Tindakan Bijak yang Tercermin Melalui Pepatah Jawa (Bagian 21)  

Foto : Pixabay

Pengantar Singkat: Kata-kata mutiara dan nasihat bijak Jawa kuno dari para leluhur Jawa, adalah juga salah satu dari Falsafah hidup bangsa Indonesia yang begitu indah dan penuh dengan makna kehidupan yang mendalam, semoga dapat menginspirasi Anda dalam menjalani kehidupan Anda sebagai manusia yang sedang selalu berusaha menuju ke arah yang lebih baik.

71. LUMAKU APA ANANE (Berjalan Sesuai Kenyataan yang Ada)

Hidup berperilaku apa adanya, bukan ada apanya. Dengan demikian, hati dan batin akan tenang, pikiran dan gagasan berlaku sewajarnya, tidak dibuat-buat, tidak penuh dengan rekayasa. Kalau memang aku begini, ya beginilah aku.

72 . ORA SUMBUT KARO GAGASANE (Tidak Cocok Antara Hasil dengan gagasannya)

Orang sahsah saja untuk berangan-angan yang muluk-muluk. Tetapi, jika pada kenyataannya antara gagasan dan hasilnya tidak sama maka orang Jawa akan mengatakan, ‘Ora sumbut karo gagasane’.

73 KEJUGRUGAN WUKIR SARI
“Kejugrugan wukir sari” dalam bahasa Indonesia bisa diartikan mendapatkan kebahagiaan yang besar. Misalnya anaknya sedang menikah. Pestanya ramai, undangan yang datang banyak. Sumbangan yang akan didapat mestinya juga banyak. Sanak saudara, kerabat kerja, kenalan, masyarakat sekitar datang menghadiri dengan sukacita. Apalagi tempat dan jaminan serta hiburannya bagus maka yang punya hajat bisa dikatakan ” kejugrugan wukir sari.”
    “Jugrug” artinya longsor. “Kejugrugan” artinya kena longsoran atau tertimbun longsoran. “Wukir” artinya gunung. “Sari” artinya inti  kebahagiaan. Tertimbun gunung kebahagiaan. Kebahagiaan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Pepatah ini sama artinya dengan “Kablebeg segara madu.”

/ Kopen, 22 September 2022

Tindakan Bijak yang Tercermin Melalui Pepatah Jawa (Bagian 20)  

About Y.P.B. Wiratmoko

Lahir di Ngawi, 5 April 1962. Purna PNS ( Guru< Dalang wayang Kulit, Seniman, Penyair, Komponis, penulis serta penulis cerita rakyat, artikel dan buku. Telah menulis 200 judul buku lintas bidang, termasuk sastra dan filsafat. Sekarang tinggal di dusun kecil pinggir hutan jati, RT 021, RW 03, Dusun Jatirejo, Desa Patalan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur