Foto : Anuja Tilj/Pixabay
Mengenang hari ulang tahun, adalah mengingat ibu, perempuan yang melahirkan diri kita. Merayakan Hari Ibu, juga mengingatkan peran ibu dalam kehidupan manusia. Sang Pencipta telah menetapkan bahwa setiap anak manusia dikandung dan dilahirkan oleh seorang perempuan, ibu kita masing-masing.
Natal, kembali menegaskan peran perempuan, ibu kehidupan manusia. Sang Sabda, Allah Sang Pencipta, menjadi manusia, dikandung dan dilahirkan seorang gadis dusun, perawan Maria, demi membuka kembali “pintu sorga” bagi manusia. Menjelang perayaan Natal, ada peringatan Hari Ibu, 22 Desember. Maka saya menuliskan refleksi dan ungkapan terimakasih kepada Ibu, serta sykur kepafa Allah atas kelahiran hidup ini. Sebuah sajak dengan judul:
Menyambut Natal bersama Ibu
Tanggal 22 Desember
diperingati sebagai Hari Ibu
Ibuku, Ibumu, Ibunya
“Ibu setiap anak manusia
karena kodrati alam semesta
Kita terlahir dari Ibu
Terimakasih Ibu”
Faktanya,
kekerasan terhadap perempuan
masih menjadi litani panjang
Entah sampai kapan
Nasib para Ibu
masih bermandi keringat derita
terus dibasuh air mata
Tanggal 25 Desember
dirayakan Hari Natal
Natal artinya kelahiran
Kelahiran berarti dari Ibu
Perempuan yang diberi mandat
olah Sang Pencipta Semesta
untuk mengandung melahirkan
Setiap putra-putri generasi
“Kami anak-anak
yang terlahir dari Ibu
belum mampu berterimakasih
Tidak selalu ingat Ibu
dalam kata dan perbuatan
tanda syukur kepada Allah”
Ibu,….
kukenang cerita saat lahirku
di sebuah dusun terpencil
subuh menjelang fajar terbit
Dibantu bidan kampung
dengan peralatan tradisional
Sambil ditunggui sanak keluarga
“Terimakasih Ibu,
meski engkau telah tiada
aku tak mampu membalasmu “
Pengalaman ibu yang melahirkan
di tangah kebun ladang
di jalan menuju rumah sakit
di atas kapal di tengah laut
di rumah sakit bersalin
di tempat nyaman VIP
Melahirkan dengan nyaman selamat
Melahirkan dengan operasi sesar
Melahirkan anaknya meninggal
Melahirkan dan meninggal dengan anaknya
Melahirkan dan meninggal demi anak selamat
“Perjuangan, derita duka lara seorang Ibu
demi kelanjutan generasi kehidupan”
Peristiwa Natal
Seorang perempuan belia
Maria dari dusun Nazareth
Sendirian di malam sunyi
dalam gulita di sebuah gua
tempat gembala domba berteduh
Pertama kali melahirkan bayi
Sendiri…..
Tak ada seorang pun menolong
semuanya terjadi dan misteri
“Engkau Maria
Menyimpan semuanya dalam hati
Melakukan kehendak Sang Ilahi
mengandung dan melahirkan misteri
Engkau membuat revolusi…
Menghadirkan sorga di atas bumi”
Ibu dan bayi selamat
bayi dibungkus kain lampin
semuanya selesai sendirian
Kemudian ada lagu sukacita
“Misteri kandang Betlehem
Disimpan Maria perempuan sahaja
Sisakan seribu tanda tanya
mewarnai sepanjang sejarah insan
Dan menoreh sejarah iman”
Ibu,
Perempuan mengandung misteri
Perempuan rahim generasi putra-putri nsani
Perempuan yang hadirkan sorga
Dengan peluh air mata darah
Dengan doa sahaja pasrah
Dengan cinta memeluk semesta
Dengan kasih melerai derita
Dengan pengorbanan untuk kehidupan anak
“Kasih anak sepanjang gala
Kasih Ibu sepanjang hayat
Sorga di rahim Ibu
Derita jadi mahkota Ibu
Misteri Ilahi jadi energi Ibu”
Pada Hari Ibu
menjelang perayaan Natal
Kudaraskan sepenggal doaku
Buatmu Ibu yang telah tiada
Buat segenap para Ibu
“Terimakasih Ibu
atas segala kasih pengorbananmu
Syukur kepada-Mu Allah
atas hidupku melalui Ibu
yang mengandung dan melahirkan
yang merawat dan membesarkan
yang mendidik dan mendoakan
Ampun…..
belum bisa membalas kasih Ibu”
Saat perayaan Natal nanti
Ingin kuletakkan di kandang Natal
Kado sahaja terimakasihku
Sepotong doa untuk Ibu
Dan
Ingin kutanya pada Ibu Maria
“Siapakah yang menolongmu, saat melahirkan bayi Yesus di kandang sepi, pada malam sunyi senyap
Mengapa terus jadi rahasia?”






