Sensasi

Seide.id – Akhir ’70an atau awal 80an, kita (paling tidak aku) dibuat tercengang dan terkagum-kagum sekaligus norak, oleh sesuatu yang mengebul-ngebul, tapi bukan asap. Sesekali melihat di diskotik (jika kebetulan diajak meliput artis oleh teman wartawan), di arena atau panggung atau apalah namanya. Di antara sinar lampu berwarna-warni yang memantul, diantara kerumunan manusia yang bergerak kian-kemari, ‘sesuatu yang seperti asap’ itu sungguh menimbulkan sensasi yang mengagumkan.

Lalu, ‘asap tapi bukan dari api’ itu, pun berkembang kegunaannya untuk menambah sensasi pada konser-konser musik. Aku tetap kagum, norak dan tak tahu, apa benda itu.

Ternyata benda itu namanya adalah: dry ice, kita terjemahkan secara plek, menjadi: es kering.

Es kering adah karbon dioksida. Sangat efektif untuk mengawetkan makanan di suatu tempat yang tak ada lemari pendingin. Karena ‘tingkat’ kedinginanya adalah minus 78 derajat. Jauh lebih dingin daripada es. Maka tangan akan menempel dan terasa perih jika nenyentuh es kering ( untuk lebih detail, sila gintip di mbah Google aja ya).

Nah, jika terkena udara, karena udara disekitar lebih hangat, maka sang karbon dioksida yg bereaksi dan menguap yang lama-kelamaan akan habis. Nah reaksi ketika sang karbon dioksida terkena udara itulah yang menimbulkan semacam asap. Jadi ‘asap’ itu sebenarnya jika dilihat menggunakan mikroskop adalah butiran-butiran air.

Berbahayakah jika dikonsumsi? Haah,…kok dikonsumsi.., terlelan? …sengaja ditelan?

Naah,…inilah yg sedang viral.

Seorang pedagang chiki berinisiatif dengan segala cara supaya barang dagangannya dilirik, syukur-syukur dikonsumsi, bahkan diantre. Para pedagang ini sungguh kreatif dan secara ekonomi ‘jeli’ melihat masyarakat kita, dari usia anak-anak sampai usia tua bangka, ..suka akan sensasi, lupa substansi.

Chiki warna-warni itu (warna-warninya yang ngejreng itu saja sebetulnya sudah sensasional dan…gak janji sehat atau tidak, karena kita tak tahu pewarnanya terbuat dari apa).

Dari wadah plastik chiki sebesar cangkir minum itulah sang es kering bereaksi dengan udara yang lebih hangat di sekitarnya sehingga menimbulkan ‘asap tapi tak panas’ yg sungguh sensasional. Dalam tayangan televisi bahkan orang dewasa tampak tersenyum-senyum menikmati sensasi asapnya.

Ketika diwawancara, seorang pakar kesehatan mengatakan: “Sebetulnya, asap yang sebenarnya uap air itu, akan lenyap jika terkena udara”

Seorang pakar lain menganalogikan kurang-lebih begini: “Seperti balon yang diisi atau ditiup dengan gas. Jika usus dalam perut tak kuat,…yaaa…bocor atau luka.

Dari usia anak-anak sampai usia dewasa dan tua bangka, kita memang suka sensasi.

Sensasi, tak kurang, tak lebih…

(Aries Tanjung)

Pop Bertanggung Jawab