Bitcoin Turun Perusahaan Besar Justru Investasi BTC

Bitcoin Turun Perusahaan Besar Justru Investasi BTC

Saat harga Bitcoin turun, namun banyak perusahaan besar justru membuka peluang investasi Bitcoin atas desakan klien, anda bisa mengikuti arus positif seperti ini sama-sama menuju Bitcoin. ( Foto: CoinGape)

Sudah lama saya tak menulis tentang Bitcoin. Bitcoin tak menarik saat harganya tak bisa lari jauh dari angka Rp 280 juta ke Rp Rp 320 juta dari harga normal awal di angka Rp 820 juta. Namun pagi ini, seorang penulis di The Daily Cut, Chris Lowe menuliskan paparan Bitoin yang simpatik dan menggerakkan saya untuk ikut menulis tentang Bitcoin. Sebagaian data dari Chris, saya sertakan dalam tulisan ini.   

Aset kripto pertama dunia, Bitcoin kembali tergelincir di harga Rp 286 juta ssemalam dan pagi ini di harga Rp 292, 459,000 saat tulisan ini dibuat ( 23 September 2022 pk. 07:10) . Ini nilai Bitcoin rendah sejak kripto pinjaman Celcius runtuh Juni lalu. Tergelincirnya Bitcoin bersamaan gelombang pengetatan keuangan bank sentral dalam melawan inflasi yang seharusnya tiba. 

Inflasi Tertinggi Bank Sentral

Kemarin the Fed menambah lagi suku bunga 0,70% yang merupakan inflasi tertinggi sejak 40 tahun lalu di Amerika. Mereka susah payah menopang inflasi dengan berbagai cara. Jika tidak , maka keuangan Amerika akan semakin tampak menyedihkan bagi semua pihak.  Tapi meski ditopang Bank Sentral, kenaikan harga berbagai kebutuhan tak bisa dihentikan. 

Bank Sentral kuat dunia seperti Jepang, Inggris, Swedia, Switseerland, Norwegia, Filipine, Indonesia, Taiwan dan Turkey semua sedang mengarahkan perhatiannya pada rate tertinggi di Amerika saat ini. 

Di Amerika, para investor berharap the Fed mengumunkan kenaikan tiga perempat poin ketiga dalam tiga bulan ini, Angka itu akan mengangkat rate The Fed hingga 3,25%. Riset Bank Senral AS ini menunjukkan rate ke depan menjadi 4%menjelang tahun depan.

Hari ini kita akan melihat seberapa khawatir melebihi rate terhaap tumbangnya Bitcoin.

Meski Bitcoin mulai kehilangan nilanya, analis kripto lain seperti Teeka Tiwari justru mengatakan saat ini adalah volatilitas jang pendek yang merupakan saat tepat untuk kesempatan untuk membeli janga panjang bagi investor sejati. Saya sepakat, tapi daya beli investor semakin lemah. 

Sebenarnya investor tidak khawatir Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga untuk menutupi inflasi, sepanjang itu sifatnya sementara. Namun November lalu, dengan suku bunga inflasi naik ke 5%, narasanya mulai bergeser. 

Gonjang Ganjing Bitcoin 

Pada 9 November lalu, Bitcoin mencapai harga puncaknya di level Rp 1 miliar. Itu saat semua pemegang Bitcoin pesta pora dan melahirkam banyak orang kaya mendadak. Hari ini, Bitcoin diperjualbelikan di angka Rp 294 juta atau turun dari puncak sebesar 71%. 

Kripto lain berjatuhan bersamaan dengan itu. Uang investor lenyap dari permukaan bumi lebih dari 75% dari portfolio mereka. 

Yang meanrik diwaspadai, baru kali ini sering terjadi, ketika Bitcoin jatuh, saham technologi di Nasdaq juga ikut jatuh. Perlu dicari apa alasannya. 

Mungkin perlu menyimak apa kata Teeka Tiwari, jagonya saham dan aset kripto. Kata Teeka,” Saat suku bunga naik, likuiditas mengering. Dan risiko investasi seperti saham teknologi jatuh, Itu alasan kuat Nasdaq ikut turun 27% sejak dimulai setahun ini. Nasdaq adalah bursa efek yang berpusat di Kota New York, Amerika Serikat. Bursa efek ini berada pada posisi kedua dalam daftar bursa efek menurut kapitalisasi pasar saham, di bawah Bursa Efek New York

Saat ini, investor memperlakukan Bitoin selayaknya saham teknologi. Sejak pasar menyaksikan saham teknologi sebagai aset berisiko tinggi, Bitcoin bergerak rendah melakukan tandem bersaa Nasdaq. 

