SEC SETUJU DENGAN ETF FUTURES LEVERAGE
Kabar baik bagi pemegang Bitcoin. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui ETF futures leverage Bitcoin yang pertama. 2 X Bitcoin Strategy ETF (BITX) dari Volatility Shares akan diluncurkan di Chicago Board Options BTX Exchange pada 27 Juni besok. Ini kabar menggembirakan bagi masyarakata cryptocurrency, meski beberapa pihak masih mempertanyakan peluncuran futures leverage yang lebih dahulu daripada ETF spot. Setiaknya, inilah langkah ke depan dunia cryptocurrency. Pesta aset kripto sedang bersiap-soap
>> Jika terjadi lonjakan harga, hanya sedikit yang menikmatinya, yakni mereka yang melek cryptocrrency.
https://seide.id/aset-kripto-dijegal-di-amerika-di-indonesia-diobral/
MESKI RUGI, TETAP DI CRYPTOCURRENCY
Jika ada perusahaan yang merugi triliunan rupiah, namun tetap di bisnis cryptocurrency, anda pasti tahu ke arah mana yang akan dituju. Mitra Sequoia Capital, Alfred Lin, mempertahankan investasi perusahaan tersebut sebesar $213,5 juta (Rp 3,2 triliun) di FTX yang bangkrut. Meski merugi, Lin akan tetap melakukan investasi yang sama lagi, karena kerugiannya hanya 2-3% dari dana perusahaan. Sequoia berada “dalam bisnis yang mengambil risiko” dan tetap antusias dengan kripto meskipun telah FTX bangkrut.
>> Jika sudah begini, tahu kan maksud tujuan Alfred Lin …
https://seide.id/hak-untuk-hidup-bersama-cryptocurrency/
SIDIK JARI ANDROID BISA DITEMBUS
Hati-hati memakai ponsel berbasih Android. Dalam sebuah studi baru-baru ini, para peneliti Tiongkok mengungkapkan metode yang disebut BrutePrint yang memungkinkan untuk menembus hampir semua smartphone Android yang dilindungi sidik jari. Pakar keamanan cenderung merekomendasikan individu di industri cryptocurrency untuk mempertimbangkan menggunakan iPhone untuk meningkatkan keamanan mereka.
>> Semoga ini berita benar dan bukan rekayasa pihak iPhone
https://seide.id/bisakah-meme-koim-membuat-anda-kaya/
DOKUMEN TRILIUNAN BOCOR
Kecerobohan sering terjadi karena ketidakcermatan. FDIC secara tidak sengaja memposting dokumen yang tidak disunting yang menunjukkan bahwa Circle dan Sequoia Capital termasuk di antara deposan teratas di SVB sebelum keruntuhan SVB.
Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Circle menyimpan sekitar $3,3 miliar (Rp 49, 3 triliun) dan Sequoia sekitar $1 miliar (Rp 15 triliun) di bank. Deposan besar lainnya termasuk SVB sendiri, SVB Financial Group, Altos Labs, dan Kanzhun Limited.
Ketika SVB runtuh, regulator federal turun tangan untuk mendukung semua deposit, menyelamatkan startup teknologi kecil. Namun, keputusan ini juga menguntungkan perusahaan yang lebih besar yang tidak berada dalam bahaya langsung.
>> Kebocoran bernilai triliunan bisa berarti kebodohan strukturalk
https://seide.id/ini-alasan-mengapa-masih-lebih-baik-investasi-pada-kripto/
Sunber: TeloNews






