Perjalanan ‘Waldjinah The Javanese Diva’, Segera ke Layar Perak

Ronny P Tjandra - Ganjar Pranowo2

“Saya ingin film ini bisa selesai dan ditonton langsung oleh Waldjinah dalam kondisi sehat. Sebab tahun ini beliau akan berusia 77 tahun,” kata Ronny, sang sutradara.

Seide.id – Setelah mendapatkan restu dari Sang Diva Langgam Jawa, Waldjinah dan keluarga, sutradara dan produser Ronny P. Tjandra dan tim diterima oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Puri Gedeh, Semarang, Rabu (3/8/2022).   Ronny P. Tjandra meminta restu menjelang produksi film bioskop Waldjinah: The Javanese Diva yang mengangkat perjalanan hidup dan karir penyanyi legendaris langgam Jawa asal Solo itu.

“Kedatangan kami untuk kulonuwun. Kami diterima dengan baik, dan terlibat obrolan yang panjang, “ kata Ronny. Aktor yang berkarya di film sejak 2012 dan kini menjajal jadi sutradara dan produser ini tak sempat mengabari siapa pun, karena sempat senewen.

“Jadwal Pak Ganjar padat sekali, tamunya banyak.  Was was saya. Ternyata dapat giliran juga, “ kata aktor yang juga importir film ini. Diungkapkan, ketika tamu tamu lainnya hanya diterima 30 menit bahkan kurang, dia dan rekannya justru molor hingga 90 menit.

Diva Langgam Jawa, Juara Bintang Radio yang terus menghibur penikmat musik langgam Jawa hingga usia senja. ist

“Kami juga ngobrol tentang musik rock, selain keroncong dan pop, “ kata Ayu Sulistyowati, penulis yang ikut mendampingi Ronny.

“Kami berencana membuat sebuah film tentang Ibu Waldjinah yang merupakan warga Kota Solo. Rencananya kita nanti akan shooting di Solo yang juga bagian wilayah Jawa Tengah. Terima kasih sudah diterima dengan baik oleh Pak Ganjar,” jelasnya kepada Seide.id., Kamis siang (4/8/2022).

Menyutradari film dan menghadirkan Waldjinah ke layarperak adalah obsesi Ronny Paulus Tjandra, setelah puluhan tahun berkarir di film, dan tampil sebagai aktor untuk berbagai genre film.

Ronny menjelaskan film tersebut akan bercerita tentang perjalanan sosok Waldjinah dalam periode tahun 1952-1987 atau saat Waldjinah umur 7 tahun sampai 42 tahun. Periode di mana Waldjinah berjodoh dengan bakat bernyanyi hingga berhasil mendulang kesuksesan dan menjadi Diva Keroncong.

“Film ini berawal dari rekan saya Ayu Sulistyowati yang mengatakan kalau putra Waldjinah, Mas Bambang, bilang kalau ingin membuat karya tentang ibunya. Ssbuah penghargaan agar ibunya dimuliakan kembali, dikenang dan diingat oleh orang lagi. Saya menganggap ini suatu keinginan yang sangat baik dan harus didukung,” ujarnya.

Latar belakang itulah yang membuat Ronny berharap film ini dapat segera diproduksi dan diselesaikan dalam waktu dekat. Ia ingin film itu bisa ditonton langsung oleh Waldjinah.

Dari kiri, Seniman Semarang, Rudy Murdock, produser dan sutradara Ronny P Tjandra, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, penulis Ayu Sulistyowati dan Ezzy dari Jive Productions (foto ist)

“Saya ingin film ini bisa selesai dan ditonton langsung oleh Waldjinah dalam kondisi sehat. Sebab tahun ini beliau akan berusia 77 tahun,” kata Ronny yang memaparkan sudah menyiapkan 127 halaman skenario, 121 scene dan 951 shots. Juga menampilkan sejumlah adegan dalam bahasa Jawa.

Meski lahir dan besar di ibukota, dia menikmati budaya Jawa, khususnya wayang dan gamelannya. Juga belajar budaya Jawa.  “Saya kenal almarhum Ki Sukasman dan pengagum Ki Timbul Hadiprayitno, “ akuinya.

Ronny yang juga menjadi sutradara sudah membidik beberapa aktor-aktris beken Indonesia untuk terlibat dalam proyek. Bahkan ia juga menyiapkan satu scene khusus yang diperankan oleh Ganjar Pranowo apabila orang nomor satu Jawa Tengah itu mau ikut ambil bagian dalam film.

“Waldjinah ini sosok yang sangat kental budaya Jawanya. Kami ingin angkat itu sebagai latar film. Termasuk bagaimana ia menjadi ikon keroncong, kebaya, dan sanggul yang enggan dilepaskan,” imbuhnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan sosok Waldjinah sangat fenomenal. Musik keroncongnya juga menarik. Begitu juga dengan eratnya Waldjinah dengan kebaya, jarik, dan sanggul.

“Saya sudah dua kali ke rumah Waldjinah. Beliau mendongeng perjalanan kariernya, soal jarikan dan kebaya, dan bagaiman bertahan hidup di ujung kariernya. Kalau jadi, ini akan menjadi film yang sangat bagus,” katanya saat menemui Ronny dan tim.

Ganjar juga berharap dalam penggarapan film itu nanti dapat melibatkan sejumlah komunitas yang ada. Baik komunitas musik khususnya keroncong maupun komunitas batik dan kebaya.

Ayu Sulistyowati yang mendampingi Ronny P Tjandra audensi dengan Gubernur Jawa Tengah itu, menyatakan, Ganjar Pranowo belum merespon mengenai scene yang ditawarkan untuknya.

“Sekarang pak Ganjar sedang jadi sorotan, semua langkahnya diasumsikan langkah politik. Jadi untuk  yang bagian itu beliau belum komen, intinya fokus mendukung produksi film Bu Waljinah ini,  “ kata Ayu. – (dms)

About Supriyanto Martosuwito

Menjadi jurnalis di media perkotaan, sejak 1984, reporter hingga 1992, Redpel majalah/tabloid Film hingga 2002, Pemred majalah wanita Prodo, Pemred portal IndonesiaSelebriti.com. Sejak 2004, kembali ke Pos Kota grup, hingga 2020. Kini mengelola Seide.id.