Membaca Majalah Zaman edisi September 1984

Zaman - Ria Angerlina Cover

Romantisme membaca Majalah Zaman edisi September 1984, 38 tahun silam dengan sampul muka seorang penyanyi cantik asal Cimahi, Ria Angelina yang namanya populer era tahun 90-an di blantika musik Indonesia. foto dok Kin Sanubary.

Oleh KIN SANUBARY

MAJALAH Zaman terbit secara mingguan mempunyai slogan Mingguan Untuk Seluruh Keluarga Dengan penyajian bahasa yang enak dikonsumsi. Aroma sastrawi menjadi gaya penulisan bahasa Majalah Zaman. Tulisan dan liputan jurnalistik yang dikemas tak terlepas dari para redakturnya yang kebanyakan para sastrawan. Di jajaran redaktur ada beberapa nama besar seperti Goenawan Mohamad sebagai Pemimpin Redaksi, Putu Wijaya sebagai Redaktur Pelaksana  Danarto sebagai redaktur dan sederet nama besar lainnya yang terkenal dengan tulisan dan karya tulisnya yang banyak menghiasi jagat sastra di Indonesia.

Ria Angelina penyanyi cantik bersuara merdu tampil sebagai cover story majalah Zaman ketika masih berusia 19 tahun.  Ria yang bernama lengkap Maria Angelina lahir di Cimahi, 8 September 1965, blasteran Jerman dan Jawa.  Ria mengawali kariernya dengan mengeluarkan album kaset Birunya Rinduku karya Obbie Messakh selanjutnya album ke-2nya Elegi Rinduku dengan lagu unggulan Elegi Rinduku meraih sukses di pasaran dibawah naungan label rekaman JK Records yang terkenal sebagai gudangnya para penyanyi cantik. Dan ketika itu lagu Elegi Rinduku boleh dikatakan sebagai salah satu lagu wajib tahun  bagi para remaja.

Meriam Bellina meraih Piala Citra lewat film Cinta Dibalik Noda arahan sutradara Bobby Sandy. Ferry Anggriawan, produser Virgo Putra Film mengantarkan kesuksesan film-film yang dibintangi oleh Meriam Bellina. Beberapa film yang diproduksinya mendapat apresiasi dari penonton yaitu film-film:  Pengantin Pantai Biru ~ Titik Titik Noda ~ Permata Biru ~ Cinta Di Balik Noda.

Meriam Bellina dan Sandro Tobing dalm film Cinta di Balik Nodafoto dok.

Laporan Khusus Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR).

Berilmiah-ilmiah di luar sekolah semakin populer dikalangan remaja dan para siswa. Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dinilai sangat positif sebagai indikator kemajuan intelektual bangsa. Peranan sekolah dan dunia pendidikan terhadap kegiatan LKIR sangat diutamakan dan diperlukan. Lomba Karya Ilmiah Remaja kerja sama antara LIPI dan TVRI menjadi acuan bagi para siswa dan remaja. Peserta sebelumnya menyerahkan materi makalah dan panitia sudah menggariskan bentuk yang harus diikuti yang sangat membantu para pelajar yang tak memperoleh “bekal” apa-apa dari sekolahnya. Minat dan antusiasme dari para pelajar, siswa dan remaja sangat tinggi terhadap Lomba Karya Ilmiah Remaja LKIR.

Sehari Bersama Tanri Abeng

Sukses yang dicapai Tanri Abeng pimpinan puncak Multi Bintang ini besar kaitannya dengan gaya, strategi dan buah pikiran yang sangat diikuti. Tanri Abeng, Presiden Direktur PT Multi Bintang yang kesohor itu lahir di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan pada tanggal 7 Maret 1972. Ketika usia remaja Tanri meneruskan sekolah di SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas) dengan biaya sendiri. Tanri menjadi pelajaran teladan seluruh Sulawesi Selatan. Kemudian mendapat bea siswa dari American Field Service (AFC) dan ia mendapat biaya gratis untuk melanjutkan belajar di Amerika Serikat, itulah awal kesuksesan seseorang Tanri Abeng sebelum dikenal sebagai seorang pucuk pimpinan sebuah perusahaan besar dan digelari sebagai “Manajer 1 Milyar”

Wawancara Khusus dengan Cak Nun

Dr. Nurcholish Madjid lahir di Mojoanyar, Jombang 17 Maret 1939, ia seorang tokoh muda yang banyak disukai. Awal kariernya tahun 1966 terpilih sebagai Ketua Umum PB HMI (Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam) dan terpilih kembali pada tahun 1969.