Jika anda percaya apa yang dipercaya pasar, Bitcoin dan saham teknologi akan jatuh saat suku bunga naik terus.

Bitcoin Tetap Primadona

Tapi, bagaimana jika investor salah melihat dua aset kelas berbeda ini meski berada dalam satu lensa pengamatan yang sama ? Ini yang sekarang sedang diperbincangkan banyak pengamat, pasar kripto dan saham.

Apakah analisa Teeka Tiwari, editor Banyan Hill bisa dipercaya ? 

Pada bulan April 2016, saat semua orang menanyakan nilai Bitcoin yang semakin menurun, Teeka justru merekomendasikan kepada pembacanya untuk membeli Bitcoin yang saat itu di harga Rp 5,625,000. Mereka yang percaya dan bertindak dengan membeli Bitcoin sesuai rekomendasi Teeka, memperoleh keuntungan kenaikan Bitcoin 5,175%. Bitcoin tetap menjadi primadona cryptocurrency. 

Sampai sekarang, Teeka tak henti-hentinya memberi saran untuk terus memegang Bitcoin, sebab nilainya bisa kembali pada punaknya yakni Rp 1 miliar. Sekarang harga Bitcoin Rp 294 juta. Jika nanti natik – entah kapanpun- pemegang 1 Bitcoin yang anda miliki, bisa memberi keuntungan Rp 709 juta. 

Bitcoin benar-benar menjadi mata uang digital. Karakteristiknya sama dengan emas murni 24 karat. Setiap Bitcoin baru berharga untuk ditambang. Itu sebabnya heboh dimana-mana terjadi karena penambangan ini. Penambang penting bagi Bitcoin untuk memvalidasi traksaksi.

Bitcoin Tinggal 2%

Jumlah Bitcoin tetap tidak berubah, yakni di angka 21 juta. Saat ini sudah 98% bitcoin ada di tangan investor. Jika 2% itu berhasil ditambang atau diborong orang, akan terjadi sebuah ledakan besar pada Bitcoin. Harganya bisa melangit atau membumi. Tetapi pedagang paham, sebuah harga ditentukan oleh pasokan dan permintaan. Sebagai aset digital, Bitcoin memiliki keuntungan modern yang  lebih dari emas. 

Anda bisa mengirim Bitcoin kemanapun ke seluruh dunia sepanjang seharian selama seminggu, 365 hari dalam setahun. Itu perjalanan uang modenn yang luar biasa dalam hitungan menit. Ini yang membuat Bitcoin lebih cocok , praktis daripada emas di era digital.

Nyaris semua kaum muda, kelompok milenial, generasi Z jika ditanya pilih menyiman emas atau Bitcoin, mayoritas menentukan Bitcoin sebagai simpanan keren dan bergengsi. 

Seperti emas, Bitcoin akan menjadi aset cadangan. Selama 2 tahun terakhir ini, kita melihat individu maupun perusahaan memborong Bitcoin sebagai aset cadangan mereka dan memasukkannya dalam portfolio perusahaan atau aset pribadi. Begitu juga yang dilakukan pemerintah dalam menjaga aset. 

Satu Level Saham Teknologi Nasdaq

Namun, kebanyakan investor tidak melihat Bitcoin dengan cara seperti itu. Sebagai gantinya, mereka jsutru menempatkan Bitcoin satu katagori dengan pertumbuhan saham teknologi Nasdaq. Mereka membenamkan Bitcoin bersama saham teknologi mereka masuk dalam “jebakan” lingkaran kenaikan suku bunga Bank Sentral AS. 

Dengan kata lain. semakin banyak investor yang memahami potensi kripto, semakin harga Bitcoin akan naik meroket. Tetapi tidak semua orang bisa melihat ini. 

Orang-orang yang melihat White Paper Bitcoin pada tahun 2009, melihat emas adalah bentuk aset yang lebih tinggi dibanding emas. Namun anak muda sekarang berbeda. Sebuah studi baru dari deVere Group melaporkan bahwa lebih dari 75% milenial menyukai Bitcoin dibanding emas sebagai save-haven asset. Aset instrumen investasi yang mampu menjaga nilainya meskipun kondisi perekonomian dunia tidak stabil. Aset investasi ini memiliki nilai yang aman di tengah situasi ekonomi, politik, atau geopolitik yang kacau sehingga nilainya mampu menghadapi volatilitas pasar. 

