Parlemen Jerman Sahkan Upah Minimum 12 Euro per Jam

Kurs rupiah ke Euro hari ini Rp.15.472.  Dikalikan 12, sehingga menjadi Rp. 185,664 bayaran pekerja di Jerman untuk tiap jamnya. Sebulan akan membawa Rp.25 juta per bulan ke rumah. Salahsatu negara dengan upah pekerja tertinggi di Eropa, tapi masih di bawah Luxemberg, Irlandia dan Belanda.

Seide.id –  Sekitar 6,2 juta pekerja di Jerman akan mendapat kenaikan upah setelah parlemen hari Jumat (3/6) mengesahkan kenaikan upah minimum menjadi 12 euro per jam, dari sebelumnya 9,82 euro yang setara dengan Rp.151  ribu rupiah.

Kanselir Jerman Olaf Scholz, sebagaimana dilansir dari Deutche Welle,  menjadikan kenaikan upah minimum sebagai salah satru isu kunci dalam kampanye pemilihan umum tahun lalu. Parlemen Jerman Bundestag pada hari Jumat (3/6) akhirnya meloloskan RUU upah minimum menjadi €12, atau meningkat €2,18 (Rp33,7 per jam dari upah minimal sebelumnya.

“Kenaikan ini berarti tambahan pendapatan sekitar 400 Euro (Rp6,1 juta) per bulan bagi pekerja penuh waktu”, kata Menteri Tenaga Kerja Hubertus Heil. “Ini bukan segalanya, tetapi akan membuat perbedaan nyata di dompet,” kata Heil sebelum pemungutan suara di Bundestag.

Jerman memperkenalkan upah minimum nasional pada tahun 2015 atas desakan Partai Sosialdemokrat SPD, yang pada saat itu adalah mitra junior dalam pemerintahan koalisi pimpinan Angela Merkel dari Partai Kristendemokrat CDU.

“Banyak warga kita bekerja banyak, tetapi berpenghasilan sedikit – itu harus berubah,” tulis Olaf Scholz di akun Twitternya ketika kabinet menyetujui usulan kenaikan upah minimum pada Februari lalu. “Bagi saya, salah satu aturan terpenting dan pertanda rasa hormat.”

Pekerja di Jerman
Para pekerja di Jerman. Mengalami kenaikkan upah. Rata rata bisa membawa 25 juta sebulan. Namun masih di bawah luxemburg, Irlandia dan Belanda. (DW)

Kalangan pengusaha kritik

RUU yang diajukan pemerintah disetuji mayoritas besar anggota Bundestag, dengan 400 suara mendukung, 41 menentang, dan 200 absen, terutama dari blok oposisi Kristendemokrat CDU dan Uni Kristen Sosial CSU.

Banyak politisi dari CDU dan CSU yang sebelumnya menyatakan, mereka tidak menentang kenaikan upah minimum. Partai Kiri bergabung dengan trio partai koalisi pemerintah dalam pemungutan suara untuk meloloskan RUU tersebut.

Beberapa pengusaha mengeritik kenaikan upah minimum dengan alasan bahwa pemerintah mengganggu model negosiasi antara pengusaha, karyawan dan serikat pekerja untuk menetapkan tingkat upah. Namun serikat pekerja dan politisi menolak kritik itu dan mengatakan bahwa upah minimum yang ditetapkan sebesar €12 akan mengurangi kemiskinan di Jerman.

Siapa yang mendapat upah minimum di Jerman?

Upah minimum di Jerman mencakup sebagian besar pekerja di atas 18 tahun, termasuk pekerja musiman, dari mana pun mereka berasal.

Seperti di kebanyakan tempat, ada sejumlah pengecualian terhadap aturan tersebut. Pekerja magang, pekerja yang mengambil bagian dalam skema promosi pekerjaan, pengangguran jangka panjang dalam enam bulan pertama setelah memasuki kembali pasar tenaga kerja, dan kalangan wiraswasta tidak tercakup oleh undang-undang upah minimum.

Upah minimum nasional saat ini adalah €9,82 (Rp.151 rb), dan akan naik menjadi €10,45 (Rp161,6 ribu) pada bulan Juli seperti yang sudah disepakati sebelumnya. Komisi upah minimum di masa depan akan memutuskan kemungkinan kenaikan pada Januari dan Juni 2023.

Jerman memiliki salah satu upah minimum tertinggi di Uni Eropa. Karyawan yang bekerja penuh dengan upah minimum saat ini. Pada tingkat saat ini sebesar €9,82 akan menghasilkan €1.621 (Rp.25 juta) sebulan, masih di belakang Luksemburg (€2.257 atau Rp34,9 juta) ), Irlandia (€1.775 atau Rp.27,4 juta), Belanda (€1.725 atau 26,6 juta) dan Belgia (€1.658 atau Rp.25,6 juta).

Sejumlah negara Uni Eropa — seperti Denmark, Italia, Austria, Siprus, Finlandia, dan Swedia — tidak memiliki regulasi upah minimum nasional. Tingkat upah ditentukan sendiri oleh serikat pekerja dalam negosiasi dengan pihak majikan/perusahaan. – DW/dms.

SEIDE

About Admin SEIDE

Seide.id adalah web portal media yang menampilkan karya para jurnalis, kolumnis dan penulis senior. Redaksi Seide.id tunduk pada UU No. 40 / 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Opini yang tersaji di Seide.id merupakan tanggung jawab masing masing penulis.