Mengapa Banyak Lutut Bermasalah

Seide.id – Paguyuban lansia Crystal Club minta saya bicara masalah lutut dalam sebuah seminar. Saya bilang, mengapa hanya bicara masalah lutut kalau itu hanya sebagian kecil dari masalah besar kesehatan lansia. Ada lebih banyak yang bermanfaat dari hanya masalah lutut. Usul saya disepakati, saya pun membahas semua masalah kesehatan lansia. Lebih dari hanya kesehatan, bagaimana supaya tidak harus jatuh sakit.

Ihwal banyak lutut lansia bermasalah, seperti sudah beberapa tahun saya ungkapkan, dan ini menjadi bagian dari setiap seminar saya, lantaran kita keliru memperlakukan lutut. Sama halnya kalau kita keliru memperlakukan lambung, hati, jantung, dan otak kita, maka ibarat mesin mobil, maka ia menjadi lekas aus dan rusak.

Sekadar berpikir dan berperasaan negatif saja pun sudah bisa bikin tubuh kita rusak. Organ tubuh paling akrab dan dekat dengan jiwa, khususnya jantung dan lambung. Maka apabila jiwa galau, jiwa murung, perasaan dengki, iri, cemas, atau curiga terus kita pelihara, maka yang memikul akibatnya organ tubuh kita juga.

Orang yang sering mengeluh sakit pinggang belum tentu sebab ginjal bermasalah. Bukan pula sebab ada saraf terjepit. Bukan jarang sebab jiwa dibiarkan berlama-lama galau, dan sering cemas (anxiety).

Sering dengki atau iri hati, lambung lebih asam, sering khawatir dan berpikir negatif mungkin berpengaruh pada kerja ginjal.

Kita tahu tautan jiwa dengan badan demikian erat sehingga muncul penyakit tergolong psychosomatic. Bahwa apa yang membebani jiwa kita dengan segala yang tidak menyehatkan, berpengaruh terhadap badan, banyak diamati oleh Dr Masaru Emoto, yang banyak melakukan penelitian pada air sebagai penyembuh.

Orang yang berpikir dan berperasaan negatif, yang suka membenci, hidupnya tidak nyaman. Wajahnya tidak bening, keruh dan seperti menyimpan sesuatu. Untuk apa hidup menjadi berat begitu, kalau bisa memilih hidup yang lebih ringan. Terlebih setelah usia lansia, hendaknya setiap kita nanti meraih Oscar Kehidupan, menjadi manusia yang selesai, yang bisa menerima hidup yang secukupnya: enough is enough.

Salam sehat,
Dr Handrawan Nadesul

Solusi Sehatnya Berbangsa: Mendisplinkan Hidup Semua Anak Bangsa

Avatar photo

About Handawan Nadesul

Medical Doctor, Health Motivator, Health Book Writer and a Poet