Cak Nun, demikian biasa dipanggil. Sejak tahun 1978 ia bersama istri dan anak-anaknya menetap dan tinggal di Chicago, Amerika Serikat untuk memperdalam ilmu agama yang digelutinya sejak kecil yaitu Agama Islam. Cak Nun berhasil menyusun sebuah tesis setebal 254 halaman dengan judul Ibnu Taimiyyah tentang Kalam dan Falsafat  suatu persoalan hubungan antara akal dan wahyu dalam Islam. Cak Nur berhasil mempertahankannya dengan predikat Cum Laude.

Kini Cak Nun kembali ke Indonesia, setiba dari Amerika Serikat tokoh mudah Islam ini pemikirannya banyak dibicarakan dan banyak diikuti oleh para pemerhati tentang Islam di Indonesia.

Reportase

Perampokan terhadap nasabah yang baru mengambil uangnya di bank makin gencar dan banyak terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Anehnya permintaan bantuan polisi untuk pengawalan polisi sangat sepi. Pengambil uang di bank banyak yang ketakutan, perampokan nasabah makin menggila tetapi informasi layanan untuk masyarakat yang disediakan kepolisian yaitu nomor 510-110 tak pernah berdering, karena ada keengganan masyarakat untuk berhubungan dengan kepolisian.

Musik Indonesia

Buat produser wajah cantik merupakan persyaratan utama dalam memilih seorang penyanyi, suara merdu bisa jadi nomor dua. Munculnya muka-muka baru di pasaran musik pop kadangkala cukup mengejutkan. Mereka datang dengan secara tiba-tiba, melambung ke atas lalu menghilang, atau muncul sebentar sudah itu entah kemana. Tak jarang yang datang perlahan tetapi tetap terus bertahan. Yang bertahan ini biasanya memiliki vokal yang baik, penampilan yang menarik, wajah yang rupawan dan publikasi yang terus-menerus.

Adapun yang diorbitkan oleh Judhi Kristianto, Boss JK Records umumnya menjadi terkenal dan disukai para penggemar lagu-lagu di tanah air. JK Records terkenal sebagai gudangnya para penyanyi cantik dan anggun. Sederet nama cantik berada di bawah naungan JK Records seperti Meriam Bellina, Dian Piesesha, Chintami Atmanegara, Rieke Adriati, Rina Megasari, Heidy Diana, Ria Angelina, Eva Solina dan puluhan penyanyi cantik lainnya.

Vanessa Williams

Vanessa Williams yang juga Miss America ’83 nekad berpose bugil. Foto-fotonya dipublikasikan oleh Majalah Penthouse, terbitan September 1984. Penthouse merupakan sebuah majalah dewasa pesaing Majalah Playboy. Vanessa Williams tampil telanjang, 2 bulan sebelum Ratu Amerika itu mengakhiri gelar Miss USA-nya.

Majalah Penthouse edisi khusus Vanessa Williams tersebut laku terjual 750.000 eksemplar di Amerika Serikat sendiri majalah tersebut dijual sekitar Rp. 5.000 percopy, berarti untuk penerbitan khusus ini penerbit majalah Penthouse yaitu Bob Guccione mengeruk keuntungan sebesar Rp. 3 miliar.  Dan Vanessa Williams pun bakal banyak mendapat tawaran main film, menjual buku riwayat hidup dan Vanessa Williams pun menjadi Miss USA yang paling tersohor.

Majalah Zaman edisi September 84 ini menampilkan dua (2) cerita pendek yaitu: cerita pendek yang berjudul Untuk Apa Jatuh Cinta karya Mochtar Effendi dan Cerita Wayang, serial Wisanggeni karya Seno Gumira Ajidarma dengan judul Lenyap dari Jagad Perwayangan.

Adapun rubrik tetap yang selalu tampil di Majalah Zaman yaitu: • Surat Surat • Titipan • Info Ilmu • Goro-Goro • Baki • Zaman Edan • Ngintip • Stoper • Film • Rupa-Rupa • TTS • Cerita Wayang  • Cerita Nyata • Cerita Pendek.  

Semoga dengan mengulas dan membaca kembali majalah Zaman bisa membuka kembali kenangan lama yang mungkin terlupakan.

Salam Seide,

Kin Sanubary.

Avatar photo

About Kin Sanubary

Kolektor & Dokumentator Media Cetak Lawas, mengoleksi 3,000 lebih eksemplar surat kabar dan majalah yang diterbitkan oleh 300 perusahaan media sejak 1958, tinggal di Subang Jawa Barat