Foto : internet
Gugur tertiup angin
Memungkas cerita di musim kemarau
Suka mencuri pandangan yang lewat
Kenapa tidak sekalian mencuri hati?
Entah sudah berapa kali aku panjat
Pohon Cinta, aku pinjam pucuk muda
ah, aku hanya menemukan kerendahan hati
Aku juga mencium bibir daun basahmu
Dalam kejujuran sikap apa adanya
Merah merona, semangat yang terus menyala
Setetes embun meleleh oleh sinar matahari
Sekilas daun yang tua tersenyum manis
Di bawah pohon yang rindang
Tengoklah, tengoklah pesannya
Tiada hari yang terlewatkan oleh sukacita
Kegembiraan penuh syukur yang terus dihidupi
Selembar daun yang tersenyum manis
Isyarat matahari berjalan ke barat
Janganlah sampai pudar manisnya
Melebur dalam manisnya Cinta
Ia berkata, “Bersukacitalah selalu”
Hati yang gembira selaksa obat yang manjur
Biarkanlah sisa-sisa semangatmu
Menjadikan tiang pancang bagi perjuangan berikutnya
puisi_ypb
/16 Oktober 2022





