakangan Patra mengaku diberi informasi palsu oleh Sang Putri. Bukanhanyaitu, psikolog terkenal, Zoya Amirin pun kena prank. Zoya sempat mempertanyakan tidak adanya simpatipublik terhadap Putri yang dianggapnya jadi korban pelecehan.

Komnas Perempuan pun sepertinyapercayasoalpelecehanitu. Karena itu, Komnas Perempuan menyayangkan sikap LPSK yang menolakuntukmemberikanperlindungankepada Putri.

Kembali keperistiwa di Magelang, apa makna berduaan yang dianggap tida kpantas yang dilakukanPutri dan Yosua?

Saya mencoba menuliskan beberapa hal yang tidak mungkin dilakukan oleh kedua orang tersebut. Misalnya, tidak mungkin mereka sedang belajar bersama maupun mengerjakan tugask arena mereka bukan pelajar, bukan pula mahasiswa.

Mereka juga tidakmungkinsedangmasakbersamakarenaperistiwabukanterjadi di dapur, melainkan di sofa dan kamartidur. Hal lain yang juga tidak mungkin mereka lakukan adalah membicarakan rumah tangga mereka berdua karena mereka bukan suami-isteri. Tidak mungkin juga keduanya merencanakan pembunuhan karena terbukti justru Yosua yang menjadi korban pembunuhan.

Lalu untuk apa mereka berduaan, kalau betul adegan itu ada? Pertama, seperti pengakuan Putri atau Sambo, Yosua melakukan pelecehan terhadap Putri. Tapi harus diingat, dalam kesaksiannya Kuat sama sekali tidak menyebut adanya teriakan dari Putri. Rasanya aneh jika perempuan yang dilecehkan tidak berteriak minta tolong dan malah menikmatinya.

Diam Seribu Bahasa

Tindakan pelecehan juga sangat tidak masuk akal jika dikaitkan dengan sikapPutri yang diam seribu bahasa selama ini. Sebab, umumnya korban pelecehan akhirnya akan menyampaikanpengakuan setelahberulang-ulangdilakukanpendekatantertentu. Faktanya, Putri tak menjelaskan apapun, baik kepada psikolog, LPSK maupun Komnas Perempuan dan Komnas HAM.

Kemungkinankedua, mereka sedang pacaran atau selingkuh. Itu masuk akal karena adegan tersebut memang berulang (minimal terjadi dua kali), di sofa dan kamar tidur. Kemungkinanketiga, Yosua sedang bercerita kepada Putri tentangaib Sambo yang berkaitandenganwanitaidaman lain (WIL) ataubisnisgelapbosnya yang belakangandisebut-sebutberupabisnisjudiatauapapunitu.

Tapibisa juga yang terjadi kemungkinan kedua dan ketiga sekaligus. Namun karena ketahuan sang suami, Putri pun dipaksa untuk hanya mengakui adanya pelecehan. Selebihnya, dia dipaksa mengikuti skenario sang suami.

Pelecehan yang Meragukan

Jika betul, sekalilagi jika hal itu betul bahwa Putri mendapat pelecehan dariYosua, tentu kita patut berempati kepadanya. Tapi mohon beribu maaf, hingga detik ini saya sangat meragukan terjadinya pelecehan.

Kalau berduaan itu bermakna perselingkuhan, apalagi disertai pengungkapan tentang WIL dan bisnis gelap Sambo kepada Putri, wajar saja jika Sang Irjen marah luar biasa hingga gelapmata. Apapun yang akan terbukti di pengadilan nanti, sejak awal kasus ini memang terlalu banyak dusta dan rekayasa. Dusta dan rekayasa yang dibuat asal-asalan, liar sekaligus amatiran.

Kenangan kemesraan Putri Chandrawathi dengan para ajudannya. foto IST.

Mereka tak hanya melakukan dusta melainkan juga merusak sejumlah barang bukti seperti CCTV, telepon genggam hingga mengacak-acak tempat kejadian perkara (TKP). Karena itulah, skenario yang dirancang Ferdy Sambo akhirnya berantakan di tengah jalan.

Bisa jadi skenario amatiran ini muncul dari emosi dan dendam Sambo yang luar biasa kepada korban. Apakah di dalamnya ada unsur cerita yang “menjijikan” sepertidiungkap Menko Polhukam Mahfud MD, tentu publik harus menanti persidangan.

Bisa juga semua persoalan itu menumpuk dan menciptakan sakit hati sekaligus dendam yang luar biasa pada diri Sambo. Karena Yosua sudahtiada, hanya Sambo dan Putri lah yang bisa mengungkapkan semuanya. Kedua orang itu pula yang bisa menuturkan makna “berduaan” saat di Magelang. (end)

Avatar photo

About Syah Sabur

Penulis, Editor, Penulis Terbaik Halaman 1 Suara Pembaruan (1997), Penulis Terbaik Lomba Kritik Film Jakart media Syndication (1995), Penulis berbagai Buku dan Biografi