Menjadi Tua Hidup Bahagia

Kalau pensiun dari pekerjaan, kita mau ngapain?
“MC, momong cucu.” Asyik!
“Jalan-jalan ke luar negeri.” Hebat!
“Wirausaha.” Dahsyat!
“Nggak tahu, mau ngapain.” Lho?!

Itulah realita.
Rencana tiap orang yang satu dengan yang lain itu tidak sama, dan semuanya baik. Semua berhak untuk menentukan masa depannya sendiri.

Kenyataannya, ada sebagian besar dari kita yang tidak tahu, harus bagaimana dan berbuat apa?

Pensiun yang benar itu seharusnya disiapkan sejak jauh hari sebelum hari H-nya. Kenapa? Agar kita tidak gamangan, melainkan kita segera melangkah untuk mewujudkan rencana kerja ke arah tujuan yang hendak dicapai.

Tujuan?
Ya, karena orang hidup itu punya tujuan. Kejelasan tujuan membuat hidup kita semakin terarah, dan fokus. Kita tidak harus mencoba ini-itu, ragu, bimbang, bahkan takut untuk melangkah.

Hidup itu bergerak. Berdenyut. Dan Optimistis.

Tidak seharusnya hidup itu diisi dengan sekadar menunggu dalam ketidak-pastian, ketidak-jelasan, bahkan ketidak-tahuan untuk berbuat & melakukan apa.

Coba rasakan, ketika kita banyak berdiam diri, tak banyak gerak, tak ada aktivitas, bahkan kita juga malas untuk berpikir. Tubuh ini berasa ngilu, kaku, sakit, bahkan otak juga seakan ‘cuntel’.

Sebaliknya, jika hidup ini diisi dengan aktivitas & kesibukan, tubuh kita pun sehat. Lebih daripada itu, dengan aktif berpikir kita tidak cepat menjadi tua, dan jauh dari pikun.

Waktu sangat berharga.
Bagi kita yang biasa aktif dengan kesibukan, pensiun itu tidak ada kamusnya dalam hidup ini. Tujuan hidup yang jelas mengarahkan kita untuk memanfaatkan waktu dan memaknainya.

Kita berasal dari Allah kembali kepada Allah. Dengan memaknai hidup, kita bahagia. (MR)

Avatar photo

About Mas Redjo

Penulis, Kuli Motivasi, Pelayan Semua Orang, Pebisnis, tinggal di Tangerang