Perkasa

Seide.id – Apa yang terlintas dalam benak dunsanak jika mendengar atau membaca kata perkasa? Pasti laki-laki bukan..?

Jika kita mendengar nama Tuti atau Nita Perkasa, misalnya,…nama ‘Perkasa’ itu kita menduga kemungkinan besar adalah nama suami atau ayahnya.

Benarkah, yang perkasa itu, hanya laki-laki saja?

Nah, mari aku ajak mundur sejenak untuk mengingat-ingat film “Kejarlah Daku, Kau Kutangkap”.

Menurutku ini ini adalah salah-satu film komedi situasi yang paling berhasil. Menghibur, para pemerannya bermain dengan ciamik, dan yang paling penting: skenarionya cerdas. Baiklah, bagi yang lupa aku segarkan kembali ingatan dunsanak.

Film ini bercerita tentang 2 orang lelaki yqng hidup ‘pas-pasan’ tinggal satu kamar di sebuah rumah kost sederhana. Laki-laki lebih muda (Dedy Mizwar) berpacaran dengan seorang wanita cantik karyawan toko (Lidya Kandow). Dalam perjalanan asmara, tentu terdapat hambatan, yang kecil dan besar.

Ketika sang laki-laki uring-uringan, dia selalu curhat kepada lelaki lebih tua (diperankan dengan ciamik – oleh Ikra Negara). Lelaki lebih muda menduga, sahabat pacarnya (Ully Artha) telah menghasut pacarnya, sehingga menjadi wanita yang tak mudah mengalah begitu saja. Diam-diam sang laki-laki lebih tua, tapi masih membujang yang juga ‘menghasut’ lelaki muda (keponakannya?) untuk menjauhi asmara, justru menjalin asmara dengan wanita sahabat pacar lelaki lebih muda.

Cerita asli dan skenario film ini dibuat oleh Asrul Sani, salah seorang penulis cerdas Indonesia.

Dalam film “Kejarlah Daku, Kau Kutangkap” ada dialog cerdas tentang keperkasaan, ketika laki-laki muda curhat kepada laki-laki lebih tua, tentang pacarnya. Begini kira-kira.

Laki-laki lebih tua: “Kau tau ada ungkapan “Wanita itu kaum lemah”?

Laki-laki muda: “Taulaaah”

Laki-laki lebih tua: “Kau tau siapa pembuatnya?”

Laki-laki muda: “Taulaaah! Laki-laki!”

Laki-laki lebih tua: “Salah!”

Yang membuat ungkapan “Wanita itu, kaum lemah, justru wanita. Di situlah kecerdasan dan keperkasaan wanita. Wanita membuat ungkapan itu, sebetulnya untuk ‘memberi kesempatan’ kepada laki-laki supaya kaum laki-laki merasa perkasa. Kaum laki-laki diberi kesempatan untuk merasa seolah-olah mereka adalah kaum yang kuat sehingga mampu melindungi wanita!”

Jadi, wanita itulah yang sesungguhnya cerdas dan perkasa bukan?…


Ilustrasi: Para perempuan perkasa, bekerja di proyek pembangunan sebuah gues house di Canggu – Bali…

Aries Tanjung

Keluyuran ke Viet Nam, “Reunification Palace”