Foto : Kati/Pixabay
Mengenang peristiwa sejarah sekitar 2000 tahun silam di ka sang Betlehem, saya melihat perbedaan mencolok dengan fakta perayaan Natal zaman now. Kemegahan dan kemeriahan versus sejarah kepapaan dan kemiskinan.
Saya coba merefleksi pengalaman petani di dusun dan kampung, bagaimana merayakan Natal. Dan saya tuangkan dalam goresan sajak:
Makna Perayaan Natal Sang Petani
“Ayah, mengapa rumah kita tidak ada pohon Natal dan lampu warna-warni?”
Tanya anak-anak
kepada ayahnya di kebun
karena beberapa hari lagi
Natal akan tiba dirayakan
Sementara banyak rumah lain
sudah terpasang pohon Natal
sudah bernyala lampu Natal
sudah dihias Pernak-pernik
sudah dibeli baju baru
sudah sibuk buat kue
Sang ayah menjawab sahaja
“Untuk rayakan Natal
kita akan menanam pohon
Masing-masing anak
wajib tanam dua pohon
Pohon kehidupan masa depanmu
Tanaman yang hasilkan manfaat
agar kelak kalian panen
dari hasil karya jemarimu
Buat rezekimu, bisa berbagi”
Untuk kita bersama
nanti kita tanam di rumah
agar menghias halaman kita
Satu pohon kelapa hijau
Satu pohon mangga manis
Kita rawat agar berbuah
Nanti saat panen tiba
bisa berbagi pada tetangga
dan jadi suguhan untuk tamu
Anak-anak keheranan
tapi takut membantah ayahnya
dan ikut melakukan perintah
Lalu,…
Ayahnya lanjutkan pesannya
“Anak-anak,
Natal itu artinya kelahiran
Yesus sudah 2000 tahun
semua orang punya cara
memberi makna untuk Natal
Kita pun merayakan Natal
sebagai keluarga petani sederhana
Apa yang bisa dilahirkan kita
Apa kado kita saat Natal?”
“Natal itu
Ayah, Ibu lahirkan kalian
Natal itu keluarga kita
Berkumpul bersyukur atas hidup
Natal itu berkarya kasih
menanam benih untuk hidup
melakukan karya untuk hidup
membagi amal untuk hidup
Berterimakasih dengan memberi
Bersyukur dengan berbagi”
“Pohon Natal itu kita
menanam merawat berbuah
Lampu Natal itu kita
bicara, berbuat yang baik
Hiasan Natal itu kita
tegur sapa saling menghargai
Hiasan Natal itu kita
mendoakan dan solider sesama
Karena itu,
Ayah memilih untuk menanam
agar kalian punya karya
menghijaukan bumi ini
menabung rezeki masa depan
Dan
nanti panen dari tanamanmu
yang lestari berbuah indah
serta bisa berbagi memberi
Sang Penebus Ilahi
pasti berbangga dan memberkati
SELAMAT NATAL”





