Rahasia Umur Panjang: Memelihara Telemore

Seide.id -Setiap orang punya otobiografi tubuh. Semakin baik pemeliharaan tubuh sejak lahir, tepat gaya hidup yang dipilih, semakin bagus otobiografi tubuhnya. Yang berumur 70 kelihatan seperti umur 60 tentu otobiografi tubuhnya lebih indah daripada yang 60 kelihatan umur 70.

Awet muda dan panjang umur terkait dengan keindahan otobiografi tubuhnya. Dan bila otobiografi tubuhnya tidak indah, orang rentan sakit, lekas tua, dan mungkin mati muda (premature death). Statistik kedokteran tidak meniscayai nasib kesehatan dan mati muda di tangan yang Maha Kuasa. Umur menjadi pilihan. Yang punya uang masuk ICU atau pertolongan medis lain, berpeluang mengulur umurnya. Sebaliknya kasus medis yang sama tapi tidak punya uang masuk ICU, penyakitnya merenggut nyawanya. Maka dunia medis meyakini kalau nasib kesehatan ada di tangan orang masing-masing.

Umur tubuh salah satunya ditentukan oleh unsur dalam DNA yakni telomere. Makin lekas memendek unsur telomere, makin buruk dampaknya bagi umur. Telomere cepat memendek bila keliru memilih gaya hidup, terpapar polusi, dirundung stres. Dalam gaya hidup termasuk tidak gemuk, rutin bergerak badan, dan yang dimakan tidak salah, bertahan dengan menu seimbang. Ini semua cara hidup sehat sebagaimana saya kupas tuntas dalam setiap seminar Sehat Itu Murah.

Bila telomere memendek sampai limit tertentu, sel tubuh lekas menua dan lalu mati. Maka agar bisa mengulur umur lebih panjang kuncinya memelihara telomere agar tidak lekas memendek dengan meniadakan penyebab lekas memendeknya, yakni gaya hidup yang tidak sehat.

Sel tubuh juga menjadi rusak (DNA damage) bila keliru memilih gaya hidup. Pada tubuh yang sehat, sel yang rusak selalu ada mekanisme mereparasi (Cell Repair). Inti sel dan isi sel mitochondria perlu direparasi bila rusak supaya sel tidak terus rusak. lalu mati. Untuk itu diperlukan ada enzim yang membantu melakukan reparasi sel (Sudah ditemukan enzim Telomerase, Nobel Kedokteran 2015). Itu berarti kerusakan sel lebih luas bisa dicegah dengan bantuan menambahkan enzim pereparasi sel.

Nobel 2019 lalu dua dokter dari Jpang dan Amerika menemukan bahwa umur panjang terjadi oleh karena proses peradangan (inflamasi) umum menyeluruh pada tubuh bisa dihambat.

Dengan semakin bertambahnya umur selain telomere semakin memendek, dalam tubuh juga terbentuk metabolit adenine dan acetyltidine yang meningkat seperti tampak pada bagan di bawah ini. Metabolit yang muncul pada usia lanjut ini yang merangsang sel darah putih monocyt dan neutrophyl serta sel pembeku platelet mengeluarkan interleukin yang memunculkan reaksi peradangan selain hipertensi dan pengerasan pembuluh darah (atherosclerosis).

Pembuluh darah menjadi kaku dan mengeras, sehingga kehilangan elastisitas, salah satu penyebab tensi darah meningkat selama usia menua. Kedua proses di atas memunculkan peradangan menyeluruh dalam tubuh.

Peran minum kopi dan suplemen zat curcumin dalam kunir dapat menghambat proses peradangan dengan memotong reaksi metabolit terhadap sel darah putih dan sel pembeku darah. Itu maka sekarang orang-orang di dunia memanfaatkan curcumin sebagai penghambat peradangan menyeluruh tubuh yang menjadi alasan kenapa sel cepat menua dan rusak.

Sekali lagi, untuk berpeluang panjang umur, modalnya bagaimana hidup lebih sehat, dan tepat memilih gaya hidup.
Seminar saya selama lebih 15 tahun, sebagaimana tertulis dalam buku saya, mengupas semua yang perlu dilakoni supaya berpeluang bukan saja tidak rentan jatuh sakit, melainkan pula berpeluang mengulur umur lebih panjang. Dan itu tidak mungkin hanya mengandalkan doa belaka. Perlu ada ikhtiar, ada upaya, dan itu sejatinya ada di tangan kita masing-masing.

Salam sehat,
Dr Handrawan Nadesul

Terapi Alternatif: Ayo Kita Belajar Bernalar Medik (2)