Dulu, konsep save-haven asset ada di emas, sekarang juga masih . Namun di atas itu ada Bitcoin. Itu riset internasional. Anak muda sekarang tidak bangga punya emas. Mereka bangga punya Bitcoin dan yakin, aset ini akan menerbangkan mereka ke tanah impian. Jumlah milenial seperti ini 20% dan generasi di bawah mereka Gen Z sebanyak 22%. Jumlah yang potensial untuk emngangkat aset. 

Insitusional Investor Masuk Bitcoin

Legenda Wall Street, Paul Tudor Jones, Bill Miller serta Stanely Druckenmiller memiliki minat besar terhadap Bitcoin. Jika mau dibuka, banyak orang di Wall Street melakukan hal sama. Meski usia saham di Wall Street telah ratusan tahun, namun usia aset kripto yang baru 13 tahun, telah merebut hati banyak broker dan invstor. 

Sebentar lagi, Nasdaq membuka investasi Bitcoin institusional bagi kliennya. Ini akan mengubah cara pandang investor terhadap investasis masa depan. Kripto ada di dalamnya. 

Bulan lalu saja manager aset terbesar dunia, BlackRock mengumumkan sudah masuk pasar kripto. Klien mereka dari perusahaan keuangan dan institusi keuangan meminta sangat agar BlackRock membuka aset bagi mereka untuk berhubungan dengan kripto. BlackRock lalu menghubungi Bursa Coinbase agar memperoleh akses menuju dunia kripto. 

Anda tahu, berapa Blackrock mengelola aset kliennya ? Rp 600,000 triliun ! Bisa bayangkan 20% saja masuk kripto itu setara dengan Rp 120,000 triliun. Saat itulah dunia kripto langsung memancarkan sinar terangnya. 

Saat ini, aset Bitcoinsebesar Rp 5,250,000 triliun. Jika memperoleh tambahan dari aset klien BlackRock Rp 15,000 triliun saja, harga Bitcoin langsugn melejit ke pertengahan tahun 2021 sebesar Rp 825 juta. 

Itu sebabnya, pakar saham dan kripto, Teeka Tiwari menjadi masukj akal ketika mengatakan,” Pasar rendah Bitcoin saat ini sebagai peluang membeli untuk investasi jangka panjang”

Kesimpulan

Saat ini, kesalahan terbesar investor kripto adalah membuat bingung kelemahan pasar jangka pendek sebagai erosi nilai Bitcoin. Mereka ramai-ramai membuang Bitcoin ke pasar seakan tak ada harapan Bitcoin hidup lebih berjaya lagi. 

Dalam dunia investasi, ketika harga saham atau aset kripto berjatuhan, nilainya rendah, jusru di situ peluang untuk berinvestasi jangka panjang. Membeli aset kelas dunia seperti Bitcoin dengan diskon lebih dari 71% adalah cara memperoleh profit dari pasar yang volatilitasnya tinggi seperti Bitcoin.

Dalam jangka panjang, investor yang membeli Bitcoin atau kripto lain dengan diskon lebih dari 70% adalah investasi yang tepat dan tak bisa dianggap sepele. Banyak investor legendaris yng tajir melintir itu sukses karena kuncinya seperti ini: berinvestasi saat harga saham atau kripto di harga terendah atau diskon lebih dari 70%….

( Tulisan ini bersifat informatif. Bukan tulisan yang mempengaruhi pembaca untuk berinvestasi. Jikapun anda terpengaruh, risiko berinvestasi bersifat pribadi yang selalu memiliki dua pengaruh: risiko dan keuntungan. Kebijakan pembaca diharapkan dalam memutuskan sesuatu tindakan diri sendiri. MS)

BACA JUGA

Nasdaq Akan Meluncurkan Bursa Bitcoin Institusi Pada Pelanggannya

Aset Kripto Hilang Bitcoin Mati

Bursa Kripto Coinbase Menawarkan Produk Bitcoin

BerjangkaBitcoin Merosot Bukan Hanya Sekarang. Dulu 10,000 Bitcoin Buat Beli 2 Pizza

Jangan Lupakan Sejarah: Roadmap of Cryptocurrency Lahirnya Bitcoin

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.