Sampah Sampah Masyarakat

Sampah-sampah Masyarakat ( Foto: CNB Indonesia)

Alih-alih merayakan kemangan timnya dengan turun ke jalan atau libur sehari, penonton warga Jepang, justru memungut sampah yang berserakan yang ditinggalkan penonton World Cup 2022. ( Foto: CNBC Indonesia)

Di Yogya ada cafe khas Selat & Salat. Letaknya sebelah HomeStay Omahsemar di Jalan Argolubang, dekat stasiun Lempuyangan. Sejak berdiri, hanya dalam dua minggu, telah menjadi buah bibir masyarakat Yogya dan sekitarnya. 

Begitu penasaran, sampai para chef terkenal The House of Raminten Yogya ramai-ramai menyempatkan diri menjajal masakan di Selat & Salad. Usai makan, mereka berbicara dengan chef OmahSemar, Subi yang membuat menu Selat & Salad.

Gara-gara Sampah

Tak hanya Selat & Salad yang ramai sampai antri, kamar di OmahSemar sering penuh. Menurut pak Subi, sang pemilik Omahsemar yang tinggal di Tangerang, sering tak memperoleh kamar jika ke Yogya. Terpaksa mereka menginap di Hotel lain, dan malah bikin Hotel lagi bernama JogjaStay di depan Bandara Adi Sumarmo. Ada 2 kamar tidak disewakan. Khusus pemilik jika ke Yogja agar kebagian kamar.

Tujuh tahun kemudian, ketika kangen menikmati Selat & Salad, terpaksa urung. Selat & Salad sudah tutup. Bahkan Homestay OmahSemar juga sudah dijual. Penyebabnya, sang pemilik menyerah dengan lingkungan: sampah !

Sejak setahun lalu, di sebelah OmahSemar dibuat tempat pembuangan sampah warga sekitar. Baunya masuk ke kamar dan mengganggu penyantap Selat & Salad. Satu per satu tamu menghilang, meski pemilik sudah menanam tanaman serei wangi dan tanaman pengharum lain untuk menahan laju bau tak sedap.

Mereka juga sudah kirim surat ke Walikota dan membayar kepada oknum sebanyak ratusan juta untuk memindahkan tempat sampah itu, namun tak berhasil. Mereka menyerah dan kembali ke Tangerang,

Kota Yogya tak hanya kualahan menerima turis datang, tapi juga maraknya pembuangan sampah di tengah kota di pinggir jalan raya. Tak hanya Yogya, Jakarta menjadi kota sampah. Setiap hari ibukota menghasilkan 7,2 ton sampah. Jakarta tak berdaya terhadap sampah-sampah berserakan.

Cabut Nyawa Demi Sampah

Saking kesalnya, di sebuah jalan ramai di depan Binus, BSD, terdapat tulisan besar di tembok. “ Ya Allah, cabutlah nyawa mereka yang membuang sampah di sini!!”. Sebuah tulisan keterlaluan yang menunjukkan betapa orang tak berdaya menghadapi sampah yang dibuang orang secara sembarangan, dimanapun.

Membuang sampah telah lama menjadi kebiasaan orang Indonesia. Tiap hari kita melihat smpah di buang di sembarang tempat. Dibuang ke jalan raya, ke sungai, bahkan ari jendela mobil. Di gorong-gorong yang mestinya buat lalulintas air, orang membuang sampah dapur, termasuk sampak bantal, kasur, kabel maupun plastik. 

Akibatnya banjir dimana-mana. Konon, peduli sampah, menjaga kebersihan adalah bagian dari dan iman dan ibadah. Bisa diukur keimanan dan ibadah warga Indonesia , jika sampah ada dimana-mana dan dibiarkan begitu saja. Mereka beranggapan tukang sampah akan membereskan sampah-sampah berserakan. Kebiasaan buang sampah menandakan betapa orang tak peduli kebrsishan, tak peduli kesehatan dan keindahan. Yang penting buat, sebab warga Indonesia memang banyak yang tak peduli sehat dan bersih.

Perilaku Jepang

Meski Qatar menang secara ajaib dari Argentina, toh Qatar akhirnya terjungkal dari Senegal. Hiruk-pikuk World Cup 2022 lewat tendangan para jagoan bola, tak mampu mengalahkan fenomena dunia di Word Cup; yakni bagaiman sekelompk warga Jepang, usai pertandingan, diam-diam memunguti sampah yang berserakan di tribun penonton dan lapangan atas inisiatif sendiri.

Pejabat Qatar malah heran tatkala mereka yang membersihkan sampah yang dibuang penonton bukan warga setempat. Mengapa justru warga Jepang ? Jepang memiliki tradisi kebersihan sejak awal sekolah hingga mereka bekerja. Qatar telah berkomitmen melakukand daur ulang sebanyak 60% sampah selama World Cup 2022, namun penonton Jepang mendahului komitmen itu,  

Membung sampah di Jepang sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan perilaku. Sejak masuk TK hingga bekerja, mereka biasa memebrsihkan lingkungan sebelum dan sesudah sekolah dan kerja. Tak usah diperintah,, begitu ada sampah, warga Jepang turun tangan. Mereka membersihkan sampah karena telah menjadi bagian dari kehidupan mereka untuk selalu sehat dan bersih, meski mereka dikenal kebanyakan tak beragama. Perintah agama orang lain tentang membuang sampah, menjaga kebersihan, dilakukan orang-orang Jepang dengan luar biasa….

Avatar photo

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.