Senyum Selembar Daun

Foto : internet

Gugur tertiup angin
Memungkas cerita di musim kemarau
Suka mencuri pandangan yang lewat
Kenapa tidak sekalian mencuri hati?

Entah sudah berapa kali aku panjat
Pohon Cinta, aku pinjam pucuk muda
ah, aku hanya menemukan kerendahan hati

Aku juga mencium bibir daun basahmu
Dalam kejujuran sikap apa adanya
Merah merona, semangat yang terus menyala
Setetes embun meleleh oleh sinar matahari

Sekilas daun yang tua tersenyum manis
Di bawah pohon yang rindang
Tengoklah, tengoklah pesannya
Tiada hari yang terlewatkan oleh sukacita
Kegembiraan penuh syukur yang terus dihidupi

Selembar daun yang tersenyum manis
Isyarat matahari berjalan ke barat
Janganlah sampai pudar manisnya
Melebur dalam manisnya Cinta

Ia berkata, “Bersukacitalah selalu”
Hati yang gembira selaksa obat yang manjur
Biarkanlah sisa-sisa semangatmu
Menjadikan tiang pancang bagi perjuangan berikutnya

puisi_ypb

/16 Oktober 2022

Bahagia dengan Senyum dan Sapa

About Y.P.B. Wiratmoko

Lahir di Ngawi, 5 April 1962. Purna PNS ( Guru< Dalang wayang Kulit, Seniman, Penyair, Komponis, penulis serta penulis cerita rakyat, artikel dan buku. Telah menulis 200 judul buku lintas bidang, termasuk sastra dan filsafat. Sekarang tinggal di dusun kecil pinggir hutan jati, RT 021, RW 03, Dusun Jatirejo, Desa Patalan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur