Setelah Menjerat Binance, Kini Coinbase

Setelah Menjerat Binance, Kini Coinbase

Setelah beroperasi 10 tahun lebih, Bursa Coinbase kembali bermasalah dengan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika ( SEC). Coinbase dituduh melakukan Staking Coinbase tanpa izin, namun Coinbase melawan.

Setelah Binance, kini Bursa Kripto Coinbase terjerat hukum atas tuduhan SEC ( Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat). Coinbase dituduh melakukan Staking Coinbase tanpa izin. 

Berbeda dengan Binance, CEO Coinbase, Brian Armstrong tidak dikenai tindakan hukum seperti halnya Binance yang menjatuhkan hukuman terhadap CEO Binance, CZ. 

Kabar terakhir, SEC meminta kejaksaan menjebloskan ZC ke bui agar tidak merugikan imvestor, namun SEC tidak melakukan tindakan apapun terhadap CEO Coinbase. Permintaan SEC kali ini sepertinya masuk akal mengingat sehari setelah Binance dan CZ memperoleh tuduhan, diam-diam CZ mengalihkan triliunan rupiah ke tempat lain, menurut beberapa sumber seperti TeloNews. 

Gugus tugas multinegara telah mengeluarkan Show Cause Order terhadap Coinbase , menuduh bahwa bursa cryptocurrency tersebut melanggar undang-undang sekuritas dengan menawarkan program hadiah staking tanpa pendaftaran yang tepat.

Coinbase diberi waktu 28 hari untuk menunjukkan bukti dan menghentikan penjualan sekuritas yang tidak terdaftar di Alabama.

Gugus tugas regulator negara terdiri dari Alabama, Kalifornia, Illinois, Kentucky, Marylan, Jersey baru, Carolina Selatan, Vermon, Washington, Wisconsin. Baru kali ini, banyak negara bagian ambil tindakan terhadap sebuah bursa yang sudah 10 tahun beroperasi. 

Dihajar sedemikian rupa di segala penjuru, bisnis Coinbase langsung terperosok 13,5 %. Sesuai data Nansen, dalam waktu sekitar satu jam setelah SEC mengajukan gugatan terhadap Coinbase, pengguna menarik dana lebih dari $57,7 juta (Rp 865,5 miliar) (tidak termasuk Bitcoin) dari berbagai rantai Coinbase. Dari jumlah ini, $43,1 juta (Rp 646,5 miliar) telah ditarik dari Coinbase Custody.

Bukan pertamakali ini saja Coinbase bermasalah dengan SEC. Tetapi setiap memperoleh dakwaan, Coinbase terus melawan. “ Kami akan terus menyelesaikan pekerjaan kami di pengadilan melawan SEC,” ujar CEO Coinbase, Brian Armstrong. 

Sebagai catatan, SEC pernah meninjau bisnis Coinbase pada tahun 2021 dan mengizinkan Coinbase menjadi perusahaan publik. Menurut Brian, tidak ada istilah daftar, karena baginya sudah melakukan berulangkali soal izin itu, sehingga baginya aneh kalau sekarang harus mendaftar terus. “ Intinya, kami menolak aset-aset yang ditinjau karena kamit idak pernah mencantumkan kata sekuritas,” tambah Brian. 

Beberapa kali SEC maupun CFTC (Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka Amerika Serikat) dianggap telah membuat pernyataan yang bertentangan dan belum sepakat istilah sekuritas dan komoditas, sehingga membingungkan cryptovcurrency dan mudah menjebak mereka. 

Jika Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika melarang beberapa puluh koin kripto, sebaliknya, Bursa Hongkog justru menyetujui perdagangan untuk koin-koin yang dilarang seperti SAND, ADA, MATIC, SOL, AXS, dan banyak lagi.

Intimidasi terhadap cryptocurrency di Amerika, tampaknya masih banyak episode lagi.

Aset Kripto Dalam Cengkeraman SEC

Orang Dalam Coinbase Ramai Ramai Jual Saham

CryptoNews: Bitcoin Halving Yang Ditunggu

Avatar photo

About Mas Soegeng

Wartawan, Penulis, Petani, Kurator Bisnis. Karya : Cinta Putih, Si Doel Anak Sekolahan, Kereta Api Melayani Pelanggan, Piala Mitra. Seorang Crypto Enthusiast yang banyak menulis, mengamati cryptocurrency, NFT dan Metaverse, selain seorang Trader.