Foto : Steffan Keller/Pixabay
Hidup adalah anugerah dan fakta yang diterima. Agar bisa dijalankan dan menjadi berkat, maka pwrlua membekali diri dengan berbagai hal, termasuk harus punya harapan.
Memang ada keterbatasan dan kelemahan pribadi, ada juga tantangan kehidupan. Namun, tidak bisa dia. Dan menyerah atau tunggu saja. Perlu perjuangan dan pengorbanan, karena ada keyakinan dan harapan dalam pribadi. Lalu, refleksi ini saya tulis dala. Sajak:
Sayap-sayap Harapan
Kesulitan tantangan problema
sahabat akrab kehidupan manusia
tak bisa dihentikan
tak mungkin dijauhi
tak bisa dihindari
selama berziarah di dunia
mengejar asa meraih makna
Menyadari amanah harkat pribadi
Menghayati makna jati diri
sebagai pribadi jasmani rohani
Gambaran rupa Sang Ilahi
Setiap pribadi terlahir misteri
diri manusia adalah berkah
kehidupan memang anugerah
Namun
ada keterbatasan jiwa raga
maka perlu saling melengkapi
karena saking membutuhkan
dalam relasi hakiki kodrati
dalam energi kasih asali
Ciptaan pribadi jasmani rohani
pembawa amanah Ilahi
melukis warna-warni arti
berjuang memberi dan membagi
Pada sayap-sayap rajawali
ada pesan harapan insani
Terbang tinggi gapai mentari
Jelajahi buana mencari rezeki
Bersahabat angin melerai badai
Mata menembus belantara
memastikan tujuan pasti
Pada sayap burung malam
damba bertualang menyibak gulita
atasi problema dan kemelut
yang datang tak diundang
yang terus deras menghadang
dalam gerak roda zaman
diwarnai irama lagu perubahan
dinamika nyanyian kehidupan
Pada kepak sayap garuda
rindu damba dipatrikan terbang
Pada sayap burung malam
tekad niat sanubari disematkan
Pada sayap-sayap merpati
ketulusan jiwa didoakan
Pada sayap-sayap harapan
jelajah lintas Padang belantara
kelana arungi luas samudera
Terus berpacu dalam waktu
ziarah pribadi titisan Ilahi
harus diemban penuh iman
Agar
amanah harkat martabat diri
bisa terlaksana dan terjadi
Perjuangan meraih makna arti
dalam sebuah doa abadi
bisa memiliki kasih sayang
mampu menjadi pembagi berkat
Karena ada terimakasih
Karena selalu bersyukur
Menyimak Makna Suara dan Saling Mendengarkan- Menulis Kehidupan 288





