Seni Gambar ‘Ampas Kopi di Atas Kertas’


Jiwa Maritim karya Q’bro, Ampas Kopi di Atas Kertas – Foto Heryus Saputro Samhudi

Oleh HERYUS SAPUTRO SAMHUDI

BEBERAPA hari lalu, perupa Murdaning Pandamprana dan biasa memperkenalkan dirinya sebagai Q’bro Pandam, mem-posting di FaceBook sebuah karya gambar bertajuk Jiwa Maritim. Sesuai tajuknya, perupa Indonesia asal Yogya yang kini ayem tentrem jadi warga Kota Serang, Banten, ini sepertinya memang sedang ingin mengungkap jiwa-jiwa maritim yang ada di pesisir kota tempatnya tinggal.

Hasilnya? Sebingkai gambar bergaya kubisme, padat dan terukur, berkisah ihwal fenomena kehidupan masyarakat pesisir. Ada jajaran sampan motor ataupun sampan cadik terparkir di pasir pantai, dan beberapa di antaranya tampak operasional, mengapung dalam dayung nelayan. Ada sosok laki-laki menjinjing ikan besar, ada sosok perempuan tersenyum di antara tumpukan ikan-ikan.

Yang menarik Jiwa Maritim itu tak digambar Q’bro dengan ragam warna. Gambar di atas justru tampil dalam sapuan warna monoton, bernuansa sepia dengan gradasi warna cokelat, Laut cokelat, gugus pulau cokelat, juga ikan dan garis wajah-wajah yang ada, mengingatkan saya pada lukisan-lukisan batik tulis karya Q’bro yang dibuatnya sejak remaja. Apik, sederhana dan tua kesannya.

Tak kalah menarik, drawing pen di atas kertas karya tahun 2021 itu tak dilakukan Q’bro dengan menggunakan bahan cat akrilik, cat air ataupun tinta, melainkan seutuhnya menggunakan cairan sisa ampas kopi yang (barangkali) habis diteguknya sebelum dia bekerja menghadapi lembar kertas gambar. Cairan ampas kopi ini yang menghasilkan rupa gambar karyanya dominan dengan warna cokelat.

Melukis dengan cairan ampas kopi bukan hal baru. Gerakan neo-kreatif ini sudah lama dikenal kalangan pelukis dunia, sejalan dikenalnya biji kopi sebagai bahan minuman. Bahkan, Indonesia sebagai negara penghasil produk biji kopi terbesar keempat setelah Brazil, Vietman dan Kolombia, juga memiliki Komuntas Pelukis Kopi Indonesia atau Coffee Painter Indonesia, yang berdiri 1 Oktober 2018.

Q’bro yang ‘lahir’ dari Sanggar Lukis GARAJAS dan merupakan bagian dari Komunitas Seni Bulungan (KSB) Jakarta Selatan, juga sejak lama berkarya dengan menggunakan cairan ampas kopi sebagai pengganti cat atau tinta. Baik untuk karya di atas kanvas ataupun di lembar kertas gambar biasa. Sebentuk aktivitas menggambar yang bisa dicoba lakukan siapa saja. Murah meriah, hasil prima. ***

09/04/2022 PK 23: 55 WIB

About Heryus Saputro

Penjelajah Indonesia, jurnalis anggota PWI Jakarta, penyair dan penulis buku dan masalah-masalah sosial budaya, pariwisata dan lingkungan hidup Wartawan Femina 1985 - 2010. Menerima 16 peeghargaan menulis, termasuk 4 hadiah jurnalistik PWI Jaya - ADINEGORO. Sudah menilis sendiri 9 buah buku.